Pemisahan krom pada limbah cair industri penyamakan kulit menggunakan gelatin dan flokulan anorganik

Sugihartono Sugihartono

Abstract


The aim of the study was to determine the ability of gelatin, ferrous sulfate, aluminium sulfate, and combination of gelatin with ferrous sulfate or aluminium sulfate for total chromium content (trivalent chromium and hexavalent chromium) separation from tannery wastewater. Reduction of total chromium content in the wastewater was conducted using combination of gelatin and ferrous sulfate or gelatin and aluminium sulfate with a ratio of 4:0; 3:1; 2:2; 1:3; and 0:4 (w/w). The results showed that gelatin, ferrous sulfate, and aluminium sulfate, were able to reduce total chromium content in the wastewater. Combination of gelatin/ferrous sulfate or gelatin/aluminium sulfate as flocculants provide synergistic work in reducing the total chromium content. A 94.75% removal of total chromium content was achieved by combining gelatine and aluminium sulfate with a ratio of 3:1, clearer wastewater, and followed by reduction of degree of turbidity up to 74.47%. The total chromium content after treatment was 0.61 ppm, which met the requirements of wastewater for business and or daily activities especially for tanning industry.

Full Text:

PDF

References


Anggraini, D. P., Roosdiana, A., Prasetyawan, A., & Mardiana, D. (2013). Pengaruh ion-ion logam terhadap aktivitas pektinase dari Aspergillus niger pada penjernihan sari buah jambu. Natural B, 2(1), 66–72.

Anggraini, S. P. A. (2012). Penyisihan kromium pada limbah cair dengan menggunakan unggun filtrasi pasir. Jurnal Teknik Pengairan, 2(1), 21 – 28.

Ardinal, A., Salmarisya, S., & Kasim, A. (2014). Perilaku krom dalam limbah cair penyamakan kombinasi krom-gambir dan krom-mimosa pada penyamakan kulit. Jurnal Litbang Industri, 4(1), 59–66.

Bacordit, A., Armengol, J., Burgh, S. V. D., & Olle, L. (2014). New challenges in chrome -free leathers: Development of wet-bright process. Journal of the American Leather Chemist Association, 109(4), 99–109.

BSN (Badan Standardisasi Nasiional). (2009). Standard Nasional Indonesia SNI 6989.17:2009 : Air dan air limbah - Bagian 17: Cara uji krom total (Cr-T) secara spektrofotometri serapan atom (SSA)-nyala. Jakarta, Indonesia: BSN.

Covington, A. D. (2009). Tanning Chemistry : The Science of Leather. Cambridge, UK: Royal Society of Chemistry.

Dewi, S. H., & Ridwan, R. (2012). Sintetis dan karakterisasi nanopartikel Fe3O4 magnetik untuk adsorpsi kromium heksavalen. Jurnal Sains Materi Indonesia, 13(2), 136–140.

Giacinta, M., Salimin, Z., & Junaidi, J. (2013). Pengolahan logam berat krom (Cr) pada limbah cair industri penyamakan kulit dengan proses koagulasi dan presipitasi. Jurnal Teknik Lingkungan, 2(2), 1–8.

GMIA. (2012). Gelatin handbook. Massachusetts, USA: Gelatin Manufacturers Institute Of America.

Hendrawati, H., Susanto, R., & Tjandra, J. (2009). Penetapan dosis koagulan dan flokulan pada proses penjernihan air untuk industri. Journal Valensi, 1(5), 225–234.

Kristijarti, A. P., Suharto, I., & Marienna. (2013). Penentuan jenis koagulan dan dosis optimum untuk meningkatkan efisiensi sedimentasi dalam instalasi pengolahan air limbah pabrik jamu X. Bandung, Indonesia: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan.

Li, R., Liao, X., He, Q., & Shi, B. (2013). Collagen- based flocculant prepared solid leather waste. In Proceeding XXXII Congress of IULTCS. Istambul, Turkey: IULTCS.

Maryudi, M. & Hisyam, H. (2013). Kinetika reaksi khrom dan kapur padam pada pengolahan limbah penyamakan kulit secara batch. Spektrum Industri, 11(1), 37–48.

Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2014). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri penyamakan kulit. Jakarta, Indonesia.

