Pemanfaatan Luffa Cylindrica (Blustru) Sebagai Bahan Alternatif Insulator Panas

Diptya Fajari Martiningsih, Asril Senoaji Soekoco

Abstract


Luffa Cylindrica atau yang biasa dikenal dengan istilah blustru merupakan tanaman merambat dari keluarga Cucurbitaceae. Di Indonesia pada saat sekarang ini blustru masih dianggap komoditi sayuran minor karena belum dimanfaatkan secara optimal. Luffa Cylindrica yang tua memiliki serat-serat yang terdiri dari struktur yang menyerupai jaring membentuk sistem pori yang hierarkis multimodal sehingga bisa digunakan sebagai pembentuk struktur/template dalam pembuatan material berpori. Bentuk struktur tersebut sangat tepat untuk aplikasi tekstil teknik yang salah satu diantaranya sebagai insulator panas pada roofing, struktur berpori akan berfungsi sebagai ruang-ruang yang diisi oleh udara sebagai media insulator.  Saat ini produk insulator   panas yang tersedia dipasaran pada umumnya terbuat dari serat gelas yang kurang ramah lingkungan karena membutuhkan energi pemrosesan yang tinggi dan memiliki resiko gangguan bagi kesehatan. Serat blustru tersusun dari 60% selulosa, 30% hemiselulosa dan 10% lignin, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman dibandingkan material insulator yang terbuat dari glass wool. Serat blustru dalam beberapa arah orientasi akan diproses menjadi lembaran bersama material polipropilen sebagai perekat dengan metode thermal bonding. Kemampuan serat blustru dalam menahan udara panas dan udara dingin akan dibandingkan dengan insulator panas yang tersedia di pasar secara komersial. Sifat lain yang dianalisa dalam penelitian ini adalah area density, kekuatan tarik dan mulur dari produk yang dihasilkan. Diharapkan penelitian ini menghasilkan purwarupa produk insulator panas dengan memanfaatkan serat blustru sebagai bahan baku utama. 

 

Kata kunci : Luffa Cylindrica, Blustru, Insulator, bukan tenunan


Full Text:

PDF

References


ASTM D 3776-96, (2002). Standard Test Method for Mass Per Unit Area (Weight) of Fabric.

ASTM D 5034-08, (2001). Standard Test Method for Breaking Strength and Elongation of Textile Fabrics (Grab Test).

Cengel, Yunus A., (2003). Heat Transfer: A Practical Approach Second Edition, McGraw-Hill. New York.

Djoko Arisworo, Yusa, dan Nana Sutresna (2006), Ilmu Pengetahuan Alam. Grafindo Media Pratama. Halaman 117.

Ghali, L. (2014). Effect of Blending Ratio of Fibers on the Properties of Nir tenun Fabrics Based of Alfa Fibers, Advances in Materials Physics and Chemistry, Volume 4.

Gianpitro, V., Amaducci, S., and Vannini, L. (2000), Multi-use Crops, programme by DG XII of the European Commission, Dept. of Agronomy, University Bologna. Halaman 82-83.

Hidayat, Syarif., (2000). Pusat Pengembangan Bahan Ajar. Fisika Bangunan. UMB.

Kim JW1, Lee DG, Effect of fiber orientation and fiber contents on the tensile strength in fiber-reinforced composites, J Nanosci Nanotechnol. 2010 May;10(5):3650-3

Mc. Cabe, W., Smith, J.C., dan Harriot, P., (1993), Unit Operation of Chemical Engineering, McGraw Hill Book, Co, United States of America.

N Mohanta dan SK Acharya., (2016), Journal of Composite Materials Vol. 50(22) 3117–3131.

W.Albreeht., H.Fuchs., dan W. Kittelmann., (2003), Nonwoven Fabrics.Germany.

Sari Intang, Sri Suryani, Nurlaela Rauf (2015), Pengaruh Ketebalan Kaca Terhadap Nilai Konduktivitas Termal Berbagai Jenis Kaca. Universitas Hasanuddin.

S.J. Russell (2007), Handbook of nonwoven, The Textile Institute.

Soekoco, A.S., (2016), Serat Insulator Panas Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Recycled Polypropylene dari Limbah Tutup Botol Air Mineral. Jurnal Riset Industri Vol 10 No.3.

Tanobe, V.O.A., T.H.D. Sydenstrickera, M. Munaro, dan S.C. Amico., (2005). A comprehensive characterization of chemically treated Brazilian sponge-gourds (Luffa Cylindrica). Polymer Testing 24. Halaman 478-482.

Zampieri, A., G.T.P. Mabande, T. Selvam., W.Schwieger., A. Rudolph., R. Hermann, H. Sieber., dan P. Greil., (2006). Biotemplating of Luffa Cylindrica sponges to self-supporting hierarchical zeolite macrostructures for bio-inspired structured catalytic reactors. Materials Science and Engineering C 26. Halaman 130-135.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbangyasa Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Panitia Seminar Nasional Hasil Litbangyasa Industri II Tahun 2019

---Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Dalam Menghadapi Tantangan Industri 4.0 ---

BARISTAND INDUSTRI PALEMBANG