PENGARUH PENAMBAHAN GULA TERHADAP LAMA PENYIMPANAN KELAPA MUDA DALAM SIRUP

Hilda F G Kaseke, Ardi Makalalag

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi gula terhadap lama penyimpanan kelapa muda dalam sirup. Metode Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu,Faktor A: Variasi penambahan gula, dimana A0=tanpa penambahan gula, A1=penambahan gula 55%, A2=penambahan gula 65%, dan A3= penambahan gula 75%. Sedangkan Faktor B adalah lama penyimpanan, dimana B0=tanpa penyimpanan, B1=ama penyimpanan 2 minggu, B2=lama penyimpanan 4 minggu, dan B3=lama penyimpanan 6 minggu. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa aroma mendapatkan penilaian dengan kisaran angka 3,12-3,62 (masih disukai oleh panelis), rasa mendapatkan penilaian dengan kisaran 3,59-3,75 (agak suka sampai suka), warna mendapat penilaian dengankisaran 4,314,86 (suka hingga sangat suka), serta tekstur mendapat penilaian dengan kisaran 3,79-3,84(suka sampai sangat suka). Berdasarkan pengujian organoleptik tersebut di atas diperoleh hasil yang terbaik atau yang paling disukai adalah produk dengan perlakuan A1 dengan lama penyimpanan sampai 6 minggu. Produk olahan kelapa muda yang dikemas dalam wadah botol jar memiliki potensi untuk di ekspor.  Kata kunci : kelapa muda, kelapa muda dalam sirup gula, penyimpanan

Full Text:

PDF

References


Betsy, C dan D. Pakasi. 2013 Pengembangan Kelapa Sebagai Komoditi Unggulan Daerah Sulawesi Utara Dengan Pendekatan Klaster Industri. Seminar Nasional: Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal Pertanian dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

. Sumantri, Rohman, Abdul. 2007. Analisis Makanan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Sumoharjo, T., 2008. Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Melalui Pengembangan Daya Saing Berbasis Potensi Daerah. Fokusmedia

Barlina R. Potensi buah kelapa muda untuk kesehatan dan pengolahannya. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. 2004; 3(2):4660

Asni, N., LindaYanti, Muzirman, N. Dewi, S. Kiki, M. Nur Imdah, Hasniarti dan H. Rustan. 2005. Pengkajian Teknologi Penanganan Pasca Panen Mendukung Agro Industri Kelapa. Laporan Hasil Kegiatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jambi

Yanti, L dan N. Asni. 2014. Teknologi Pengolahan Sirup Kelapa Ramah Lingkungan Untuk Pemberdayaan Petani di Lahan Pasang Surut Provinsi Jambi. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VIII

Barlina, dkk. 2007. Pengaruh Perbandingan Air Kelapa dan Penambahan Daging Kelapa Muda Serta Lama Penyimpanan Terhadap Serbuk Minuman Kelapa. Jurnal Littri. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka). 13(12) : 73-80.

Barus, P. 2009. Pemanfaatan Bahan Pengawet Dan Antioksidan Alami Pada Industri Bahan Makanan. Universitas Sumatra Utara. Medan.

Setiawan, O dan A. Sunarya. 2005.Teknik Pengawetan Buah Kelapa Muda

Menggunakan Natrium Metasulfit. Buletin Teknik Pertanian Vol. 10, Nomor 1.

Adisasmita, R. 2008. Pengembangan Wilayah : Konsep dan Teori. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta

Kuncoro M., 2004. Otonomi dan Pengembangan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Erlangga Jakarta

Eko, S. 2010. Blansing dan Pasteurisasi. Diakses: 22 Maret 2015. http://hawusiwa.blogspot.com/2010/03/blansi ng-dan-pasteurisasi.html.Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.33749/jpti.v7i1.4682

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado

pos-el: brsmanado@yahoo.com

 




JPTI indexed by: