Karakteristik Fisik dan Kimia Kelobot Jagung (Zea mays) sebagai Bahan Pengemas

Agatha Intan Wihenti, Supriyadi Supriyadi, Umar Santoso

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan kimia kelobot sebagai bahan pengemas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelobot jagung hibrida Pertiwi 3. Kelobot dikeringkan menggunakan metode shade drying. Kemudian dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kimia terhadap kelobot segar dan kering, meliputi warna, kuat tarik, mikrostruktur sel, total fenolik, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelobot segar memiliki warna hijau cerah, setelah dikeringkan warna hijau berkurang dan menjadi kekuningan. Kelobot segar hasil pengujian dengan SEM memiliki penampang tidak teratur, permukaan tidak seragam, dan mikrofibril pendek, setelah dikeringkan penampang menjadi lebih teratur, permukaan seragam, dan terdapat sejumlah mikrofibil panjang pada permukaan. Nilai kuat tarik kelobot meningkat setelah dikeringkan. Pada analisis senyawa bioaktif, ekstrak kasar metanol dilakukan fraksinasi dengan pelarut heksana, etil asetat, dan butanol. Total fenolik tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat ekstrak kelobot segar 5,45 mg GAE/g dan ekstrak kelobot kering 4,46 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat ekstrak kelobot segar 58,83% RSA dan ekstrak kelobot kering 56,96% RSA.

Keywords


aktivitas antioksidan; kelobot; kuat tarik; mikrostruktur sel; total fenolik

Full Text:

PDF

References


Arfandi, A., Ratnawulan, & Darvina, Y. (2013). Proses pembentukan feofitin daun suji sebagai bahan aktif photosensitizer akibat pemberian variasi suhu. Pillar of Physycs, 1, 68-76.

Babu, A.K., Kumaresan, G., Raj, V.A.A., & Velraj, R. (2018). Review of leaf drying: mechanism and influencing parameters, drying methods, nutrient preservation, and mathematical models. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 90, 536–556.

Casey, N. (2015). Plant leaves in food preparation and packaging. Utar Agriculture Science Journal, 1(4), 34-39.

Dong, J., Cai, L., Zhu, X., Huang, X., Yin, T., Fang, H., et al. (2014). Antioxidant activities and phenolic compounds of cornhusk, corncob and cornhusk, corncob and stigma maydis. Journal Brazilian Chemical Society, 25(11), 1956-1964.

Farikhin, F., Ngafwan, & Sedyono, J. (2016). Analisa Scanning Electron Microscope Komposit Polyester dengan Filler Karbon Aktif dan Karbon Non Aktif. Surakarta: Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Fitriansyah, S.N., Aulifa, D.L., Febriani, Y., & Sapitri, E. (2018). Correlation of total phenolic, flavonoid and carotenoid contect of Phyllanthus emblica extract from Bandung with DPPH scavenging activities. Pharmacognosy Journal, 10(3), 447-452.

Fitriyani, W., Harpeni, R., & Muhaemin, M. (2017). Pengaruh intensitas cahaya terhadap pigmen carotenoid, fucoxanthin, dan phaeophytin zooxanthellae dari isolate karang lunak Zoanthus sp. Maspari Journal, 9(2), 121-130.

Ha, M.A., Apperley, D.C., Evans, B.W., Huxham, I.M., Jardine, W.G., Vietor, R.J., et al. (1998). Fine structure in cellulose mikrofibrils: NMR evidence from onion and quince. The Plant Journal, 16, 183-190.

Indrasti, D., Andarwulan, N., Purnomo, E.H., & Wulandari, N. (2018). Stability of chlorophyll as natural colorant: a review for suji (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.) leaves case. Current Research in Nutrition and Food Science, 6(3), 609-625.

Ismawati, I., & Marliani, L. (2017). Telaah fitokimia dan aktivitas antioksidan dari daun jati merah (Tectona grandis) dan daun jati putih (Gmelina arborea Roxb.). Jurnal Farmasi Galenika, 4, 77-83.

Kementerian Pertanian. (2013). Deskripsi Varietas Unggul Jagung Edisi 2013. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Kusumowati, I.T.D., Sudjono, T.A., Suhendi, A., Da’i, M., & Wirawati, R. (2012). Korelasi kandungan fenolik dan aktivitas antiradical ekstrak etanol daun empat tanaman obat Indonesia (Piper bettle, Sauropus androgynous, Averrhoa bilimbi, dan Guazuma ulmifolia). Pharmacon, 13(1), 1-5.

