Penentuan waktu ekstraksi pigmen angkak dari substrat ampas sagu menggunakan ultrasonic bath

Dian Pramana Putra, Alfi Asben, N Novelina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya waktu ekstraksi pigmen angkak dari ampas sagu menggunakan ultrasonic bath. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (ekstraksi 10 menit), B (ekstraksi 20 menit), C (ekstraksi 30 menit), D (ekstraksi 40 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk pigmen hasil proses ekstraksi angkak ampas sagu selama 40 menit (perlakuan D) merupakan perlakuan terbaik, dimana intensitas pigmen tertinggi untuk λ 400 nm (kuning),  λ 470 nm (orange) dan λ 500 nm (merah ) yaitu 7,63 ; 6,91 dan 5,95. Karakteristik bubuk pigmen angkak (perlakuan D) memiliki nilai aktivias antioksidan 44,52% pada konsentrasi 1000 ppm, kandungan lovastatin 68,60 ppm, kadar air 4,83%, nilai pH 4,03 dan derajat kecerahan 26,76 oHue (merah keunguan).  

Abstract

This study was aimed to determine the duration of angkak pigment extraction from sago waste  using ultrasonic bath. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions, A (extraction 10 minutes), B (extraction 20 minutes), C (extraction 30 minutes), D (extraction 40 minutes). The results showed that the powder pigment results of the extraction process angkak sago waste  for 40 minutes (treatment D) was the best treatment, where the highest intensity of the pigment for λ 400 nm (yellow), λ 470 nm (orange) and λ 500 nm (red) were 7.63; 6.91; and 5.95 respectively. Characteristic of angkak pigment powder (treatment D) had value of antioxidant activity 44.52% at concentration 1000 ppm, lovastatin content 68.60 ppm, water content 4.83%, pH value 4.03, and degree of brightness 26.76 oHue (red purple). 


Keywords


Monascus purpureus; intensitas pigmen; antioksidan; lovastatin

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Andarwuan, N., Faradilla, F.R., 2012. Pewarna alami untuk pangan. Seafast Center, Bogor.

AOAC, 2006. AOAC International Final Report and Executive Summaries From The AOAC International Presidential Task Force on Best Practices in Microbiological Methodology Contract Deliverable Due to The U.S Food and Drug Administration Presidential Task Force, AOAC INTERNATIONAL.

Asben, A., 2012. Rekayasa proses produksi hidrolisat dari ampas sagu sebagai substrat untuk pembuatan bioetanol. Institut Pertanian Bogor.

Asben, A., Kasim, A., 2015. Studi lama fermentasi dan tingkat kadar air dalam produksi pigmen angkak pada substrat ampas sagu-tepung beras menggunakan Monascus purpureus. Pros. Semin. Agroindustri dan Lokakarya Nas. FKPT-TPI 185–191.

Asben, A., Murtius, W.S., Helmia, P., 2017. The study of determination sago hampas comparison toward rice flour to production of angkak pigment with Monascus purpureus. Pros. Semin. Nas. FKPT-TPI 1–11.

Dikshit, R., Tallapragada, P., 2011. Monascus purpureus : a potential source for natural pigment production Monascus purpureus : A potential source for natural pigment production. J. Microbiol. Biotechnol. Res. 1, 164–167.

Helmia, P., Asben, A., Murtius, W.S., 2016. Pencampuran ampas sagu dengan tepung beras dalam produksi pigmen alami dari Monascus purpureus. Universitas Andalas.

Hermawan, S., 2011. Pengaruh variasi konsentrasi tepung kedelai sebagai sumber nitrogen organik pada media biji durian varietas petruk terhadap pertumbuhan dan produksi pigmen Monascus sp. KJR2. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Huang, Y.C., Chang, Y.H., Shao, Y.Y., 2006. Effects of genotype and treatment on the antioxidant activity of sweet potato in Taiwan. Food Chem. 98, 529–538. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2005.05.083

Indrawati, T., Tisnadjaja, D., Ismawatie, 2010. Pengaruh suhu dan cahaya terhadap stabilitas angkak hasil fermentasi Monascus purpureus 3090 pada beras. J. Farm. Indones. 5, 85–92.

Irdawati, 2010. Pengaruh jumlah starter dan waktu fermentasi terhadap pigmen yang dihasilkan oleh Monascus purpureus pada limbah ubi kayu ( Manihot utillisima ). J. Eksakta 1, 19–24.