Mondal, M., & Hosain, M. (2014). Biodegradable surfactant from natural starch for the reduction of environmental pollution and safety for water living organism. International Journal of Innovative Research in Advanced Engineering, 1(8), 424–433.

Mustakim, M., Aris, S., & Kurniawan, A. P. (2010). Perbedaan kualitas kulit kambing peranakan etawa (PE) dan peranakan boor (PB) yang disamak krom. Jurnal Ternak Tropika, 11(1), 38-50.

Ningsih, N. Y., & Yulizar, Y. (2014). Modifikasi bentonit terpilar Al dengan polianilin sebagai reduktor ion Cr (VI). Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry, 6(2), 7–19.

Nurfitriyani, A., Wardhani, E., & Dirgawati, M. (2014). Penentuan efisiensi penyisihan kromium heksavalen (Cr6+) dengan adsorpsi menggunakan tempurung kelapa secara kontinyu. Reka Lingkungan, 1(2), 1–12.

Paul, H. L., Phillips, P. S., Covington, A. D., Evans, P., & Antunes, A. P. M. (2013). Dechroming optimisation of chrome tanned leather waste as potential poultry feed additive: A waste to resources. In Proceeding XXXII Congress of IULTCS. Istambul, Turkey: IULTCS.

Perdana, M., Widodo, D. S., & Prasetya, N. B. A. (2013). Fotoelektrokatalisis kromium (VI) menjadi kromium (III) dengan menggunakan elektroda timbal dioksida ( PbO2 ). Chem Info Journal, 1(1), 11–17.

Piazza, G. J., & Garcia, R. A. (2010). Meat & bone meal extract and gelatin as renewable flocculants. Bioresource Technology, 101(2), 781–787. http://dx.doi.org/10.1016/j.biortech.2009.03.078

Rahmawati, R., & Suhendar, D. (2015). Sintetis nanokomposit ỹ-Al2O3-Fe2O3 untuk adsorpsi logam Cr (VI). Jurnal Istek, 8(1), 117–128.

Ramadhani, S., Sutanhaji, A. T., & Widiatmono, R. (2013). Perbandingan efektivitas tepung biji kelor (Moringa oleifera Lamk), Poly aluminium chloride (PAC), dan tawas sebagai koagulan untuk air jernih. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 1(3), 186–193.

Sugihartono, S. (2014). Kajian gelatin dari kulit sapi limbah sebagai renewable flocculants untuk proses pengolahan air. Journal of Industrial Research, 8(3), 179–190.

Sugihartono, S., Sutyasmi, S., & Prayitno, P. (2015). Pemanfaatan trimming kulit pikel sebagai flokulan melalui hidrolisis kolagen menggunakan basa untuk penjernihan air. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 31(1), 37-44. http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v31i1.221

Suhartini, M. (2013). Kopilimerisasi kulit pisang-N-(hidroksimetil) akrilamida untuk adsorben ion logam Cu (II) dan Cr (VI). Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 2(3), 133–142.

Suprihatin, & Erriek, A. (2009). Biosorpsi logam Cu (II) dan Cr (VI) pada limbah elektroplating dengan menggunakan biomasa Phanerochaete Chrysosporium. Jurnal Teknik Kimia, 4(1), 250–254.

Suryawanshi, P. C., Jain, K. A., Bhardwaj, S., Chaudhari, A. B., & Yeole, T. Y. (2013). Solid and liquid wastes: Avenues of collection and disposal. International Research Journal of Environment Sciences, 2(3), 74–77.

Szewczuk-Karpisz, K., Wisniewska, M., Pac, M., Choma, A., & Komaniecka, I. (2014). Sinorhizobium meliloti 1021 exopolysaccharide as a flocculant improving chromium (III) oxide removal from aqueous solution. Water Air Soil Pollution, 225(8), 1–13, http://dx.doi.org/10.1007/s11270-014-2052-4.

Vaskova, H., Kolomaznik, K., & Vasek, V. (2013). Hydrolysis process of collagen protein from tannery waste material for production of biostimulator and its mathematical model. International Journal of Mathematical Models and Aplied Sciences, 7(5), 568–575.

Wu, C., Zhang, W., Liao, X., Zeng, Y., & Shi, B. (2014). Transposition of chrome tanning in leather making. Journal of the American Leather Chemist Association, 109(6), 176–183.




DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v32i1.900

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 sugihartono sugihartono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!