Karakteristik Fisik, Kimia dan Sensori Abon Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dengan Penambahan Tempe dan Lengkuas

Ardiyan Dwi Masahid, Maria Belgis, Ahmad Nafi', Dwi Martiwi

Abstract


ABSTRAK: Jamur tiram merupakan komoditi hasil pertanian yang memiliki kandungan gizi sangat baik, namun memiliki umur simpan yang cukup singkat. Salah satu upaya untuk meningkatkan umur simpannya ialah dengan mengolah jamur tiram menjadi abon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tempe dan lengkuas terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensori deskriptif serta kesukaan panelis. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 1 faktor yaitu perbedaan penambahan tempe dan lengkuas. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa penambahan tempe dan lengkuas berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan kimia abon jamur tiram dengan perlakuan P1 (0 g : 0g); P2 (100 g : 30 g); P3 (200 g : 50 g); P4 (300 g : 70 g) dan P5(400 g : 100 g) yang memilki nilai kecerahan warna berkisar 51,42-54,47; kadar air berkisar 12,47 %-13,85 %; kadar abu berkisar 8,35 %-9,23 %; kadar protein berkisar 11,25 %-18,40 %; kadar lemak berkisar 4,56 %-8,55 %; kadar karbohidrat berkisar 49,96 %-63,37 % serta kadar serat kasar berkisar 12,86 %-16,82 %. Perlakuan penambahan tempe sebesar 300 g dan lengkuas sebesar 70 g pada abon jamur tiram merupakan perlakuan terbaik dan paling disukai oleh panelis.


Keywords


abon; jamur tiram; tempe; lengkuas

Full Text:

PDF

References


AOAC. (2005). official methods of analysis of the association of official analytical chemistry. washington: aoac.

Arianto, d. p., supriyanto, & muharrani, l. k. (2013). karakteristik jamur tiram (pleurotus ostreatus) selama penyimpanan dalam kemasan plastik polypropilen (pp). agrointek, 7(2), 66-75.

Astuti., p. p. (2018). uji kandungan vitamin b12 pada tempe kedelai menggunakan inokulum saccharomyces cerevisiae dan klebsiella sp. selama fermentasi. skripsi. bandar lampung: universitas islam negeri raden intan.

[BSN] badan standarisasi nasional. (1992). pengukuran serat kasar sni 01-2891-1992. jakarta: badan standardisasi nasional.

[BSN] badan standarisasi nasional. (2021). abon daging sni 3707:2021. jakarta: badan standardisasi nasional.

[BPS] badan pusat statistik. (2016). statistik tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan indonesia 2016. jakarta : badan pusat statistik.

Danner, l., crump, a. m., croker, a., & gambetta, j. (2018). comparison of rate-all-that-apply (rata) and descriptive analysis (da) for the sensory profiling of wine. american journal of enology and viticulture, 69 (1), 12-21.

Degarmo, e. p., sullivan, w. g., & canada, j. r. (1984). engineering economy (7th ed.). london : collier macmillan

Ellent, s. s. c., dewi, l., & tapilouw, m. c. 2022. karakteristik mutu tempe kedelai (glycine max l.) yang dikemas dengan klobot. agritekno: jurnal teknologi pertanian, 11(1), 32-40.

Handayani, t. m., mustofa, a., & kurniawati, l. (2017). karakteristik si bona (formulasi abon nabati) dari jamur tiram (pleurotus ostreatus) dengan variasi jenis bahan campuran. jurnal teknologi dan industri pangan, 1(2), 88-96.

Hang, n. t. (2014). process development for production of smoked fish floss products from atlantic mackerel and blue whiting. final project: faculty of food technology, nhatrang university 02, nguyen dinhchieu, nhatrang, khanhhoa, vietnam

Herliyana e. n., febrianti m., munif a., & lioe h. n.. (2015). kultivasi jamur pleurotus ramah lingkungan dengan mendaur ulang limbah substrat jamur dan penambahan pupuk organik. jurnal silvikultur tropika, 06(1), 33-42.

Hernani, marwati, t., & winarti, c. 2007. pemilihan pelarut pada pemurnian ekstrak lengkuas (alpinia galanga) secara ekstraksi. jurnal pasca panen, 4(1), 5-8.

Irmawati, f. m., dwi i., & dian r. a. (2014). pemanfaatan pati umbi garut (marantha arundinacea l.) sebagai pengganti tepung dalam pembuatan biskuit tinggi energi protein dengan penambahan tepung kacang merah (phaseolus vulgaris l). jurnal teknosains pangan, 3(1), 3- 14.

Martunis. (2012). pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kuantitas dan kualitas pati kentang varietas granola. jurnal teknologi dan industri, 4 (3), 26-30.

Nurhadijah. (2010). aktivitas antibakteri minuman fungsional sari tempe kedelai hitam dengan penambahan ekstrak jahe. jurnal gizi dan pangan, 01 (02).

Pinasti, l., nugraheni, z., & wiboworini, b. (2020). potensi tempe sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja penderita anemia. jurnal action: aceh nutrition journal, mei 2020 (5)1, 19-26.

Putri., d. a. (2020). 12 manfaat lengkuas untuk kesehatan (kandungan nutrisi lengkap). diakses pada 10 januari 2021, dari. https://doktersehat.com/herbal-a-z/pengobatan-alternatif/manfaat-lengkuas/

Putro j. s., budiastra, i. w., & ahmad, u. (2012). optimasi proses penggorengan vakum dan penyimpanan keripik ikan pepetek (leiognathus sp.). jurnal keteknikan pertanian, 26(1).

Qonita, s. h, dian r, & basito. (2016). kajian penggunaan high fructose syrup (HFS) sebagai pengganti gula sukrosa terhadap karakteristik fisik dan kimia biskuit berbasis tepung jagung (Zea mays) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 9(2).

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, M. P. (2010). Analisa sensori industri pangan dan agro. Bogor: IPB Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.32765/wartaihp.v40i1.6966

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:
 


Copyright © Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro, 2018 - 2023. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License