EVALUASI NILAI GIZI IKAN TERI DENGAN PEMBERIAN BUMBU PADA UMUR SIMPAN BERBEDA

Angcivioletta Moniharapon, Fetty Indriaty

Abstract


Telah dilakukan pengembangan pemanfaatan ikan teri menjadi “walowa kacang” dengan menggunakan bumbu-bumbu sebagai penambah cita rasa bawang putih dan cabai  memiliki sifat antimikrobial yang aman bagi manusia sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan penelitian terdahulu dengan inovasi penambahan cita rasa pedas, bawang, dan pencampuran antara pedas dan bawang pada walowa kacang, serta menganalisa mutu dari walowa kacang yang bercitarasa setelah proses pembuatan dan proses penyimpanan.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode percobaan deskriptif dengan pemberian bumbu cabai, bawang dan campuran cabai dan bawang yang dilaksanakan dengan tahap yaitu pemberian garam 3% dan bumbu-bumbu bawang putih, cabai dan campuran bawang putih dan cabai masing-masing sebanyak 2% dan dilakukan penyimpanan selama 0, 1, 2, 3 bulan. Penilaian mutu kimia dilakukan selama penyimpanan melalui pengujian kadar air, kadar protein, uji mikrobiologi (TPC) dan uji organoleptik.Hasil penelitian menyatakan bahwa selama 3 bulan penyimpanan, nilai kadar air terhadap TPC walowa kacang mengalami penurunan sebesar 8.46%, sedangkan kadar protein walowa kacang  meningkat, untuk setiap penambahan citarasa bawang, cabai dan campuran bawang dan cabai. Nilai Organoleptik Tekstur, Rasa dan Kenampakan (citarasa bawang, cabai dan campuran bawang dan cabai) Walowa Kacang berturut-turut adalah poin 3(agak disukai) dengan lama penyimpanan terbaik 0-2 bulan, poin 3 (agak disukai) dengan lama penyimpanan 0-3 bulan, dan poin 4 (disukai) dengan lama penyimpanan 0-2 bulan. Kata Kunci: Ikan Teri, Bumbu, Nilai Nutrisi, Penyimpanan

Full Text:

PDF

References


Sediaoetama A. Ilmu Gizi. Jilid 2. Jakarta: Dian Rakyat; 1999. 2. Romawati MD, Ma’ruf WF, Romadhon. Pengaruh Kadar Garam terhadap Kandungan Histamin, Vitamin B12, dan Nitrogen Bebas Terasi Ikan Teri (Stolephorus sp). J Pengolah dan Bioteknol Has Perikan. 2014;Volume 3, . 3. Hardiansyah, Briawan D. Penilaian dan perencanaan konsumsi pangan dan gizi. Bogor; 1990. 4. Perana AW. Penambahan Ikan Teri (Stolephorus sp) sebagai Sumber Protein

dalam Pembuatan Tortilla Chips. Bogor; 2003.

Moniharpon A, Tandililing M, Lidya MJ, Reklelie E, Eolung N, Riyanti RY. Pengembangan Pemenafaatan Ikan Teri Menjadi “Walowa Kacang.” J Penelit Teknol Ind. 2012;Volume 4. :60–4. 6. Anonim. Presipitasi protein (Salting In dan Salting Out) [Internet]. Yahoo.com. 2011 [cited 2015 Jan 20]. Available from: http://tokekbiru.blogspot.co.id/2011/05/presipit asi-protein-salting-in-dan.html 7. Gunarif T, Gumbira S, Wiraatmadja. Operasi Pengeringan pada Pengolahan Hasil Pertanian. Jakarta: PT. Melton Putera; 1988. 8. Safrizal R. Kadar Air Bahan [Internet]. Yahoo.com. 2011. Available from: http://reflitepe08.blogspot.co.id/2011/03/vbehaviorurldefaultvmlo.html 9. Hadiwijoyo S. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Jilid 1. Yogjakarta: Liberty; 1998. 10. Sedjati S, Agustini TW, Surti T. Studi Penggunaan Khitosan Sebagai Anti Bakteri Pada Ikan Teri (Stolephorus heterolobus) Asin Kering Selama Penyimpanan Suhu Kamar. J Pasir Laut. 2007;Volume 2, :59; 54–66. 11. Winarno F. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia; 2004. 12. Lestari DW, Widati AS, Widyastuti ES. Pengaruh Substitusi Tepung TAPIOKA Terhadap Tekstur Dan Nilai Organoleptik Dodol Susu. Malang; 2013. 13. Farrel K. Spicies, Condiments and Seasonings. New York: Van Nostrand Reinhold; 1990. 14. Gobel RA. Studi Pembuatan Bumbu Inti Sambal Kering. Universitas Hasanuddin; 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado

pos-el: brsmanado@yahoo.com