Lou, S.N., Hsu, Y.S., & Ho, C.T. (2014). Flavonoid compositions and antioxidant activity of calamondin extracts prepared using different solvents. Journal of Food and Drug Analysis, 22, 290-295.

Madikizela, B., Aderogba, M.A., Finnie, J.F., & Staden, J.V. (2014). Isolation and characterization of antimicrobial compounds from Terminalia phanerophlebia Engl. and diels leaf extracts. Journal of Ethnopharmacology, 156, 228-234.

Maflahah, I. (2012). Desain kemasan makanan tradisional Madura dalam rangka pengembangan IKM. Agrointek, 6(2), 118-122.

Mbah, B.O., Eme, P.E., & Paul, A.E. (2012). Effect of drying techniques on the proximate and other nutrient composition of Moringa oleifera leaves from two areas in eastern Nigeria. Pakistan Journal of Nutrition, 11(11), 1044-1048

Mendes, C.A.D.C., Adnet, F.A.D.O., Leite, M.C.A.M., Furtado, C.R.G., & Sousa, A.M.D. (2015). Chemical, physical, mechanical, thermal and morphological characterization of corn husk residue. Cellulose Chemistry and Technology, 49(9), 727-735.

Meenashree, B., Vasanthi, V.J., & Mary, R.N.I. (2014). Evaluation of total phenolic content and antimicrobial activities exhibited by the leaf extracts of Musa acuminate (banana). International Journal of Current Mikrobiology and Applied Sciences, 3(5), 136-141.

Nugraheni, T.P., Rosvita, V., & Pratiwi, H.K. (2017). Uji aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH oleh ekstrak etanol daun pisang Tanduk (Musa paradisiaca Var. Formatypica) dan daun pisang Cavendish (Musa paradisiaca Var. Sapientum). Indonesia Jurnal Farmasi, 2(1), 37-42.

Nurnasari, E. & Nurindah. (2017). Karakteristik kimia serat buah, serat batang, dan serat daun. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri, 9(2), 64-72.

Owoyele, B.V., Negedu, M.N., Olaniran, S.O., Onasanwo, S.A., Oguntoye, S.O., Sanya, J.O., et al. (2010). Analgesic and anti inflammatory effect of aqueous extract of Zea mays husk in male wistar rats. Journal Medical Food, 13(2), 343-347.

Pratiwi, E. (2014). Klobot Jagung sebagai Kemasan Alami Wajik Kelapa. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Przybysz, P., Dubowik, M., Kucner, M.A., Przybysz, K., & Buzala, K.P. (2016). Contribution of hidrogen bonds to paper strength properties. Plos One Journal, 11(5), 1-10.

Risch, S.J. (2009). Food packaging history and innovations. Journal Agricultural and Food Chemistry, 57(18), 8089-8092.

Sabana, S. (2007). Nilai estetis pada kemasan makanan tradisional Yogyakarta. Jurnal Visual Art, 1(1), 10-25.

Setyowati, K., Adnan, A.A., & Sugiarto. (2007). Karakterisasi sifat fisiko kimia dan mekanis kelobot sebagai bahan kemasan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 16(3), 119-124.

Stevani, N.S., Mustofa, A., & Wulandari, Y.W. (2018). Pengaruh lama pengeringan dan penambahan karagenan terhadap karakteristik nori daun kangkung (Ipomoea reptans Poir). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 3(2), 84-94.

Vijayalaxmi, S., Jayalakshmi, S.K., & Sreeramulu, K. (2015). Polyphenols from different agricultural residue: extraction, identification and their antioxidant properties. Journal Food Science Technology, 52(2), 2761-2769.

Wikanta, T., Gusmita, D., Rahayu, L., & Marraskuranto, E. (2012). Kajian awal bioaktivitas ekstrak etanol dan fraksinya dari spons Callyspongia sp. terhadap sel lestari tumor HeLa. JPB Perikanan, 7(1), 1-10.




DOI: http://dx.doi.org/10.32765/wartaihp.v38i1.6416

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License