Ektraksi getah jernang (Daemonorops draco) sistem basah dengan dua tahapan proses: perbedaan rendemen dan mutu [Extraction of dragon’s blood (Daemonorops draco) wet system by two-step process: effect of yield and quality]

Mahlinda Mahlinda, Abdul Thalib, Lancy Maurina, Ridho Kurniawan, M Dani Supardan

Abstract


Abstrak. Jernang (dragon’s blood) merupakan resin berwarna merah yang diekstrak dari buah rotan (Daemonorops draco). Resin ini merupakan salah satu produk hasil hutan non-kayu yang sudah digunakan secara terus menerus sebagai obat (antibakteri, antikanker, antiviral, antiinflamasi), pewarna, bahan kemenyan dan vernis. Secara tradisional, getah jernang diekstrak menggunakan teknik sederhana dengan menghentakkan buah rotan segar di dalam keranjang rotan sehingga resin yang menempel terlepas dan jatuh dari kulitnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh ekstrak buah rotan menggunakan dua tahapan proses (proses tahap pertama menggunakan buah rotan segar dan proses tahap kedua menggunakan limbah buah rotan dari proses tahap satu). Pada proses tahap pertama, penelitian dilakukan dengan cara buah jernang segar dikumpulkan, sortasi, ekstraksi, pemisahan, pengendapan, pengepresan, pengeringan dan pengujian mutu. Sedangkan pada proses tahap kedua, dilakukan dengan cara mengumpulkan ampas buah jernang (dari proses tahap I), pelumatan, penyaringan, pengendapan, pengepresan, pengeringan dan pengujian mutu. Hasil pengujian menunjukkan, untuk proses tahap pertama memperoleh rendemen resin 2,56% dengan kadar resin 60,86%, pengotor 12,56%, abu 5,44% dan berwarna merah gelap. Sementara, proses tahap kedua memperoleh rendemen resin sebesar 3,99% dengan kadar resin 30,73%, pengotor 49,2%, abu 7,32% dan berwarna merah terang. Dibandingkan dengan SNI 1671–2010, produk resin dari tahap pertama memenuhi mutu A dan mutu B untuk resin dari proses tahap kedua.

Kata Kunci : jernang; resin; rotan; ekstraksi


Abstract. Jernang (dragon’s blood) is a red resin extracted rattan fruit (Daemonorops draco). This resin is one of the non timber forest products that has been continously used as medicine (anti bacterial, anticancer, antiviral, anti-inflammatory activity and antioxidant), dyes, incenses materials and varnish. Traditionally,  a simple technique to extracted dragon’s blood resin by pounding fresh rattan fruits in a rattan basket so that the resin that adheres to the outer fruit skins become loose and fall from those skins. The aim of this study was to extract rattan fruit (daemonorops draco) using two-step process (first process by using fresh rattan fruits and second process by using rattan fruit waste from first process). The result of this research showed that the first step obtains 2,56 % dark red resin yield which contain 60,85% of resin, 12,56% of  impurities and ash 5,44 % of ash respectively. Meanwhile, the second step obtains yield of light resin 3,99% with resin content 30,73%, impurities 49,2% and ash 7,32%. According to SNI  1671-2010,  resin product from first and second step  process is A and B respectively.

Keywords : dragon blood; resin; rattan; extraction



Keywords


dragon blood; resin; rattan; extraction

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Asra, R., Syamsuardi, Mansyurdin, & Witono, J. R. (2014). The study of genetic diversity of daemonorops draco (Palmae) using ISSR markers. Biodiversitas, 15(2), 109–114. https://doi.org/10.13057/biodiv/d150201

Gafar, P. A. (2010). Performa teknologi dan mutu jernang produksi Indonesia. Jurnal Riset Industri, 4(3), 37–50).

Gupta, D., Bleakley, B., & Gupta, R. K. (2007). Dragon’s blood: Botany, chemistry and therapeutic uses. Journal of Ethnopharmacology, 115(3), 361–380. https://doi.org/10.1016/j.jep.2007.10.018

Jiang, X., Qiao, L., Liu, L., Zhang, B., Wang, X., Han, Y., & Yu, W. (2017). Dracohodin perchlorate accelerates cutaneous wound healing in wistar rats. Hindawi, 2017, 1–9. https://doi.org/10.1155/2017/8950516

Jura-Morawiec, J., & Tulik, M. (2016). Dragon’s blood secretion and its ecological significance. Chemoecology, 26(3), 101–105. https://doi.org/10.1007/s00049-016-0212-2.

Mulyati, S., Fitriani, C., Sara, S., Pulungan, F. I., & Fathanah, U. (2017). Identifikasi senyawa Dracohodin dari komoditi jernang (Daemonorops draco (Wild) Blume) di Aceh. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe, 1(1), 110–112.

Namjoyan, F., Kiashi, F., Moosavi, Z. B., Saffari, F., & Makhmalzadeh, B. S. (2016). Efficacy of Dragon’s blood cream on wound healing: A randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 6(1), 37–40. https://doi.org/10.1016/j.jtcme.2014.11.029

Purwanti, S., Wahyuni, W. T., & Batubara, I. (2019). Antioxidant activity of Daemonorops draco resin. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 22(5), 179-183. https://doi.org/10.14710/jksa.22.5.179-183

Sahwalita. (2014). Budidaya rotan jernang. Modul pelatihan rotan Kabupaten Musi Banyuasin. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1-12

Saifuddin, & Nahar. (2018). Resin purification from dragons blood by using sub critical solvent extraction method. Proceeding of IOP Conf. Series: Material Science and Enggineering, 345, 1–7.https://doi.org/10.1088/1757-899x/345/I/0112013.

Wahyudi A., & Janneta S. (2011). Potensi dan permudaan alam rotan penghasil jernang di kawasan taman nasional Bukit Tiga Puluh, Riau. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(3), 237–243. http://doi.org/10.20886/jphka.2011.8.3.237-243

Waluyo. (2013). Perbandingan sifat fisiko-kimia 5 jenis jernang. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(2), 141-150. http://dx.doi.org/10.20886/jphh.2013.31.2.141-150.

Waluyo, T. K., & Wibowo, S. (2018). Dracorhodin: A potential marker compound for detecting the presence of dragon’s blood resin from Daemonorops originated from Indonesia. Biodiversitas, 19(5), 1665–1671. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190510.

Wiyono B. (2010). Dragon’s blood extraction at various seed maturity levels and their physico-chemicall properties. Project Report The Rattan Research Grant Program of the ITTO-Philipines-ASEANS Rattan Project. 1-40.

Yetty, Hariyadi, B., & Murni, P. (2013). Studi etnobotani jernang (Daemonorops spp.) pada masyarakat desa Lamban Sigatal dan Sepintun Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi. Biospecies, 6(1), 38–43.

Yi T., Chen B.H., Zhao Z.Z., Yu L.Z & Jiang H.Z., (2011). Comparison of the chemical profile and anti-platelet aggretitation effect of two “Dragon’s Blood” drugs used in traditional Chinese medicine. Journal of Ethnopharmacology, 133(2), 796–802. https://doi.org/10.1016/j.jep.2010.11.008.




DOI: http://dx.doi.org/10.24111/jrihh.v12i1.5924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JRIHH INDEXED BY :

       
       


Published by BARISTAND INDUSTRI BANJARBARU (E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400).

 Creative Commons License