PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU GULA CAIR DARI NIRA AREN

Yunita Filia Assah, Fetty Indriaty

Abstract


ABSTRAK

Nira aren adalah produk utama yang dihasilkan oleh pohon aren yang dapat dimanfaatkan untuk minuman yang disebut “saguer”, diolah menjadi gula merah cetak atau gula semut. Penggunaan gula merah pada umumnya oleh masyarakat dengan cara diencerkan terlebih dahulu baik untuk minuman, makanan rumah tangga, maupun industri. Dengan mengolah nira aren menjadi gula cair akan mempermudah dalam penggunaan dan sebagai penganekaragaman dari produk nira aren. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gula cair dari nira aren dan mengamati perubahan mutu gula cair selama penyimpanan dengan menggunakan beberapa jenis kemasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  menggunakan perlakuan jenis kemasan, yaitu kemasan polietilen (PET), botol gelas (BG), dan stand up pouch plastic (SP) dengan waktu penyimpanan 0,1,2,3 bulan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar abu dan mineral, kadar air, total gula, pH, viskositas, jumlah bakteri, kapang serta uji organoleptik berupa pengamatan terhadap warna dan rasa dari gula cair yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula cair dari nira aren dengan perlakuan kemasan Poly Etilene Terephthalate (PET),botol gelas (BG), dan stand pouch plastic (SP) dengan waktu penyimpanan sampai 3 bulan diperoleh kadar air rata-rata berkisar 18,29-20,55%; total gula 56,68-59,22%; pH 7,87-8,11; viskositas 1,80-4,4 cp; kadar abu 0,75-0,95%; mineral (Fe) 0,45-0,83 ppm, (Na) 2300,7-2466,13 ppm, (Kalium) 5281,97-5068,08 ppm, (Mg) 226,28-272,59 ppm, (Ca) 185,28-204,22 ppm; total bakteri dan kapang <10 koloni/gram; warna cokelat kemerahan, dan rasa manis. Gula cair dari nira aren yang dikemas dalam kemasan PET, BG, dan SP sampai dengan penyimpanan 3 bulan masih baik untuk dikonsumsi.

Kata kunci: Gula Cair, Nira Aren, Penyimpanan


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jendral Perkebunan. Luas area dan produksi perkebunan seluruh Indonesia menurut provinsi dan status pengusahaan (Area and Production by Province an Category of Producers Komoditi/Comodity: Aren) Tahun 2008. Direktorat Jendral Perkebunan. Jakarta: 2009.

Utara KS. Sulawesi Utara Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara, Manado. 2015.

Rumayar H. Pengaruh Penambahan Dekstrin terhadap Karakteristik Pasta Gula Aren. Jurnal Penelitian Teknologi Industri Baristand Industri. Manado: 2013.

Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-3140-1992 – Gula Pasir. 1992

Badan Standardisasi Nasional. SNI 2897:2008 - Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu, serta hasil olahannya. 2008.

Hartiati A, Yoga IG. Pemanfaatan Umbi Minor Gadung sebagai Bahan Baku Produksi Gula Cair Menggunakan Proses Likuifikasi dan Sakarifikasi Secara Enzimatis. InProsiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional 2015.

Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-3743-1995 – Gula Palma. 1995.

Winarno FG. Kimia pangan dan gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2008;253.

Rahayu WP, Nurwitri CC, Nuraida L, Hariyadi RT. Mikrobiologi pangan. Bogor (ID): IPB Press. Rico, D., AB Martin-Diana, JM Barat, C. 2012.

Sutiah S, Firdausi KS, Budi WS. Studi kualitas minyak goreng dengan parameter viskositas dan indeks bias. Berkala Fisika. 2008;11(2):53-8.

Mayadewi. Viskositas. Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiah. Malang: 2013.

Nurwati. Formulasi Hard Candy dengan Penambahan Ekstrak Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) sebagai Flavor (Skripsi). Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor. 2011..

Dahrulsyah. Pengantar Teknologi Pangan. IPB. Bogor. 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.33749/jpti.v10i1.3558

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado

pos-el: brsmanado@yahoo.com

 




JPTI indexed by: