PENINGKATAN SIFAT MEKANIK SERAT KITOSAN MELALUI PROSES PLASTISISASI DENGAN GLISEROL SETELAH PROSES DEHIDRASI DENGAN METANOL

Wiwin Winiati, Tatang Wahyudi, Indra Kurniawan, Rizka Yulina

Abstract


Serat kitosan mempunyai sifat getas, kekuatan yang rendah terutama dalam keadaan basah dan elongasi
saat putus yang rendah disebabkan kristalin yang tinggi. Untuk dapat digunakan sebagai benang operasi
monofilamen, diperlukan serat kitosan dengan diameter yang relatif kecil tetapi mempunyai kekuatan tarik yang
tinggi disertai fleksibilitas dan elongasi yang baik sehingga mudah dibuat simpul. Proses dehidrasi dengan metanol
telah berhasil meningkatkan kekuatan dan menurunkan diameter tetapi elongasi menurun. Penelitian ini ditujukan
untuk meningkatkan sifat mekanik terutama elongasi serat kitosan dengan cara melakukan proses plastisisasi
dengan gliserol setelah proses dehidrasi dengan metanol . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada serat kitosan
yang dibuat dari larutan kitosan dengan viskositas 5.684 mPa.s dengan alat wet-spinning menggunakan spinneret
dengan diameter 1500 μm, proses dehidrasi dengan metanol dilanjutkan dengan proses plastisisasi dengan gliserol
memberikan penurunan diameter 7 %, peningkatan densitas 46%, peningkatan kekuatan tarik 90%, dan
peningkatan elongasi 167 %. Dengan proses plastisisasi serat kitosan menjadi lebih hidrofil, densitas dan %
kristalinitas naik sehingga serat lebih padat merata dan memberikan peningkatan elongasi yang signifikan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31266/at.v27i2.1158

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Arena Tekstil indexed by:

Science and Technology Index  Dimensions

 Garba Rujukan Digital (GARUDA)


Copyright Arena Tekstil (E-ISSN: 2548-7264, P-ISSN: 0518-4010)

Published by: BALAI BESAR TEKSTIL, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 390, Bandung.

       Creative Commons License