Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sabun Transparan Ekstrak Umbi Bit (Beta vulgaris L.)

Candra Efendi Hasibuan, Dewi Fortuna Ayu, Yelmira Zalfiatri

Abstract


Umbi bit (Beta vulgaris L.) terbukti memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat digunakan dalam sediaan yang diaplikasikan pada kulit untuk menangkal radikal bebas.  Pemanfaatan ekstrak umbi bit diharapkan menghasilkan sabun transparan guna memberi pelindungan kulit dari radikal bebas. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan ekstrak umbi bit terhadap aktivitas antioksidan dan kualitas sabun padat transparan.  Perlakuan yang diberikan adalah variasi penambahan ekstrak umbi bit, antara lain UP1 (0 ml), UP2 (2,5 ml), UP3 (5 ml), UP4 (7,5 ml), dan UP5 (10 ml) dalam formulasi sabun transparan.  Penambahan ekstrak umbi bit secara signifikan mempengaruhi aktivitas antioksidan, kadar air, asam lemak bebas, tingkat keasaman (pH), stabilitas busa, serta karakteristik sensori sabun transparan.  Perlakuan UP5 merupakan perlakuan terbaik dengan aktivitas antioksidan 95,58 ppm, kadar air 16,00%, asam lemak bebas 0,43%, pH 9,87, stabilitas busa 79,74%, dan uji eritema 0,05 (hampir tidak nampak).  Penilaian secara deskriptif terhadap sabun transparan menunjukan bahwa sabun berwarna cokelat, agak beraroma umbi bit, dan tekstur agak lembut.

Keywords


antioksidan; ekstrak umbi bit; sabun transparan

Full Text:

PDF

References


Agustini N.W.S., & Winarni, A.H. (2017). Karakteristik dan aktivitas antioksidan sabun padat transparan yang diperkaya dengan ekstrak kasar karotenoid chlorella pyrenoidosa. JPB Kelautan dan Perikanan. 12(1): 1-12.

Amir, M., Mujeeb, M., Khan, A., Ashraf, K., Sharma, D., & Aqil., M. (2012). Phytochemical analysis and in vitro antioxidant activity of Uncaria gambir. International Journal of Green Pharmacy. 6(1): 67-72.

Andarwulan, N., & Faradilla, R.H.F. (2012). Pewarna Alami untuk Pangan. South East Asian Food and Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Attia, G., Moussa, M.E.M., & Sheashea, E.R. (2013). Characterization of red pigments extracted from red beet (Beta vulgaris L.) and its potential uses as antioxidant and natural food colorants. Egypt. J. Agric. Res., 91(3) : 1095.

Ayu, D.F., Ali, A., & Sulaiman, R. (2010). Evaluasi Mutu Sabun Padat dari Minyak Goreng Bekas Makanan Jajanan di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dengan Penambahan Natrium Hidroksida dan Lama Waktu Penyabunan. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Hidup. Pekanbaru.

Ayu, D.F., Nadi, B.S., & Ali, A. (2018). Karakteristik dan aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang jeringau (Acoruscalamus L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada sabun transparan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 28 (2):210-218.

Badan Standardisasi Nasional. (1994). Standar Mutu Sabun Mandi Padat SNI 06-3532.1994. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (1996). Standar Mutu Sabun Cair SNI 06-4085.1996. Jakarta.

Fitriati. (2007). Aplikasi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galangal L.) dalam Sabun Transparan Anti Jamur. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hambali, E., Bunasor, T.K., Suryani, A., & Kusumah, G.A. (2004). Aplikasi dietanolamida dari asam laurat minyak inti sawit pada pembuatan sabun transparan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 15(2): 46-53.

Handayani, H.C. (2009). Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Ekstrak Etanol 96% Biji Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Formulasi Sabun Padat Transparan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Ismanto, S.D., Neswati, & Amanda, S. (2016). Pembuatan sabun padat aromaterapi dari minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) dengan penambahan minyak gubal gaharu (Aquilaria malaccensis). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. 20(2) : 9-19.

