PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG PISANG GOROHO TERHADAP MUTU SNACK FOOD

Fetty Indriaty

Abstract


Snack food adalah makanan yang dikonsumsi diantara waktu makan utama dan umumnya sudah merupakan bagian yang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada kalangan anak-anak remaja.

Telah dilakukan penelitian variasi penggunaan tepung pisang goroho dengan tepung tapioka pada snack food. Tujuan penelitian untuk mendapatkan formulasi snack food yang menggunakan bahan baku tepung pisang goroho dan tepung tapioka.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk grafik dan gambar dengan perlakuan yaitu A= 20% tepung pisang goroho:80% tepung tapioka; B= 30% tepung pisang goroho:70% tepung tapioka; C= 40% tepung pisang goroho:60% tepung tapioka; D = 50% tepung pisang goroho:50% tepung tapioka; E= 60% tepung pisang goroho: 40% tepung tapioka; F= 70% tepung pisang goroho:30% tepung tapioka; G= 80% tepung pisang goroho:20% tepung tapioka; H=100% tepung pisang goroho : 0% tepung tapioka.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa snack food dengan formulasi tepung pisang goroho 40% dan tepung tapioka 60% (C) merupakan perlakuan yang dapat direkomendasikan dengan tingkat kesukaan terhadap rasa 3,8 (suka) warna 4,68 (sangat suka), tekstur 3,96 (suka) kadar air 3,1%, kadar lemak 36,32%, protein 5,16, kadar abu 1,49%  serat 0,34%.

Kata kunci:


Full Text:

PDF

References


Suryanti dan Supriyadi, A. 2012.Pisang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nurali, E. J. N., Djarkasi G. S. S., Lalujan, E. L. 2012. The Potential of Goroho Plantain as a Source of Fuctional Food.Laporan Hasil Penelitian Tropical Plant Curiculum Project in Cooperation with USAID-TEXAS A&M University.

Sondakh.1990. Kandungan Pati pada Beberapa Varietas Pisang. Skripsi Jurusan Teknologi Pertanian Unsrat. Fakultas Pertanian Unsrat. Manado.

Gideon H, P., Nurali, E., Koapaha, T., Lalujan, L. 2012. Pembuatan Beras Analog Berbasis Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate) Dengan Bahan Pengikat Carboxymethyl Cellulose (CMC). Jurusan Teknologi Pertanian. Fakultas Pertanian Unsrat. Manado.

Frisly, S, Nurali, E. J. N. 2013. Karakteristik Fisikokimia Biskuit, Berbahan Baku Tepung Pisang Goroho. Fakultas Pertanian Unsrat. Manado.

Sjamsiwarni, R.S danFetty, I.2015. Pengaruh bahan perendaman pada proses pembuatan tepung pisang goroho. Jurnal Penelitian Teknologi Industri. No.2 Desember

Anonim. 2010. Tepung Tapioka, Manfaatnya, dan Cara Pembuatannya. https://aremaipb.wordpress.com/2010/02/11/tepung-tapioka-manfaatnya-dan-cara-pembuatannya/. [12 Agustus 2016].

Muchtadi, T. R., Purwiyatno, B, A. 1998. Teknologi Pemasakan Ekstruksi. Lembaga Sumber Informasi. IPB. Bogor.

Booth, R. G. 1990. Snack Food. Van Nostrand reihold. New York.

Syah, D. 2012. Pengantar Teknologi Pangan. IPB. Bogor.

Afianti, L. H. 2012. Teknologi Pengawetan Pangan. Alfabeta. Bandung.

Muchtadi, T. R dan Sugiono. 2014. Prinsip dan Teknologi Pangan. Alfabeta. Bandung.

Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-2891-1992. Cara Uji Makanan Minuman.

Aristawati, R.W., Atmaka, W., Muhammad, D.R.A. 2013. Substitusi Tepung Tapioka (Manihot esculenta) dalam Pembuatan Takoyaki.Jurnal Teknosains Pangan. Surakarta.

Badan Standardisasi Nasional.1995. SNI. 01-3777-1995 Tentang Persyaratan Makaroni.

Ketaren, S. 1986. Pengantar TeknologiMinyak dan Lemak Pangan. Cetakan Pertama. UI-Press. Jakarta.

Winarno, F. G. 1991. Kimia Pangan dan Gizi.PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kustanto, C. M. 2006.Sifat Makanan dan Peranannya Bagi Kesehatan.Jurnal Gizi dan Pangan. November 2006 1(2):45-54.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Teknologi Industri

p-ISSN 2085-580X

e-ISSN 2614-4069 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Jalan Diponegoro No. 21-23 Manado

pos-el: brsmanado@yahoo.com