Cara pengolahan limbah cair brown crepe untuk menurunkan bahan pencemar

Sri Sutyasmi, Ike Setyorini, Prayitno Prayitno

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengolah limbah cair brown crepe agar bisa menurunkan beban pencemar. Limbah cair brown crepe diolah dengan menggunakan 3 model pengolahan yaitu dengan pengolahan primer dan adsorpsi, pengolahan dari bak penampung langsung ke sand filter, dan pengolahan primer yang dilanjutkan ke sand filter. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa penggunaan adsorben arang tempurung kelapa dapat menurunkan beban pencemaar untuk percobaan 1: COD 75,91%, BOD 73,94%, TSS 95,07% dan N-Amonia 91,23%. Percobaan 2: COD 91%, BOD 95%, TSS 84%, dan N-Amonia 61%. Percobaan 3: COD 65%, BOD 65%, TSS 88% dan N-Amonia 81%. Dari ketiga percobaan semua dapat menurunkan beban pencemar, namun yang paling efektif adalah percobaan 2 karena bisa menurunkan beban pencemar COD dan BOD paling tinggi. Variasi debit yang digunakan pada percobaan 2 tidak mempengaruhi penurunan beban pencemar.

Full Text:

PDF

References


Anwar, N. Z. R., Hassan, M. A. A., Mahmood, I., & Khamis, A. K. (2013). Treatment of rubber processing wastewater by effective microorganisms using anaerobic sequencing batch reactor. Journal of Agrobiotechnology, 4, 1-15.

Darmawan, M. A., Wiguna, B., Marimin, & Machfud. (2012). Peningkatan produktivitas proses produksi karet alam dengan pendekatan green productivity: Studi kasus di PT. X. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 22(2), 98-105.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah. (2012). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah. Semarang, Indonesia.

Hakim, W. N., Pinem, J. A., & Saputra, E. (2016). Pengolahan limbah cair industri karet dengan kombinasi proses pretreatment dan membran ultrafiltrasi. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau, 3(1), 1-9.

Marimin, Darmawan, M. A., Machfud, & Putra, M. P. I. F. (2013). Peningkatan produkstivitas proses budidaya karet alam dengan pendekatan green productivity: Studi kasus di PT. XYZ. Agritech, 33(4), 433-441. https://doi.org/10.22146/agritech.9539

Marimin, Darmawan, M. A., Martini, S., & Rahmanto, A. D. (2014). Green productivity improvement model for pre-processed rubber (bokar): Case study at rubber small-holders plantation. In 2nd International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering, & Environment, 135-140. https://doi.org/10.1109/TIME-E.2014.7011606

Mohammadi, M., Man, H. C., Hassan, M. A., & Yee, P. L. (2010). Treatment of wastewater from rubber industry in Malaysia. African Journal of Biotechnology, 9(38), 6233–6243. https://doi.org/10.5897/AJB09.031

Mulyadi. (2007). Chemical process control in water treatment. Reguler Training, Serpong, Aula IPA Cisadane.

Myra, T., David, H., Judith, T., Marina, Y., Ricky, B. J., & Reynaldo, E. (2015). Biological treatment of meat processing wastewater using anaerobic sequencing batch reactor (ASBR). International Research Journal of Biological Sciences, 4(3), 66-75.

Puadji, R., Saraswati, D., & Abudi, R. (2014). Analisis perbedaan kadar BOD dan COD air limbah yang menggunakan biosand filter dengan yang tidak menggunakan pada industri rumah tangga (IRT) laundry di Kec. Kota Tengah Kota Gorontalo. Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Gorontalo, 2(3).

Puspitasari, D. A., Pangastuti, A., & Winarno, K. (2005). Isolasi bakteri pendegradasi limbah industri karet dan uji kemampuannya dalam perbaikan kualitas limbah industri karet. Bioteknologi, 2(2), 49–53. http://doi.org/10.13057/biotek/c020203

Puspitasari, M., & Hadi, W. (2014). Efektifitas Al2(SO4)3 dan FeCl3 dalam pengolahan air minum menggunakan gravel bed flocculator ditinjau dari parameter kekeruhan dan total coli. Jurnal Teknik ITS, 3(2), 162-166.

Riadi, F., Machfud, Bantacut, T., & Sailah, I. (2011). Model pengembangan agroindustri karet alam terintegrasi. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 21(3), 146-153.

Risdianto, D. (2007). Optimisasi proses koagulasi flokulasi untuk pengolahan air limbah industri jamu (studi kasus PT. Sido Muncul) (Tesis). Universitas Diponegoro, Indonesia.

Saravanan, P., Kumar, S. S., & Ajithan, C. (2013). Eco-friendly practice of utilization of food wastes. International Journal of Pharmaceutical Sciences Innovation, 2(1), 14-17.

Sharma, A., Sharma, R., Arora, A., Shah, R., Singh, A., Pranaw, K., & Nain, L. (2014). Insights into rapid composting of paddy straw augmented with efficient microorganism consortium. International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture, 3, 54. http://doi.org/10.1007/s40093-014-0054-2

Suherman, D., & Sumawijaya, N. (2013). Menghilangkan warna dan zat organik air gambut dengan metode koagulasi-flokulasi suasana basa. Riset Geologi dan Pertambangan, 23(2), 125-137.

Utami, A. R. (2013). Pengolahan limbah cair laundry dengan menggunakan biosand filter dan activated carbon. Jurnal Teknik Sipil UNTAN, 13(1), 59-72.

Wardhani, R. S., Iswanto, B., & Winarni. (2009). Pengaruh pH pada proses koagulasi dengan koagulan alumunium sulfat dan feri klorida. Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 5(2), 40-45.

Yulianti, D., Winarno, K., & Mudyantini, W. (2005). Pemanfaatan limbah cair pabrik karet PTPN IX Kebun Batu Jamus Karanganyar hasil fitoremediasi dengan Azolla microphylla Kaulf untuk pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa Linn.). BioSMART, 7(20), 125-130.




DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v34i2.3899

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Sri Sutyasmi, Ike Setyorini, Prayitno

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!