Liana, Ayu, D.F., & Rahmayuni. (2017). Pemanfaatan susu kedelai dan ekstrak umbi bit dalam pembuatan es krim. Jom Faperta. 4(2) : 3.

Lu, G., Edwards, C.G., Fellman, J.K., Mattinson, D.S. & Navazio, J. (2005). Biosynthetic origin of geosmin in red beets (Beta vulgaris L.). Journal Agricultural and Food Chemical. 51: 1026-1029.

Mahmud, M.K., Hermana, Nazarina, Marudut. Zulfianto, N.A., Muhayatun, Jahari, A.B., Permaesih, D., Ernawati, F., Rugayah, Haryono, Prihatini, S., Raswanti, I., Rahmawati R., Santi, D., Permanasari, Y., Fahmida, U., Sulaeman A., Andarwulan, N., Atmarita, Almasyuri, Nurjanah, N., Ikka, N., Sianturi, G., Prishastono, E., & Marlina, L. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Marpaung, J.J.A., Ayu, D.F. & Efendi, R. (2019). Sabun Transparan Berbahan Dasar Minyak Kelapa Murni dengan Penambahan Ekstrak Daging Buah Pepaya. Jurnal Agroindustri Halal, 5(2): 161-170.

Mirah, A.A.A. (2018). Karakterisasi Krim Tabir Surya dengan Penambahan Ekstrak Etanol Umbi Bit (Beta vulgaris L.). Tesis. Universitas Udayana. Bali.

Molyneux, P. (2004). The use of stable free radical diphenylpicrylhidrazyl (DPPH) estimating antioxidant activity. Songklanakarin J. Sci. Technol. 26(2) 211-219.

Novatama, S. M., Kusumo, E., & Supartono. (2016). Identifikasi betasianin dan uji antioksidan ekstrak buah bit (Beta vulgaris L.). Indonesian Journal of Chemical Science. 5(3): 217-220.

Priyani, S.E., & Lukmayani, Y. (2010). Pembuatan Sabun Transparan Berbahan Dasar Minyak Jelantah beserta Hasil Uji Iritasinya pada Kelinci. Prosiding SNaPP2010 Edisi Eksakta. Hal 31-48.

Qisti, R. (2009). Sifat Kimia Sabun Transparan dengan Penambahan Madu pada Konsentrasi yang Berbeda. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rosdiyawati, R. (2014). Uji Efektivitas Antibakteri Sabun Mandi Cair Kulit Buah Jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Slavov, A., Vasil, K., Petko, D., Maria, K., & Christo, K. (2013). Antioxidant activity of red beet juices obtained after microwave and thermal pretreatments. Czech Journal Food Sci. 31(2): 139-147.

Setyaningsih, D., Anton, A., & Maya, P.S. (2010). Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (1997). Prosedur untuk Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Tala, Z.Z. (2009). Manfaat Serat Bagi Kesehatan. Departemen Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara.

Trifena. 2012. Analisis Uji In Vitro dan In Vivo Ekstrak Kombinasi Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Pegagan (Centella asiatica L.) sebagai Krim Antioksidan. Tesis. Universitas Indonesia. Depok.

Widiyanti, Y. (2009). Kajian Pengaruh Jenis Minyak terhadap Mutu Sabun Transparan.Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wijana, S., Soemarjo, Harnawi, T. (2009). Studi pembuatan sabun mandi cair dari daur ulang minyak goreng bekas (kajian lama pengadukan dan rasio air/sabun). Jurnal Teknologi Pertanian. 10(1): 54-61.

William, B., Cuvelier, M.E., & Berset. C. 1995. Use of a free radical method to evaluate antioxidant activity. Lebensmittel-Wissenschaft and Technologie. 28: 25-30.

Winarno, F. G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Wulandari, D., Ayu, D.F., & Ali, A. (2018).Pengaruh minyak atsiri bangle (Zingiber purpureum Roxb.) sebagai antibakteri terhadap kualitas sabun cair. Jurnal Agroindustri Halal. 4(1): 1-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.32765/wartaihp.v38i1.6550

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License