Kajian penerapan recycle, reuse dan recovery untuk proses produksi kulit web blue pada industri penyamakan kulit

Prayitno Prayitno

Abstract


Leather tanning industries are industries that process skin to produce finish leather product by using many stages of process in which for every stage of process will generate a huge amount either liquid or solid waste. If waste are not to be treated properly, it will cause environmental pollution. Implementation of 3R programs i.e. recycle, reuse and recovery will give impact on minimizing of waste problem. In leather tanning industries for producing wet blue leather however, 3R programs have to be implemented in processes of desalting, washing liquor, flesh and fat, chrome liquor and chrome-tanned waste. In implementing 3 R the waste generated can be either reused, recycled or recoveried as follow salt as swelling agent preventing in pickling process; washing liquor waste as washing liquor for dirt washing; flesh and fat as raw material for producing tallow, soap, fertilizer and livestock fodder; chrome liquor waste as chrome agent for chrome tanning and chrome-tanned waste as filler for producing material building or livestock fodder as protein sources.

 Keywords: tanning, 3R, waste, environment

 

 ABSTRAK

 Industri penyamakan kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah menjadi kulit tersamak. Pengolahan bahan baku kulit menjadi kulit tersamak dilakukan melalui beberapa tahap proses, dan setiap tahap proses dipastikan membuang limbah dan jika tidak diolah dengan tepat dan baik dapat mencemari lingkungan. Penerapan program 3 R (Reuse, Recycle, dan Recovery) dimaksudkan untuk memakai ulang, mendaur ulang, dan memungut ulang limbah dari setiap tahap agar limbah yang terbentuk dapat dikurangi atau ditiadakan. Program 3 R pada pembuatan kulit “wet blue” dapat dilakukan pada setiap tahap yang terdiri atas penanganan bahan baku di gudang, perendaman dan pencucian, pemisahan daging, penyamakan dan penyerutan, limbah yang ditimbulkan dari tahapan proses tersebut dapat dalam bentuk garam, air cucian, daging sisa dan lemak, larutan krom dan serutan kulit tersamak. Untuk penerapan program 3 R garam dapat didaur ulang untuk mencegah pembengkakan kulit pada proses pengasaman, bekas air cucian dapat digunakan kembali untuk pencucian tahap awal, daging sisa dan lemak dapat dipungut ulang untuk pembuatan lemak, sabun, pupuk dan makanan ternak, larutan krom dapat di pungut ulang senyawa krom untuk proses penyamakan ulang, sedang serutan kulit tersamak dapat dipungut ulang untuk material bangunan atau sumber protein untuk makanan ternak.

 Kata kunci: penyamakan, 3 R, limbah, lingkungan


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v25i1.232

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Prayitno Prayitno

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!