Pengaruh Perbedaan Persentase Penambahan Gliserin dan Konsentrasi Larutan Ekstrak Gambir Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan Kadar Tanin Tinta Stempel

Silfia Silfia, Hendri Muchtar, Failisnur Failisnur

Abstract


Gambier extract derived from leaves of Uncaria Gambier Roxb contain catechin and tannin which belonged to polyphenolic compounds. Gambier extract when added with ferosulfat salt will form a complex compound that can give a green color to black and can be used as a dye in the stamp ink. This study aims was to see how far the effect of adding glycerin and concentration of the Gambier extract solution against some physical properties and levels of tannin stamp ink. The ink manufacturing was done through a washing process of gambier, filtering, cube black manufacture, dissolution and formulation. The making of the stamp ink was done by a non factorial completely randomized design with a variation of the concentration of glycerin Ao = Without the addition of glycerin, A1 = 15% = 20% A2, A3 and A4 = 25% = 30% and the concentration of the extract gambier B1 = 20%, B2 = 25% = 30% B3, B4 and B5 = 35% = 45%. Results of the research showed that the addition of glycerin could increase some physical properties, especially against the homogenity of the ink. The best treatment was obtained on the use of gambier extracts 35% (B3) with pH 3.27, total solids 41.33%, tannin content 2.5788%, visual observation of color strength was clear and flat, viscosity was medium, not expand and not sticky, and homogeneous.

ABSTRAK

Gambir berasal dari ekstrak daun tanaman Uncaria Gambier Roxb, mengandung senyawa katechin dan tanin yang termasuk golongan senyawa polifenol. Ekstrak gambir jika ditambahkan dengan garam ferosulfat akan membentuk senyawa komplek yang dapat memberikan warna hijau sampai hitam dan dapat digunakan sebagai pewarna pada tinta stempel. Penelitian ini bertujuan untukmelihat sejauh mana pengaruh penambahan gliserin dan konsentrasi larutan ekstrak gambir terhadap beberapa sifat fisika dan kadar tanin tinta stempel. Pembuatan tinta dilakukan melalui proses pencucian gambir, penyaringan, pembuatan cube black, pelarutan dan formulasi. Pembuatan tinta stempel dilakukan dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan variasi konsentrasi gliserin (0%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) dan konsentrasi ekstrak gambir (25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%). Hasil penelitan menunjukkan bahwa penambahan gliserin dapat meningkatkan beberapa sifat fisika terutama terhadap homogenitas tinta. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan ekstrak gambir 35% dengan pH 3,27, padatan total 41,33%, kadar tanin 2,58%, pengamatan visual terhadap kekuatan pewarnan jelas dan rata, kekentalan sedang, tidak mengembang dan tidak lengket serta homogen.


Keywords


Extract gambier ; gambier concentration; glycerin; stamp ink.

Full Text:

PDF

References


Ardinal, Kasim, A., dan Mutiar, S. 2013. Karakteristik penyamakan kulit menggunakan gambir pada pH 4 dan 8. J. Biopropal Industri, Vol.4 No.2, 2013.

Badan Pusat Statistik. 2011. Sumatera Barat Dalam Angka. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumbar. Padang.

Badan Standar Nasional Indonesia no.06-1567-1999 Tinta Cap.

Bonajaya, A. 2010, Zat Pembasah, Jurnal Farmasi, Fak.MIPA, ISTN ,Jakarta.

Failisnur dan Sofyan, 2014. Sifat tahan luntur dan intensitas warna kain sutera dengan pewarna alam gambir (Uncaria gambir roxb) pada kondisi pencelupan dan jenis fiksator yang berbeda. Jurnal Litbang Industri Vol.4 No.1, 2014.

Kasim, A. 2012. Proses produksi dan industri hilir gambir, Universitas Andalas Press.

Lucida, H., Bakhtiar, A. dan Putri, W.A. (2007). Formulasi sedian antiseptik mulut dari katekin gambir. Jurnal Sain Teknologi Farmasi 12(1): 1-7.

Muchtar, H dan Silfia. 2007. Pemanfaatan Gambir Sebagai Bahan Baku Tinta Stempel, Bulletin BIPD Vol XV no.1 hal 1-12, Padang.

Muchtar, H. 2012. Pengaruh Jenis Senyawa Pengomplek Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan pH Tinta Gambir,

Prosiding Seminar Nasional Resatek II-2012, Univ Bung Hatta

Nazir N. 2000. Gambir, budidaya, pengolahan dan prospek diversifikasinya. Padang. Yayasan Hutanku.

Noveri,R., Bakhtiar, A., Deddi, P. 2012. Isolasi katekin dari gambir(Uncaria gambir Roxb) untuk sediaan farmasi dan kosmetik, Jurnal penelitian farmasi Indonesia 1(1), September 2012, 6-10 ISSN 2302. 187X.

Pagliaro, Mario., Rossi, Michele., 2008. The Future of Glycerol: New Uses of a Versatile Raw Material. RSC Green Chemistry Book Series.

Prasetio A.E, Widhi, A., Widayat, 2012. Potensi Gliserol Dalam Pembuatan Turunan Gliserol Melalui Proses Esterfikasi , Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10 no 1 hal 26-31 ISSN 1829-8907.

Rahmi dan Burhans, 2000. Pemanfaatan gambir dan limbahnya sebagai pembuatan tinta, Laporan penelitian tekhnik kimia, Universitas Bung Hatta.

Risfaheri dan Yanti L. 1993. Pengaruh ketuaan dan penanganan daun sebelum pengempaan terhadap rendemen dan mutu gambir. Bud Littro VIII (I): 46-51.

Santoso, B. Tampubolon, H.S, Wijaya, A., Pabayun, R. 2014. Interaksi pH dan ekstrak gambir pada pembuatan edible film antibakteri. Program studi THP Fak Pertanian Universitas Sriwijaya, J. Agritech, vol 34 no.1 Feb 2014.

Yerimadesi. 2001. Pengaruh penambahan Zn (II), Ni dan Cu (II) terhadap pembentukan kompleks Fe-tanin. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Andalas. Padang.

Zhu, Q.Y., Zhang, A., Tsang, D., Huang, Y. dan Chen, Z.Y. (1997). Stability of green tea catechin. Journal of Agriculture and Food Chemistry 45: 4624-4638.




DOI: http://dx.doi.org/10.24960/jli.v5i1.667.53-59

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Silfia, Hendri Muchtar, Failisnur


Our journal indexed by:




Copyright © Baristand Industri Padang, 2015. Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by JLI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License