Reduksi pencemar limbah cair industri tahu dengan tumbuhan melati air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem kombinasi constructed wetland dan filtrasi

Monik Kasman, Anggrika Riyanti, Salmariza Sy, Muhammad Ridwan

Abstract


Tofu industry wastewater contains high organic material which reduces dissolved oxygen, contaminates water, and odor that potentially contaminates and pollutes receiving surface water. Constructed wetland is one of the recently proven efficient technologies for wastewater treatment. This is due to vegetation diversity. Constructed wetland systems have been developed using water jasmine plants combined with filtration systems for the reduction of BOD, TSS, and oil and grease in tofu wastewater as a function of detention time. Detention times were varied at 5, 7, 9, 11, 13, and 15 days. The results revealed that the reduction of BOD, TSS, and oil and grease was influenced by detention time. The reduction efficiency of BOD, TSS, and oil and grease decreased with increasing the detention time. The combined system of constructed wetland and filtration using water jasmine plants effectively reduces the pollution parameters in tofu industry wastewater with a reduction efficiency for BOD, TSS, and oil and greasel of 52-95%, 45-67%, and 59-78% respectively with concentration of 97 mg/L, 40 mg/L, and 4.2 mg/L at the detention time of 15 days. This results fulfill the requirement of the liquid waste standard according to the Minister of Environment Regulation No. 5 year 2014.

Abstrak

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang dapat menurunkan oksigen terlarut, mengotori, dan menimbulkan bau menyengat sehingga berpotensi mencemari perairan penerima. Constructed wetland merupakan salah satu teknologi pengolahan limbah cair yang efisien, efektif, dan tepat guna karena menggunakan keragaman vegetasi. Penelitian sistem constructed wetland menggunakan tanaman melati air (Echinodorus palaefolius) yang dikombinasikan dengan sistem filtrasi bertujuan untuk penurunan pencemar BOD, TSS, dan minyak lemak dalam limbah cair industri tahu sebagai pengaruh variasi waktu detensi. Waktu detensi meliputi 5, 7, 9, 11, 13, dan 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi pencemar BOD, TSS, dan minyak lemak dipengaruhi oleh waktu detensi. Efisiensi reduksi BOD, TSS, dan minyak lemak meningkat dengan bertambahnya waktu detensi. Sistem kombinasi constructed wetland dan filtrasi menggunakan tumbuhan melati air efektif mereduksi parameter pencemar limbah cair industri tahu dengan efisiensi reduksi untuk BOD, TSS, dan minyak lemak berturut-turut 52-95%, 45-67%, dan 59-78% dengan konsentrasi 97 mg/L, 40 mg/L dan 4,2 mg/L pada waktu detensi 15 hari. Hasil ini mememenuhi baku mutu limbah cair industri tahu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 tahun  2014.


Keywords


constructed wetlands; jasmine plants Echinodorus palaefolius; tofu industry wastewater

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Belén, F., Sánchez, J., Hernández, E., Auleda, J.M., Raventós, M., 2012. One option for the management of wastewater from tofu production: Freeze concentration in a falling-film system. J. Food Eng. 110, 364–373. doi:10.1016/j.jfoodeng.2011.12.036

Fachrurozi, M., Utami, L.B., Suryani, D., 2010. Pengaruh variasi biomassa pistia stratiotes l. terhadap penurunan kadar BOD, COD, Dan TSS limbah cair tahu di Dusun Klero Sleman Yogyakarta. J. Kesehat. Masy. 4, 1–15. doi:10.12928/kesmas.v4i1.1100

Faisal, M., Mulana, F., Gani, A., Daimon, H., 2015. Physical and chemical properties of wastewater discharged from tofu industries in Banda Aceh City, Indonesia. Res. J. Pharm. Biol. Chem. Sci. 6, 1053–1058.

