Pengaruh jumlah air terhadap jumlah serapan Cr2O3 pada proses penyamakan krom kulit kambing

Emiliana Kasmudjiastuti

Abstract


            The objective of the research was to study the effect of number of water of Cr2O3 absorbtion in chrome tanning for goat skin and to reduce utilization of water and chrome waste and to optimize function of Cr2O3. Waste water of pickle were used in variation of 20, 40, 60% respectively and control was also mode as comparation. Twenty pieces of green salted goat skin were grouped and devided into four groups and every five pieces were treated five pieces. The applications parameters of quality were determined including Cr2O3 absorbtion, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength and tear strength. The results showed that the number of Cr2O3 absorb and shrinkage temperature in this research was significantly added water effected on tanning process. The pickle water of 40% performed optimal chrome tanning for goat skin in the amount of 3.13% Cr2O3 absorbtion ; 115.38 0C shrinkage temperature; 216.58 kg/cm2 tensile strength; 43.14% elongation at break; 64.77 kg/cm2 stitch strength; 27.46 kg/cm2 tear strength and all of quality parameters fulfill the requirements of Indonesian National Standard (SNI) 06-117-1989 about Quality and Testing Method Goat Skin Glace.

 

Key words : Goat skin, chrome tanning, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength, tear strength, tear strength

 

ABSTRAK

             Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah air terhadap serapan Cr2O3  pada proses penyamakan krom kulit kambing serta mengurangi jumlah pemakaian air dalam upaya mengurangi limbah krom dan mengoptimalkan fungsi Cr2O3. Air bekas proses pengasaman (air pikel) ditambahkan dengan jumlah berturut-turut 20,40, dan 60%. Control atau tanpa tambahan air pikel dibuat sebagai pembanding dan kulit yang digunakan sebanyak 20 lembar dibagi dalam 4 kelompok dan masing-masing perlakuan untuk 5 lembar kulit. Parameter mutu kulit yang diamati meliputi Cr2O3 yang terserap dalam kulit, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Hasil penelitian menunjukan bahwa Cr2O3 yang terserap dalam kulit dan suhu pengkerutan dipengaruhi secara nyata (P≤0,05) oleh air yang ditambahkan pada proses penyamakan. Pemakaian air pikel 40% pada penyamakan krom kulit kambing menunjukan jumlah Cr2O3 yang terserap dalam kulit sebesar 3,13%, suhu pengkerutan 115,380C, kekuatan tarik 216,58 kg/cm2 , kemuluran 43,14%, kekuatan jahit 64,77 kg/cm2, kekuatan sobek 27,46 kg/cm2 dan semua parameter kulit hasil penyamakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI 06-1117-1989 tentang mutu dan cara uji kulit glace kambing.

 

Kata kunci : kulit kambing, penyamakan krom, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit, kekuatan sobek.

 


Full Text:

PDF

References


Anonim. (1976). Acceptable Quality Levels in Leathers. New York, USA: United Nations Publication.

BSN (Badan Standardisasi Nasional. (1989). Standar Nasional Indonesia SNI 1117: 1989: Mutu dan Cara Uji Kulit Glace. Jakarta, Indonesia: BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional. (1989). Standar Nasional Indonesia SNI 1795:1989: Cara Uji Kekuatan Tarik & Kemuluran Kulit. Jakarta, Indonesia: BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional. (1989). Standar Nasional Indonesia SNI 1117:1989: Cara Uji Kekuatan Sobek & Jahit Kulit. Jakarta, Indonesia: BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional. (1989). Standar Nasional Indonesia SNI 0645:1989: Cara Uji Kadar Cr2O3 dalam Kulit Jakarta, Indonesia: BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional. (2005). Standar Nasional Indonesia SNI 7127:2005: Cara Uji Suhu Pengkerutan Kulit Tersamak. Jakarta, Indonesia: BSN.

Jayusman. (1990). Pengetahuan Bahan. Yogyakarta: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Barang Kulit, Karet, dan Palstik.

Oetojo, B. (1994). Penelitian Penggunaan Cr2O3 Minimum untuk Menyamak Masak Kulit Kambing. Buletin Sains dan Teknologi Kulit, 3.

O’Flaherty, F. (1978). The Chemistry and Technology of Leather. New York, USA: Robert E. Krieger Publishy Co.

Purnomo, E. (1991). Penyamakan Kulit Repti. Yogyakarta: Kanisius.

Sarkar, S. T. (1995). Theory and Practice of Leather Manufacturer. India: Mapras

Soemarsono, K. (1990). Air untuk Industri Penyamakan Kulit. Buletin Sains dan Teknologi Kulit, 1.

Suseno, J. (1999). Penyamakan Krom Kulit Pikel Domba untuk Sarung Tngan. Yogyakarta: Akademi Teknologi Kulit.

Tornout, F. V. C. (1983). Recycling of Spent Line and Chrome Liquor. Lyon.




DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v24i1.321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2008 Emiliana Kasmudjiastuti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!