Kasim, E., Suharna, N., Nurhidayat, N., 2006. Kandungan pigmen dan lovastatin pada angkak beras merah kultivar Bah Butong dan BP 1804 IF 9 yang di fermentasi Monascus purpureus Jmba. Biodiversitas, J. Biol. Divers. 7, 7–9. https://doi.org/ 10.13057/ biodiv /d070103

Koesoemawardani, D., Yuliana, N., Sari, M., 2015. Sifat kimiawi dan mikrobiologi rusip selama fermentasi dengan konsentrasi garam yang berbeda. Pros. Semin. Nas. PATPI 593–604.

Kumari, M.H.., Naidu, A.., Vishwanatha, S., Narasimhamurthy, K., Vijayalakshmia, G., 2012. Safety evaluation of Monascus purpureus red mould rice in albino rats. Food Chem. Toxicol. 47, 1739–1746. https://doi.org/10.1016/j.fct.2009.04.038

Kusumawati, T.H., Suranto, Setyaningsih, R., 2005. Study on coloration of Monascus-nata complex using combination of rice flour, tofu solid waste, and rice bran extracts as the medium. Biodiversitas, J. Biol. Divers. 6, 160–163. https://doi.org/10.13057/ biodiv/d060303

Nadzira, Zubaidah, E., Sriherfyna, F.H., 2016. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap viabilitas dan metabolit sekunder ragi angkak. J. Pangan dan Agroindustri 4, 483–493.

Nauli, T., Udin, L.Z., 2006. Model fermentasi lovastatin. Akta Kim. Indones. 1, 99–104.

Nufus, H., 2013. Pengaruh konsentrasi inokulum Monascus purpureus terhadap produksi pigmen pada substrat tepung biji durian (Durio zibethinus). Universitas Pendidikan Indonesia.

Nurika, I., 2001. Stabilitas warna bubuk pewarna dari ekstrak angkak terhadap beberapa pengaruh fisika dan kimia. J. Teknol. Pertan. 3, 67–77.

Panesar, R., Kaur, S., Panesar, P.S., 2015. Production of microbial pigments utilizing agro-industrial waste: A review. Curr. Opin. Food Sci. 1, 70–76. https://doi.org/10.1016/j.cofs.2014.12.002

Patakova, P., 2013. Monascus secondary metabolites: production and biological activity. J. Ind. Microbiol. Biotechnol. 40, 169–181.

Purwanto, A., 2011. Produksi angkak oleh Monascus purpureus dengan menggunakan beberapa varietas padi yang berbeda tingkat kepulenannya. Widya War. No. 01 40–56.

Romulo, A., Palupi, N.S., Suliantari, 2012. Kajian penggunaan ekstrak angkak dalam pembuatan low fat fruity yogurt bebagai pangan fungsional. Institut Pertanian Bogor.

Sanito, R., Novembrianto, R., Pandebesie, E.S., 2015. Kajian penentuan fase pertumbuhan kapang dan bakteri selulolitik pada media pertumbuhan. Pros. Semin. Nas. Manaj. Teknol. XXII 1–10.

Sastrawidana, I.K., Maryam, S., Sudiana, I., 2015. Pigmen merah dari jamur yang diisolasi dari tanah tempat pembuangan limbah susu. J. Kim. 9, 7–12.

Singgih, M., Saraswaty, V., Ratnaningrum, D., Priatni, S., Damayanti, S., 2014. The influence of temperature and ethanol concentration in monacolin K extraction from Monascus fermented rice. Procedia Chem. 9, 242–247. https://doi.org/10. /j.proche.2014.05.029

Uhi, H.T., 2007. Peningkatan nilai nutrisi ampas sagu (Metroxylon sp.) melalui bio-fermentasi. J. Ilmu Ternak 7, 26–31.

Wanti, S., 2008. Pengaruh berbagai jenis beras terhadap aktivitas antioksidan pada angkak oleh Monascus purpureus. Universitas Sebelas Maret. https://doi.org/10.13057/biofar/f090204

Winarno, F., 2002. Kimia pangan dan gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Zubaidah, E., Sari, D.P., 2015. Pengaruh penambahan kacang hijau pada media beras IR36 terhadap pigmen dan lovastatin angkak. J. Pangan dan Agroindustri 3, 962–971.




DOI: http://dx.doi.org/10.24960/jli.v8i2.4094.83-88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Dian Pramana Putra


Our journal indexed by:




Copyright © Baristand Industri Padang, 2015. Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by JLI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License