Herlambang, A., 2001. Pengaruh pemakaian biofilter struktur sarang tawon pada pengolah limbah organik sistem kombinasi anaerob-aerob (studi kasus : limbah tahu dan tempe). J. Teknol. Lingkung. 2, 28–36. doi:10.29122/JTL.V2I1.195

Kasman, M., Herawati, P., Aryani, N., 2018. Pemanfaatan tumbuhan melati air (Echinodorus palaefolius) dengan sistem constructed wetlands untuk pengolahan grey water. J. Daur Lingkung. 1, 10–15.

KLH, 2014. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah. Kementrian Lingkungan Hidup, Jakarta.

Komala, P.S., Salmariza Sy, Murti, N., 2007. Peran media pendukung perlit dalam pengolahan limbah cair industri karet menggunakan tumbuhan mensiang (Scirpus Grossus L.F) (studi kasus: limbah cair industri karet remah PT. Batang Hari Barisan Padang. Bionatura 9, 258–278.

Lestari, G., Kencana, I.K., 2015. Tanaman Hias; Lanskap, 1st ed. Penebar Swadaya, Jakarta.

Nindra, D.Y., Hartini, E., 2015. Efektivitas tanaman teratai (Nympahea firecrest) dan eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam menurunkan kadar biochemical oxygen demand) pada limbah cair industri tahu. VISIKES J. Kesehat. Masy. 14, 123–130.

Prayitno, P., 2013. Pengurangan COD dan BOD limbah cair terolah industri penyamakan kulit menggunakan taman tanaman air dengan tanaman melati air. Maj. Kulit, Karet, dan Plast. 29, 37–42. doi:10.20543/mkkp.v29i1.217

Rahayu, S.S., Purwanto, ., Budiyono, ., 2017. Effect of temperature, sludge, total suspended solids (TSS) on biogas production in tofu wastewater treatment using AnSBR reactor. Adv. Sci. Lett. 23, 2468–2471. doi:10.1166/asl.2017.8752

Ratnani, R.D., 2012. Kemampuan kombinasi eceng gondok dan lumpur aktif untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair industri tahu. Momentum 8, 1–5.

Sasono, E., Pungut, 2013. Penurunan kadar BOD dan COD air limbah UPT puskesmas janti Kota Malang dengan metode contructed wetland. J. Tek. WAKTU 11, 60–70.

Sri, A.C., Suswati, P., Wibisono, D.G., 2013. Pengolahan limbah domestik dengan teknologi taman tanaman air (constructed wetlands). Indones. Green Technol. J. 2, 70–77.

Sy, S., 2008a. Pengaruh variasi tingkat beban organik dan laju alir terhadap efisiensi pengolahan air limbah industri tahu dengan reaktor MSL. Bul. BIPD XVI, 9–19.

Sy, S., 2008b. Kemampuan tumbuhan menslang (Scirpus Grossus L.T) dalam mereduksi parameter pencemar air limbah hotel. Bul. BIPD XVI, 30–41.

Sy, S., 2006. Penggunaan sistem pflanzenklaranlage untuk meminimalisir limbah cair industri crumb rubber. Bul. BIPD XIV, 43–56.

Vymazal, J., 2011. Plants used in constructed wetlands with horizontal subsurface flow: a review. Hydrobiologia 674, 133–156. doi:10.1007/s10750-011-0738-9

Vymazal, J., 2010. Constructed wetlands for wastewater treatment. Water 2, 530–549. doi:10.3390/w2030530

Weerakoon, G.M.P.R., Jinadasa, K.B.S.N., Herath, G.B.B., Mowjood, M.I.M., van Bruggen, J.J.A., 2013. Impact of the hydraulic loading rate on pollutants removal in tropical horizontal subsurface flow constructed wetlands. Ecol. Eng. doi:10.1016/j.ecoleng.2013.09.016

Zurita, F., De Anda, J., Belmont, M.A., 2009. Treatment of domestic wastewater and production of commercial flowers in vertical and horizontal subsurface-flow constructed wetlands. Ecol. Eng. 35, 861–869. doi:10.1016/j.ecoleng.2008.12.026




DOI: http://dx.doi.org/10.24960/jli.v8i1.3832.39-46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Monik Kasman


Our journal indexed by:




Copyright © Baristand Industri Padang, 2015. Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by JLI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License