ANALISA SIFAT FISIS DAN NILAI KALOR PELLET BAMBU

Effendi Arsad

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan karena potensi bambu yang banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi pembuatan pellet bambu dan meningkatkan nilai tambah bambu sebagai sumber energi alternatif. serbuk bambu dikeringkan  hingga kadar air  sekitar 14% diayak dengan ukuran lubang ayakan 15 Mesh.  Serbuk bambu  ditimbang sesuai keperluan dan diaduk hingga merata dengan perekat kanji. Dimasukkan ke dalam alat cetak, dipress dengan suhu 100 0c, 150 0c dan 200 0c dengan tekanan  2 ton dan 3 ton. Hasil uji kadar air Pellet bambu kuning 5,19% - 4,78%; pellet  bambu buluh 10,08% - 9,30%; pellet campuran5,40% - 4,08%; BJ pellet bambu kuning 0,79 -0,86; pellet bambu buluh 0,49 – 0,58; campuran 0,42 – 0,52; kadar abu pellet bambu kuning 1,62% - 1,84%; pellet bambu buluh 2,56% - 2,67% dan pellet campuran 2,08% - 2,27%;  Nilai kalor pellet bambu kuning sebesar 4.231– 4.584 kal/g; pellet bambu buluh 3.095 – 4.521kal/g dan  pellet campuran 4.140 – 4.733 kal/g.


Full Text:

PDF

References


Anonim, 2010. Wood pellet sebagai sumberenergy dari limbah kayu , Siaran Pers No S. 108/PIK-1/2010.

.……………. , ASTM. D2015-00 Standard Test Method for Gross Caloric Value of coal and Coke by the Adiabatic Bomb Calorimeter.

…………… .., ASTM D 1762 – 84 Standard Test Method for Chemical Analysis of Wood Charcoal.

Arsad, E 2014. Peningkatan Daya Tahan Bambu Dengan Proses Pengasapan untuk Bahan Baku Kerajinan, Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, Vol, 6 No. 2 Des 2014. 23 -30.

FAO, INBAR, 2005. Global Forest Resources Assesment Updet 2005. Indonesia Country. Report on Bamboo Resources. Forest resources Assesment Programme W orking paper (Bamboo) Food and Agreculture Organization of the United Nation (FA O), Forestry Departement and International Network for Bamboo and Rattan (INBAR). Jakarta, May, 2005.

Mohamad S. Hidayat, (2012) “Bambu sebagai produk ramah lingkungan guna meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan” Pidato Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Rulliaty et al, (2012). Sifat dasar dan kegunaan bambu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan,.Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Bogor. Vol. 32 No. 3, Sep, 2014.

Rocha, 2006. Mechanical Evaluation for the Quality Control of Biomass Pellets and Briquettes. Briquetting and Thermal Waste Treatment Group. of RWTH Aachen University.

Tampubolon, AP. 2008.dalam Arsad, E (2013). Kajian Kebijakan Energi Biomassa Kayu Bakar Study of Fuelwood Biomass Energy Policies . Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 5(1): 29 – 37. Pusat Litbang Hasil Hutan Bogor.

Terroka A, 2009. Can residential Biomassa Pellet Stoves Meet a Significant Investigation.The green Institute http//www.greeninstitute org/media/documents/ pelletstovepaper.diakses 5 Juni 2014v.2pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.24111/jrihh.v7i1.854

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JRIHH INDEXED BY :

       
       


Published by BARISTAND INDUSTRI BANJARBARU (E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400).

 Creative Commons License