EKSPLORASI DESAIN PERMUKAAN PADA BAHAN NON WOVEN SABUT KELAPA UNTUK PRODUK KREATIF

Rifaida Eriningsih, Dermawati Suantara, Theresia Mutia

Abstract


Industri kreatif merupakan salah satu perkembangan industri yang diawali dari pemanfaatan kreatifitas,
keterampilan, bakat dan daya cipta individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta kesejahteraan. Produkproduk
kreatif yang dihasilkannya dapat meningkatkan produktifitas, nilai tambah dan penggunaan sumber daya
alam serta dapat memberdayakan IKM.
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya, yaitu pembuatan kain non woven
yang memanfaatkan sabut kelapa, baik seratnya (coir fiber) maupun gabusnya (coco peat). Metoda pembuatannya
adalah dengan cara pengikatan secara kimia (chemical bonded) antara kain tenun sebagai dasar dengan serat kelapa,
menggunakan matriks polimer resin sebagai pengikat, dan dengan menonjolkan desain permukaan. Desain
permukaan diciptakan dengan 3 variasi yaitu desain percobaan I, II dan III dengan variasi warna serat kelapa
melalui proses pemasakan, pemutihan dan pencelupan, serta variasi bentuk taburan serat dan gabus sesuai kreasi di
atas kain dasar. Dari variasi tersebut dibuat produk-produk kria dengan paduan jahitan, sulaman ataupun lukisan,
yang bertujuan mengikuti trend yang diminati pasar yaitu kembali ke alam untuk membantu menunjang industri
kreatif. Proses finishing dilakukan dengan memberikan proses anti air dan minyak untuk meningkatkan
keawetannya.
Hasil uji sifat fisik dan ketahanan luntur warna dengan cat pigmen dan zat warna reaktif memberikan nilai
yang relatif baik. Hasil uji tahan luntur warna terhadap benang jahit dan benang sulam, yang digunakan untuk
membentuk variasi desain permukaan menunjukkan nilai baik dan cukup. Berat bahan non woven rata-rata adalah
lebih besar dari 300 g/m2, yang dapat dikategorikan sebagai kain berat, sehingga dapat dirujuk pada mutu Kain
Denim. Hasil uji kekuatan tarik dan ketahanan luntur warnanya memenuhi persyaratan SNI 08-0560-89, Mutu Kain
Denim. Dari tinjauan aspek ekonomi dengan asumsi penggunaan sabut kelapa 500 kg/hari dan rencana penjualan
produk kria 120.000 buah/tahun seharga rata-rata Rp 50.000 – Rp. 80.000, akan diperoleh laba per tahun 5,9 % -
19,7%, titik pulang pokok (BEP) 83,3 – 93,1 dan return on investment (ROI) terlaksana pada tahun ke 4.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v26i1.1440

Refbacks

  • There are currently no refbacks.