Analisis post mortem kulit kambing mentah yang diolah di UPTD penyamakan kulit Padang Panjang

Sri Mutiar, Anwar Kasim, Emriadi Emriadi, Alfi Asben

Abstract


Tujuan dari studi ini untuk mengetahui persentase kulit mentah yang memenuhi syarat untuk disamak dan kulit mentah reject serta untuk mengetahui tingkat kualitas kulit mentah dari sumber baik dari dalam atau dari luar kota yang menggunakan jasa UPTD penyamakan kulit. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling terhadap 100 lembar kulit kambing mentah tanpa memperhatikan memenuhi syarat atau tidak sebelum proses penyamakan. Pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil pengamatan panelis di UPTD pengolahan kulit mentah yang memenuhi syarat untuk disamak adalah 93,22±4,15% dan rata-rata kulit reject adalah 6,45±1,33%. Kualitas kulit mentah dari beberapa daerah yang menggunakan jasa UPTD untuk penyamakan kulit sebagian besar adalah kualitas 2 dan kualitas 3. Berdasarkan pengamatan dimensi rata-rata kulit mentah awet garam memiliki luas 4,78 ft2, panjang 88,81 cm, lebar 64,31 cm dan ketebalan 1,49 mm. Berdasarkan cacat pada kulit mentah nilai tertinggi disebabkan karena benjolan caplak yaitu 14%.

Full Text:

PDF

References


Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia. (2016). Kualitas pasokan kulit mentah ke industri rendah. https://ekonomi.bisnis.com/read/20161130/257/607805/kualitas-pasokan-kulit-mentah-ke-industri-rendah.

Atabany, A., Purwanto, B. P., Toharmat, T., & Anggraeni, A. (2011). Hubungan masa kosong dengan produktivitas pada sapi perah Friesian Holstein di Baturraden, Indonesia. Journal Media Peternakan, 34(2), 77–82. https://doi.org/10.5398/medpet.v34i2.3372

Buchori, A., Gukguk, R. R., & Asrilah. (1999). Penelitian konversi hubungan timbal balik antara kulit kambing segar menjadi kulit garaman dan kulit pikel sebagai produk perdagangan. Majalah Barang Kulit, Karet Dan Plastik, 14(26), 1–8. https://doi.org/10.20543/mkkp.v14i26.292

Budisatria, I. G. S. (2009). Germ plasm of goats in Indonesia. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Fahidin, & Muslich. (1999). Ilmu dan Teknologi Kulit. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hakim, T. R. (2018). Pengaruh jenis kelamin dan persentase Mimosa terhadap kualitas fisik kulit kambing (Skripsi). Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Yogyakarta.

Ibrahim, L., Juliyarsi, I., & Melya, S. (2005). Ilmu dan teknologi pengolahan kulit. Universitas Andalas, Padang.

Karimah, D. A. (2015). Sortasi dan grading kulit wet blue kulit kambing dan domba. Politeknik ATK Yogyakarta, Yogyakarta.

Kasim, A., Novia, D., Mutiar, S., & Pinem, J. (2013). Karakterisasi kulit kambing pada persiapan penyamakan dengan gambir dan sifat kulit tersamak yang dihasilkan. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 29(1), 1–12. https://doi.org/10.20543/mkkp.v29i1.213

Kusuma, A., Purnomoadi, A., & Al-Baari, A. N. (2013). Perbandingan persentase kulit antara kambing Kejobong, kambing Peranakan Ettawah dan kambing Kacang jantan umur satu tahun. Animal Agriculture Journal, 2(1), 114–119.

Mustakim, Widati, A. S., & Kurniawan, A. P. (2010). Perbedaan kualitas kulit kambing Peranakan Etawa (PE) dan Peranakan Boor (PB) yang disamak krom. Ternak Tropika, 11(1), 1–13.

Purnomo, E. (1991). Penyamakan kulit reptil. Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta.

Rotinsulu, M. D., Inal, H., Kalele, J. A. D., & Tangkere, E. (2015). Pengamatan post-mortem kualitas kulit kambing di Kota Manado. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 2(1), 89–94.

Said, M. I. (2012). Ilmu dan teknologi pengolahan kulit. Universitas Hasanuddin, Makasar.

Suardana, I., Sudiyadnyana, M., & Rubyyanto. (2008). Kriya kulit jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta, Bandung.

Sutyasmi, S. (2015). Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 31(2), 107–114. https://doi.org/10.20543/mkkp.v31i2.176

Triatmojo, S. (2012). Teknologi pengolahan kulit sapi. PT Citra Aji Parama, Yogyakarta.

Wijoseno, R., Astiti, L. G. S., Panjaitan, T., Muzani, A., & Agustini, N. (2009). Beternak kambing intensif (Brosur). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Diakses: 17 Juni 2020.

Yudi. (2009). Pemeriksaan ante-post mortem. https://drhyudi.blogspot.com/2009/07/pemeriksaanante-postmortem




DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v37i1.6699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Sri Mutiar, Anwar Kasim, Emriadi Emriadi, Alfi Asben

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!