Pemanfaatan limbah lumpur padat dari industri penyamakan kulit untuk pembuatan bata beton pejal

Suliestyah Wiryodiningrat

Abstract


Solid sludge waste from the Tanning Industry is still a problem in exile, because it is considered as “B3” waste, and containing chromium. The objective of the research utilize solid sludge waste as a partial with two types of variable I,e : 1). Solid concrete block with coral 2). Solid concrete block without coral. Each variable has three variations in the composition of cement, sand and mud, that were 1 part cement : 5 part cement : 4 parts sand : 1 part sludge (without coral) has met the physical requirements of solid concrete block concrete block classification standards, according to SNI-03-0348-1989 quality level IV, which has a minimum compressive strength of 30.25 kg/cm2 (standard 25 kg/cm2) and a maximum water absorption of 13.99% (standard - %). Solid concrete block can be used for buildings that do not  bear the burden and protected from the weather. Having held the test of leachate from solid concrete  block with TCLP method turned out to produce chromium content : 4.017 mg/ l is still below the threshold (5.00 mg/l), which means that concrete can be  used for use outdoors (exposed to rain), because it will not pollute the soil and groundwater and can be transported/brought out the leather tanning factory environment.

 

Keywords : Solid waste sludge, tannery industry, solid concrete block.

 


Sampai saat ini limbah padat lumpur dari Industri Penyamakan Kulit masih menjadi masalah dalam pembuangannya, karena dianggap sebagai limbah B3, dan mengandung bahan kimia krom. Penelitian ini memanfaatkan limbah padat lumpur sebagai agregat pengganti sebagian pasir yang biasa digunakan dalam pembuatan bata beton pejal. Percobaan dilakukan  dengan dua variable jenis bata beton yaitu bata beton pejal menggunakan koral dan tidak menggunakan koral. Masing-msaing variabel, terdiri atas tiga variansi komposisi semen, pasir, dan lumpur, yaitu 1 bagian semen dengan 5 bagian pasir dan lumpur. 4 bagian pasir  : 1 bagian lumpur (tanpa koral) memenuhi syaraf fisik bata beton pejal. Menurut SNI -03-0348-1989 tergolong kualitas tingkat mutu IV yaitu mempunyai kuat tekan minimum 30,25 kg/cm2 (standar 25 kg/cm2) dan penyerapan air maksimum 13,99% (standar 0%). Bata beton pejal dapat digunakan untuk bangunan yang tidak memikul beban dan terlindungi dari cuaca (hujan dan panas). Lindi bata beton pejal dengan metode Toxicology Characteristic Leaching Procedure (TCLP) ternyata memiliki kadar krom, 4,017 mg/l dan merupakan nilai di bawah ambang batas maksimum yaitu 5,00 mg/l. Hal ini berarti bahwa bata beton pejal tersebut dapat digunakan untuk pemakaian di luar ruangan (terkena air hujan).

 

Kata Kunci : limbah lumpur padat, industry penyamakan kulit, bata beton pejal. 


Full Text:

PDF

References


Adiet, J.(1999).Utilization of Tannery by Products.AILCA.Spain

Andriati, A.H. (2000). Pengaruh Penambahan Bahan Tambahan Jenis D pada Beton. Jurnal Permukiman. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta. Indonesia

Anonim. (1982). Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Jakarta. Indonesia

Anonim. (2003). Pemanfaatan Agregat Halus (Pasir) untuk Komponen Bangunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta. Indonesia

American Standard for Testing Materials. (2003). D.3666-01: Standard Spesification or Minimum Requerements for Agencies Testing and Inspecting Road and Paving Materials

Astuti, M. (1980). Rancangan Percobaan dan Analisa Statistik. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Indonesia

Tomaselli, D.M. (1999). Treating Sludges and Solid Residues. Ital World Leather, 12(7), 26

Hardiani, H., & Sugesti, S. (2009). Pemanfaatan Limbah Sludge Industri Kertas Sigaret untuk Bahan Baku Bata Beton. Berita Selulosa, 44(2)

Ludvik,J. (2000). Chrome Management in the Tanyard. Regional Programme for Pollution Control in The Tanning Industry in South-East Asia

Wiryasa, M.A., dan Sudarsana, I.W. (2009). Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Bahan Substitusi Semen dalam Pembuatan Bata Beton Pejal. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 13(1)

Rosyida, M.D. (2007). Pengaruh Penambahan Tras Mulia pada Beton Berlubang Ditinjau terhadap Kuat Tekan dan Serapan Air. Universitas Negeri Semarang

Murdock, L.J., & Brook, K.M. (1981). Bahan dan Praktek Beton. Erlangga. Jakarta

Mustain. (2006). Uji Kuat Tekan dan Serapan Air pada Bata Beton Berlubang dengan Bahan Ikat Kapur dan Abu Layang. Universitas Negeri Semarang

Post, V., Swaminathan, R., Aloy, M., and Poncet, T., (1999). Manual on Landfill for Tannery Sludge. Regional Programme for Pollution Control in the Tanning Industry in South East Asia

Nawy & Edward, G. (2009). Beton Bertulang.. Bandung. Indonesia. PT Eresco

Raghava, R.J., & Ramasani, T. (2001). Do-Ecology Solutions for Leather Sector: Technology Initiatives, International Conference of South and South East Asian Countries on Leather and Allied Industry. India

Sahasranaman, A. (1998). Cleaner Technologies and Trade/Comercial Aspect. Regional Workshop on Cleaner Tanning Technologist. India

Shackel, B. (1990). Design and Contruction of Interlocking Concrete Block Pavement. Elsevier Applied Science. England

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (1987). SNI (Standar Nasional Indonesia) 03-0028-1987 Ubin Semen Polos. Jakarta. Indonesia:BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (1989). SNI (Standar Nasional Indonesia) 03-348-1989 Mutu dan Cara Uji Bata Beton Bertulang. Jakarta. Indonesia:BSN.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (1996). SNI (Standar Nasional Indonesia) 03-0691-1996 Bata Beton (Paving Block). Jakarta. Indonesia:BSN.

Sutyasmi, S., Sunaryo, I., Mustofa, H., & Susila, J. (2004). Pemanfaatan Lumpur Limbah Industri Penyamakan Kulit untuk Kompos dan Pengaruhnya terhadap Kandungan Krom dalam Tanaman Uji (Jagung dan Sawi). Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 20(1), 30-35.

Sudarmoko & Hariyanto, T. (2001). Genteng Beton dengan Substitusi Tras. Forum Teknik 2

Poncet, T. (1998). Tannery Sludge Management. The 4th Asian International Conference of Leather Science and Technology. Beijing. China

Tjokrodimulyo & Kardiono. (1996). Teknologi Beton. Yogyakarta. Indonesia. Penerbit Navitri




DOI: http://dx.doi.org/10.20543/mkkp.v26i1.225

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2010 Suliestyah Wiryodiningrat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MKKP indexed by:

Cover Page Cover Page     Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page     Cover Page    Cover Page    Cover Page    Cover Page     Cover Page     Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page   Cover Page              

 

 

 

Free counters!