PEMBUATAN KOMPOSIT BATA MERAHDARI LIMBAH PADAT PABRIK MINYAK NABATI

Alexius Luther Ola

Abstract


Pengembangan teknologi proses bata merah limbah padat pabrik minyak nabati, yaitu spent bleaching earth telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pemanfaatan limbah pabrik minyak nabati sebagai bahan baku pembuatan bata merah yang sekiranya dapat berperan untuk mengatasi masalah lingkungan dari limbah padat yang menumpuk di lokasi pabrik minyak nabati. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yakni, penelitian pendahuluan untuk mendapatkan komposisi bahan yang baik dan penelitian lanjutan yaitu pembuatan bata merah skala teknis produksi. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bata percobaan untuk perlakuan bahan A1-F1 memiliki karakteristik sedikit plastis s/d agak plastis, tidak retak dan tidak bengkok saat dikeringkan, dengan susut kering  antara 7,5-7,79%, selanjutnya tidak retak dan tidak bengkok setelah dibakar pada suhu ±700 oC dengan susut bakar antara 1,92-2,94%. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan tersebut selanjutnya dilakukan pencetakan bata merah skala teknis produksi dengan perlakuan (komposisi campuran bahan) (B): 60 bagian SBE+25 bagian Tanah Liat (TL)+15 bagian Domato; (C):  50 bagian SBE+25 bagian TL+25 bagian Domato; dan (D): 70 bagian SBE+20 bagian TL+10 bagian Domato. Hasil uji fisik kuat tekan bata merah dari limbah padat pabrik minyak nabati menunjukkan bahwa semua perlakuan memenuhi persyaratan. Produk dengan kuat tekan kelas terendah terdapat pada perlakuan (B), yakni  63,30 kg/cm² dan yang tertinggi pada perlakuan  (C), yakni 103,30 kg/cm². Bila ditinjau dari semua parameter uji maka produk bata merah perlakuan D memenuhi syarat SNI 152094-2000 dengan kuat tekan pada kelas 100 kg/cm². Kata kunci: Spent bleaching earth, tanah domato, tanah liat, bata merah.

Full Text:

PDF

References


Ola AL, dkk.Pengembangan Penelitian Peningkatan Kualitas Minyak Kelapa Kasar Skala IKM. Manado: Komunikasi No. 300 Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado; 2008. 2. Mustofa HK. Strategi Pengembangan Industri Kimia Berbasis Kelapa di Indonesia. Bogor: Program of Management and Business, IPB ; 2003. 3. Ketaren S. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan.Jakarta: UI Press; 1986. 4. Polii FF. Pengaruh Adsorben Arang Aktif dan Bentonit Terhadap Mutu Minyak Kelapa. Manado:Tesis Fakultas Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado; 2003. 5. Anggraini. R., dkk. “Peningkatan Kualitas Produksi Batu Bata dengan Pemanfaatan Lumpur Lapindo”, Malalayang, 2009. “ppm.ub.ac.id/wrp.com/…./retno_anggraeni_ SIAP.pdf. diunduh 27 Mei 2013 6. Badan Standar Nasional, SNI 0449-2010, Lempung dan Felspar, cara uji kimia etode basah”. Jakarta. 2010. 7. Badan Standardisasi Indonesia. SNI No. 152094-2000 tentang Mutu dan Cara Uji Bata Merah Pejal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional; 2000. 8. Syarif SR, dkk. Pemanfaatan Limbah Bleaching dari Industri Minyak Nabati sebagai Bahan Bakar. Manado: Komunikasi No.325, Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado; 2011. 9. Rohiman, A dan Sri Hudi, “Tinjauan Kekuatan dan Karakteristik Bata Merah yang Terbuat Dari Limbah Lumpur Lapindo, Sidoarjo” Surakarta, 2012, publikasiilmiahums.ac.id/kan,dll/123456789/ 2012, diunduh 27 mei 2013 10. Lasino, dkk, “Penelitian Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo Untuk Bata Merah dan Genteng”. Jurnal Pemukiman, Vol. 5 No. 3. Hal 132-138 (2010)




DOI: http://dx.doi.org/10.33749/jpti.v7i1.4680

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado

pos-el: brsmanado@yahoo.com

 




JPTI indexed by: