ISOLASI BAKTERI HETEROTROFIK ANAEROBIK PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL

Novarina Irnaning Handayani, Misbachul Moenir, Nanik Indah Setianingsih, Rizal Awaludin Malik

Abstract


Pengolahan air limbah secara anaerob merupakan salah satu metode pengolahan biologi yang dapat mengolah limbah tekstil. Mikroorganisme yang mendominasi dalam proses tersebut adalah bakteri fakultatif dan anaerob obligat, dengan produk akhir gas-gas seperti karbondioksida dan metana. Dalam proses degradasi zat organik dalam air limbah industri tekstil secara anaerobik akan melibatkan berbagai jenis bakteri anaerobik baik dalam tahap hidrolisa, tahap asidigenesis maupun tahap metanogenesis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kultur mikroorganisme anaerobik spesifik yang mampu mendegradasi limbah tekstil dan dilakukan dengan cara isolasi kemudian dilanjutkan dengan pengkayaan (enrichment) bakteri dan uji kemampuan mendegradasi bahan cemaran dari air limbah industri tekstil yang mengandung amilum, parafin, selulosa, dan warna. Secara keseluruhan didapatkan 29 (dua puluh sembilan) isolat bakteri. Dari isolat tersebut 12 (dua belas) isolat terbaik yang mampu mendegradasi amilum adalah BDLA 5, BDLA 4, BDLA 6, mendegradasi parafin adalah BDLP 3, BDLP 1, BDLP 2, mendegradasi selulosa adalah BDLC 2, BDLC 5, BDLC 1, dan mendegradasi warna adalah BDLW 3, BDLW 7, BDLW 2.


Keywords


textile wastewater; anaerobic; isolation; degradation

Full Text:

XML PDF

References


Aslam MM., Baig MA., Hassan I., Qazi IA., Malik M., Saeed H., 2004, Textile wastewater cheracterization and reduction of its BOD & COD by oxidation, EJEAF Vol 3, pp. 804-811.

Beguin P., Aubert JP., 1994, The biological degradation of cellulose, FEMS Microbiology Rev. 13, pp.25-58.

Beguin P., Millet J., Chauvaux S., Salamitou, Tokatlidis K., 1992, Bacterial cellulases, Biochem. Soc Trans 20, pp. 42- 46.

Dwijoseputro, 2005, Dasar-dasar mikrobiologi, Penerbit Djambatan, Jakarta.

Joanne Bell, Chris A. Buckley, 2003, Treatment of a textile dye in the anaerobic baffled reactor,, Journal Home 29(2).

Jutono, 1980, Pedoman praktikum mikrobiologi umum, Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.

Keane J., D Verde, 2008, The role of textile and clothing industries in growth and develeopment strategies

Leschine SB., 1995, Cellulose degradation in anaerobic environments, Ann~ Rev Microbiol. 49, pp. 399-426.

Moenir M., Djarwanti, Syahroni C., Rame, Marlena B., Budiarto A., 2015, Teknologi hibrid anaerobic-wetland untuk pengolahan air limbah industri pencucian jean, Prosiding Workshop Hasil Litbang Unggulan Kementerian Perindustrian

Savin Irina, Butunaru Romen, 2008, Wastewater characteristic in textile finishing mills, Env Eng and Management Journal 7(6), pp. 859-864.

Stolp H., Starr MP., 1981, Principle of isolation, cultivation, and conservation of bacteria: The Prokaryots, Springer, Verlag Berlin Heidleberg.

Stronach SM., Rudd T., Lester JN., 1986, Anaerobic digestion processes in industriall wastewater treatment, Springer, Verlag Berlin Heidleberg.

Simmi Goel, 2010, Anaerobic baffled reactor for treatment of textile dye effluent, Journal of Scientific & Industrial Research Vol 69, pp. 305-307.

Volk WA., Wheeler MF., 1988, Mikrobiologi Dasar, Jilid II, Terjemahan Soenatomo Adispemarto, Penerbit Erlangga, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21771/jrtppi.2016.v7.no1.p39-46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JRTPPI INDEXED BY :

 photo doaj_logo_zps1elblh0p.pngresearcherid photo Crossref_Logoresearcherid

   


Copyright of Research Journal of Industrial Pollution Prevention Technology (p-ISSN 2087-0965 | e-ISSN 2503-5010). Powered by OJS, Theme design credited to MEV edited by JRTPPI

 

           Creative Commons License