PENGARUH SUHU PARAFIN CAIR TERHADAP WAKTU PENYIMPANAN RIMPANG JAHEPENGARUH SUHU PARAFIN CAIR TERHADAP WAKTU PENYIMPANAN RIMPANG JAHE

Petrus Patandung

Abstract


Telah dilakukan pencelupan rimpang jahe ke dalam parafin cair dengan beberapa kisaran suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu parafin cair yang dapat memperpanjang masa penyimpanan rimpang jahe. Metode penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan kombinasi faktorial dengan perlakuan suhu parafin cair (A) yang terdiri atas: A1=42-55°C, A2=55-65°C, A3=65-75°C dan A4=75-110°C dan perlakuan waktu penyimpanan (B) yang terdiri atas: B0=0 bulan, B1=1 bulan, B2=2 bulan, B3=3 bulan. Hasil analisis kadar air dan minyak serta pengukuran tekstur rimpang jahe dilakukan pada setiap selang waktu penyimpanan. Secara berturut-turut, kadar air dan minyak rimpang jahe yang dicelupkan dalam parafin cair berkisar antara 80,33-89,28%, dan 0,10-0,22%. Pencelupan rimpang jahe ke dalam parafin cair pada suhu antara 65-75°C dapat disimpan selama 3 bulan dengan kondisi tekstur yang tetap keras.

Kata kunci:  Air, kekerasan, parafin, penyimpanan, suhu.


Full Text:

PDF

References


Widiarti, E. 2010. Analisis Margin Pemasaran Jahe di Kabupaten Wonogiri. Skripsi Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Semarang. 1980, Penelitian Peningkatan Prosessing Industri lepas Panen Jahe.

Anomimous, 2017.Data Luas produksi Jahe , Badan Pusat Statistik Nasional.

Asinger, Parafin Chemistry and, technologi, Pergamen Press Ltd, 1968.

Sri Hidayati. 1974, Pengaruh Pelapisan Parafin Terhadap Jahe Segar pada Suhu rendah , Thesis, Insttitut Pertanian Bogor.

Anonimous, 2006. Standar nasional Indonesia Benih Jahe (Zingiber Officinnale L.), Badan Standar Nasional Indonesia.

Rifika Muhammad Riski, Mohammad Firmansyah, Ganjar Abdillah Ammar, Fathiyah Zhara dan Jovi dan Ananta Pratma Bangun. 2015, Analisis Terhadap Sebaran Hasil Produksi Tanaman Jahe (Zingiber officinale ) di Provinsi Jawa Barat dengan Menggunakan Geostatika, Program Studi Rekayasa Hayati sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung.

Dika Pramitasari, 2010. Penambahan ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc), dalam pembuatan Susu kedelai Bubuk Instant dengan metode Spray Drying , Komposisi Kimia, uji Sensoris dan Aktivitas Antioksidan, Fakultas pertanian universitas sebelas Maret Surakarta.

Sukarman, Devi Rusmin dan Melati, 2008. Pengaruh Lokasi produksi dan Lama Pnyimpanan terhadap Mutu Benih Jahe ( Zingiber officinale L.) Balai Penelitian tanaman Obat dan Oromatik jurnal Littri 14(3) Sep. 2008 Hal. 119-124.

Yulianto, F. K., & Parjanto, 2011. Analisis kromosom jahe (Zingiber officinale var. officinale). Agrosains, 12(2), 60-65.

Anonimous, 2006. Standar nasional Indonesia Benih Jahe (Zingiber Officinnale L.), Badan Standar Nasional Indonesia.

Djafar F. Supardan MD, Gani A. 2010 Pengaruh Ukuran Partikel, Sf Rasio dan waktu Proses terhadap rendemen pada hidrodistilasi minyak Jahe. Jurnal hasil Penelitian Industri. 23 (2) 47-54.




DOI: http://dx.doi.org/10.33749/jpti.v10i2.4650

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

DOI Prefiks : 10.33749



Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado 95112

Pos-el:

brsmanado@yahoo.com

jpti.baristandmanado@yahoo.co.id




JPTI indexed by: