DESAIN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA RENCANA KAWASAN INDUSTRI BERBASIS KULIT DI KABUPATEN MAGETAN

Broerie Pojoh

Abstract


Desain pengolahan limbah cair pada rencana kawasan industri berbasis kulit di Kabupaten Magetan dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi dokumen perencanaan pengembangan kawasan industri berbasis kulit.Desain IPAL dibangun dengan mempertimbangkan data lapangan, kontur rencana lahan kawasan industri, rencana kapasitas operasional kawasan industri, hasil wawancara dengan pemangku kepentingan, FGD, serta dipadukan dengan kajian empiris dan teoritis pengolahan air limbah industri. Permasalahan di lapangan saat dikaji adalah kapasitas pengolahan yang terbatas serta semakin meningkatnya pengusaha pengguna. Perkiraan volume dan kapasitas limbah cair yang dihasilkan oleh aktivitas industri berkisar antara 60-80% dari konsumsi air bersih sebesar ±2500 m3/hari.Unit utama pengolahan pada IPAL kawasan industri yang direncanakan meliputi unit ekualisasi, unit pemisahan padatan, unit biologis, dan unit pengolahan lumpur.Untuk menghemat lahan maka IPAL dirancang secara kompak. Aliran limbah cair diatur secara gravitasi dan atau menggunakan pompa dan bersifat kontinu. Total luas areal yang diperlukan untuk membangun IPAL adalah 9.147 m2 (atau sekitar 5,20% dari total luas Kawasan Industri), terdiri atas bangunan kantor dengan luas300m2, bangunan Lab IPAL dengan luas 144 m2, bak/tangki pengolah IPAL dengan luas3.500m2, incinerator dengan luas36 m2, dan RTH dengan luas5.167 m2. Rancangan dimensi dari tangki/bak-bak pengolahan didesain untuk dapat menampung limbah cair yang mengalir dengan waktu tinggal satu jam. Prediksi biaya yang relatif besar dari pembangunan IPAL dapat menjadi penghambat dibangunnya kawasan industri tersebut, tapi dilain pihak keberadaannya akan menjadi salah satu daya tarik investasi karena kecenderungan permintaan dunia terhadap produk kulit yang dihasilkan oleh pusat pengolahan yang berwawasan lingkungan. Kata kunci: Kawasan Industri, IPAL, pengelolaan limbah cair

Full Text:

PDF

References


Neto, M.M., Vendrametto, O., Fusco JPA. Automated System for Leather Inspections: the Machine Vision. Emerging Solutions for Future Manufacturing Systems. 2002.

Rao, J.R., P. Thanikaivelan BUN. An eco-friendly option for less-chrome and dye-free leather processing: in situ generation of natural colours in leathers tanned with Cr–Fe complex. Clean Technol Environ Policy. 2002;4:115–21.

Rydin S. Risk management of chemicals in the leather sector: a case study from Sweden. In: Bilitewski B et al., editor. Global risk-based management of chemical additives I: Production, usage and environmental occurrence The handbook of environmental chemistry, vol 18. 2012. p. pp 207–24.

Islam, G.M.R, F.E. Khan, Md. M. Hoque YNJ. Consumption of unsafe food in the adjacent area of Hazaribag tannery campus and Buriganga River embankments of Bangladesh: heavy metal contamination. Environ Monit Assess. 2014;186:7233–44.

Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun 1999 tentang Limbah Berbahaya dan Beracun. Jakarta: Kementerian Sekretaris Negara RI.; 1999.

Musa, A.E., B. Madhan, S. V. Kanth, J. R. Rao, B. Chandrasekaran GAG. Cleaner tanning process for the manufacture of upper leathers. Clean Technol Environ Policy. 2010;12:381–8.

El Monayeri, D.S., El Monayeri, O.D., El Gohary, E.H., and Aboul-fotoh AM. Industrial Wastewater Treatment Systems in Egypt: Difficulties and Proposed Solutions. In: A.T. Atimtay and. Sikdar S., editor. Security of Industrial Water Supply and Management 209 NATO Science for Peace and Security Series C: Environmental Security, DOI 101007/978-94-007-1805-0_14. Springer Science+Business Media B.V.; 2012.

Bappeda Kabupaten Magetan. Peraturan Daerah Kabupaten Magetan No. 8 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2005-2025. 2009.

Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri. Jakarta: Kementerian Sekretaris Negara RI.; 2009.

Laporan survei lapangan pada Kelompok LIK I dan LIK II Ringinagung, Kab. Magetan. Magetan; 2013.

Rivela, B., M. T. Moreira, C. Bornhardt, R. Mendez GF. Life cycle assessment as a tool for the environmental improvement

of the tannery industry in developing countries. Environ Sci Technol. 2004;38:1901–9.

Mahrikova I. Sludge Tanks Operation in Small and Middle-sized Wastewater Treatment Plants. Advanced Water Supply and Wastewater Treatment: A Road to Safer Society and Environmnet. DOI 10.1007/978-94-007-0280-6_14, © Springer Science+Business Media B.V.; 2011.

Focus Group Discussion KI Berbasis Kulit di Kabupaten Magetan. Jakarta; 2013.

Direktorat PFI Wilayah II, Ditjen PPI KP. Penyusunan Master Plan Kawasan Industri Magetan. Jakarta; 2013.

Kiely G. Environmental Engineering. Boston: McGraw-Hill International; 1998.




DOI: http://dx.doi.org/10.33749/jpti.v7i2.4808

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

Jurnal Penelitian Teknologi Industri

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado 95112

Telepon (0431) 852395

pos-el :

brsmanado@yahoo.com

jpti.baristandmanado@yahoo.co.id

Website : http://baristandmanado.kemenperin.go.id/

 

Index By:

 crossref logo       google scholar logo           google scholar logo        google scholar logo

Copyright © Baristand Industri Manado, Powerd By OJS

kemenperin logo