PERBANDINGNAN UMUR AMPAS DAN PERBANDINGANNYA DENGAN PELARUT ORGANIK PADA EKSTRAKSI OLEORESIN PALADARI AMPAS PENYULINGAN MINYAK PALA (Myristica Fragrans Houtt)

Djumarman Djumarman, S. Ketaren, Bowo Yogo Libritanto

Abstract


Penyulingan minyak pala (Myristica Fragrans Houtt) yang dilkaukan oleh industri kecil banyak menghasilkan ampas yang saa,t ini hanya ditumpuk atau dibuang. Penelitian ini dilakukan untuk mengekstrak oleoresin dari ampas pala tersebut dengan rendemen yang tinggi dan kualitas baik. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut organik. Faktor yang diteliti adalah umur ampas dalam tumpukan yang dihitung sejak dibongkar dari ketel penyullingan dan perbandingan antara ampas pala dan pelarut. Umur ampas yang dipelajari pengaruhnya adalah 1 hari, 14 hari, dan 28 hari; sedangkan perbandingan ampas dengan pelarut yang dipelajari adalah 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5. Dari hasil penelitian pendahuluan diperoleh hasil bahwa jenis pelarut yang dipilih adalah heksan. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa perlakuan yang paling baik adalah perlakuan dengan menggunakan ampas berumur 1 hari dengan menggunakan perbandingan ampas : heksan = 1:3. Dari perlakuan ini diperoleh oleoresin dengan rendemen 4,89% dengan karakteristik : kadar minyak atsiri 7,67%, bobot jenis 0.8913, indeks bias 1.484, kadar abu 0,03%, bilangan iod 18.40, bilangan asam 7.13, dan bilangan penyabunan 207.81. Sedangkan asam lemak yang dominan dalam oleoresin yang diperoleh adalah asam mirstat 54.99%

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v0i0.3574

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Djumarman -, S. Ketaren, Bowo Yogo Libritanto

Jurnal Kimia dan Kemasan is indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.