STUDI EKONOMI PERALATAN DAN PEMBUATAN ASAM DISILANE POLISULFONAT SEBAGAI KATALIS TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT BERMUTU RENDAH MENJADI BIODIESEL

Harry P. Limbong, Justaman A. Karo Karo, Edwin H. Sipahutar

Abstract


Pembuatan katalis bersumber dari  Pasir kwarsa banyak terdapat  di Indonesia dengan berbagai metode proses pembuatan sesuai dengan karakteristik katalis yang akan diperoleh. Karakteristik katalis turunan organo silane  yang diharapkan adalah katalis yang mampu bereaksi pada minyak yang memiliki ALB yang tinggi dan katalis tersebut mudah di recovery kembali untuk dapat digunakan kembali. Adapun tahapan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahap proses dimana pertama difokuskan pada pemisahan silikon dari pasir kwarsa kemudian dilanjutkan pada proses berikutnya dengan sintesa (pembuatan) katalis dan peralatan pemisahan silikon dari kwarsa (tanur). Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah bahan silikon hasil pemisahan dari pasir kuarsa dan peralatan pemisahan silikon dari pasir kuarsa (tanur) yang menggunakan bahan baku lokal pasir kuarsa. Desain dan peralatan proses pemisahan silikon dari pasir kuarsa dengan kapasitas 10 gr sampel/batch dengan spesifikasi peralatan : panjang : 30 cm, lebar : 25,5 cm, tinggi kolom : 34 cm, diameter kolom : 30 cm, tebal plat : 0,8 mm dan dari hasil uji coba diperoleh silikon dari hasil konsentrasi silikon sebesar 65% (3,003 gr) dengan konsentrasi 78,5%. Dari studi teknik ekonomi dalam skala Industri Kecil dan Menengah sebagai berikut : Kapasitas produksi = 10 kg/hari ; Jumlah hari kerja  = 300 hari/tahun ;  Jumlah Investasi = Rp. 212.500.000,-  ; Biaya produksi (1 tahun) = Rp.722.750.000,- ; Biaya tidak tetap ( 1 tahun) = Rp.634.000.000,- ; Biaya tetap (  1 tahun) = Rp.88.750.000,- ; Laba kotor per tahun  =  Rp. 777.250.000,- ;  Laba bersih per tahun dengan pajak pajak 12 % = Rp. 683.980.000 ; Pengembalian Investasi (Return On Investment - ROI) = 1,24 tahun ; Kapasitas Produksi Pada Batas Tidak Untung - Tidak Rugi (Break Event Point - BEP) = 10,25 % . Jumlah Produksi Pada Skala BEP = 1,025 kg/hari


Keywords


pasir kuarsa; silikon; katalis; tanur; pemisahan dan tekno ekonomi;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Bangun,N. dan Panjaitan, F. R. ( 2011). Penggunaan Polistirena sulfonasi sebagai katalis transesterifikasi minyak jarak dengan ALB 8%, Pusat Penelitian Kelapa Sawit, tidak dipublikasikan.

Demirbas, A. 2009. Progress and recent trends in biodiesel fuels. Energy Conversion and Management 50 :14–34

Lotero, E., Liu, Y.J. Lopez, D.E. Suwannakaran, K. Bruce, D.A. and Goodwin, J.G. 2005. Synthesis of biodiesel via acid catalysis. Industrial & Engineering Chemistry. Research 44 : 5353- 5363

Panjaitan, F.R dan Bangun, N. (2013). Transesterifikasi Satu tahap CPO low grade menggunakan katalis unggul Silikorganik asam polisulfonat untuk menghasilkan Biodiesel. INSINAS 2013, Jakarta 7-8 november 2013. Kementrian Riset dan Teknologi

Shu, Q., Nawaz, Z. Gao, J. Liao, Y. Zhang, Q. Wang, D. and Wang, J. 2010. Synthesis of biodiesel from a model waste oil feedstock using a carbon-based solid acid catalyst: Reaction and separation. Bioresource Technology 101 : 5374–5384

Suganuma, S., Nakajima, K. Kitano, M. Yamaguchi, D. Kato, H. Hayashi, S. and Hara, M. 2008. Hydrolysis of cellulose by amorphous carbon bearing SO3H, COOH, and OH groups. J. Am. Chem. Soc. 130: 12787–12793.

West, R and Rochow, E.G 1953, The preparation of organosilanes from dichlorosilane.J Org. Chem.18 (3) : 303-308.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.