Pengaruh Proses Pengolahan terhadap Karakteristik Protein Allergen Belalang Sawah (Oxya chinensis)

Hendra Wijaya, Sri Yadial Chalid, Annisa Thaharah, Adityo Fajar Nugroho

Abstract


Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses pengolahan belalang terhadap karakteristik protein alergen belalang. Proses pengolahan belalang yang dilakukan adalah penggorengan, perebusan, dan perendangan. Karakteristik protein alergen dilakukan dengan metode Bradford, Elektroforesis, dan immunoblotting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis belalang yang digunakan adalah Oxya chinensis. Hasil analisis proksimat belalang mentah, belalang rebus, belalang goreng dan belalang rendang adalah kadar air antara 7,62%-71,46%, kadar abu berkisar antara   0,78%-4,97%, kadar protein berkisar antara 17,00%-23,18%, kadar lemak berkisar antara 6,02%-55,44% dan kadar karbohidrat berkisar antara 0,66%-20,50%. Konsentrasi protein ekstrak belalang mentah, rebus, goreng dan rendang masing-masing adalah 7222,25 mg/L; 893,97 mg/L; 703,43 mg/L; 1123,08 mg/L. Profil protein diduga alergen pada ekstrak belalang mentah adalah antara 5 kDa – >250 kDa dengan 22 pita protein, pada belalang rebus antara 9 kDa – >250 kDa dengan 13 pita protein, pada belalang goreng antara 9 kDa – 250 >kDa dengan 8 pita protein, dan belalang rendang antara 9 kDa -250 kDa dengan 16 pita protein. Bobot molekul protein belalang mentah yang dapat berikatan dengan IgE spesifik responden adalah 70 kDa sedangkan dengan belalang rebus adalah 66 kDa, 86 kDa, 150 kDa, dan >250, dengan belalang goreng adalah 150 kDa dan >250 kDa, dan dengan belalang rendang adalah 24 kDa, 150 kDa dan >250 kDa. Proses pengolahan dengan cara direbus, digoreng dan direndang berpengaruh terhadap profil protein allergen belalang.

Keywords


Alergen, belalang, cara pengoahan, elektroforesis, immunoblotting

Full Text:

PDF PDF INDONESIA

References


Adelman, D., Casale, T., & Corren, J. (2002). Manual of Allergy & Immunology (5th ed.). California: Lippincot Williams & Wilkins.

Bollag, D., & Edelstein, S. (1991). Protein Method. New York: Willey-Liss.

Bradford, M. M. (1976). A Rapid and Sensitive Method for the Quantitation Microgram Quantities of Protein Utilizing the Principle of Protein-Dye Binding, 254, 248–254.

Campbell, N. ., Jane, B., & Laewrence, M. (2000). BIOLOGY. (W. Manalu, Ed.) (5th ed.). Jakarta: Erlangga.

Chen, Y. K., Wu, Y. L., & Liu, Z. G. (2012). Purification and Identification of Allergens in Locusta Migratoria manilensis. Chinese Journal of Applied Entomology, 49, 244–247.

Cianferoni, A., & Jonathan, M. (2009). Food Allergy: Revie, Classification and Diagnosis. Allergol Int, 58(4), 457–466.

Elucidare. (2011). Food Allergies Worldwide.

Gupta, R., Ashley, A., Namrita, J., & Matthew, J. (2013). Childhood food allergies: current diagnosis, treatment, and management strategies. Mayo Clin Proc, 88(5), 512–526.

Hadipernata, M., Rachmat, R., & Widaningrum. (2006). Pengaruh Suhu Pengeringan Pada Teknologi Far Infrared Terhadap mutu jamur Merang Kering (Volvariella volvaceae). Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 2.

Hashimoto, K., Watabe, S., Kono, M., & Shiro, K. (1979). Muscle Protein Composition of Sardine and Mackerel. Bulletin of the Japanese Society of Scientific Fisheries, 45(11), 1435–1441.

Hikmah, Nurul., I Dewa Ayu Ratna Dewanti. 2010. Seputar Reaksi Hipersensitivitas. Jember. Fakultas Kedokteran Gigi : Universtas Jember.

Kim, S., Weaver, C. M., & Choi, M. (2017). Proximate Composition and Mineral Content of Five Edible Insects Consumed in Korea. CyTA - Journal of Food, 15(1), 143–146. 2

Kindt, Thomas J., Richard A Goldsby, Barbara Anne Osborne, and J. K. (2007). Immunology (6th ed.). New York: W. H. Freeman and Company.

Laemmli. (2011). Laemmli SDS PAGE Fanglian He Carnegie Institution at Stanford, 1, 3–6.

Lakshmi, C. (2014). Food Colouring: The Natural Way. ResearchJournal of Chemical Science, 4(2), 87–96.

Lierl, M. B., Riordan, M. M., & Fischer, T. J. (1994). Prevalence of insect allergen-specific IgE in allergic asthmatic childern in Cincinnati Ohio. Ann Allergy, 72(1), 45–50.

Lopata, A. L., Fenemore, B., MF, J., Gade, G., & Potter, P. (2005). Occupational allergy in laboratory workers caused by the African migratory grasshopper Locusta migratoria. European Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 60(2), 2005.

Palupi, N. S., Sitorus, S. R., & Kusnandar, F. (2015). Perubahan Alergenisitas Protein Kacang Kedelai dan Kacang Bogor Akibat Pengolahan dengan Panas. Teknologi Dan Industri Pangan, 26(2), 222–231.

Palupi, N. S., Zakaria, F. R., & Prangdimurti, E. (2007). Pengaruh Pengolahan Terhadap Nilai Gizi Pangan. Modul E-Learning ENBP, Departemen Ilmu & Teknologi Pangan-Fateta-IPB.

Pawankar, R., Canonica, G. W., Holgate, S., & Lockey, R. (2011). White Book on Allergy. World Allergy Organization.

Sagiran, G. (2007). Efek Pengolahan Terhadap Zat Gizi Pangan. Lampung: Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Sumiati, T. (2008). Pengaruh Pengolahan Terhadap Mutu Cerna protein Ikan Mujair. Jurnal Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Sundari, D., Almasyhuri, & Lamid, A. (2015). Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Protein, 235–242.

Taylor, Ian K., Kevin M. O'Shaughnessy., Nozhat B. Choudry., Mitsuru Adachi., James B.D. Palmer., & Richard W. Fuller. (1992). A Comparative Study in Atopic Subject with Asthma of The Effect of Salmeterol and Salbutamol on Allergen-Induced Bronchoconstriction, Incrasein Airway Reactivity and Incrasein Urinary Leukotriene E4 Excretion. London & Greenford : England

Vaclavik, V., & Christian, E. . (2007). Essentials of Food Science. New York: Springer.

Wijaya, S., & Rohman, L. (2001). Fraksinasi dan Karakterisasi Protein Utama Biji Kedelai. Jurnal Ilmu Dasar, 2(1), 49–54.

Winarno, F. G. (1980). Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta: Gramedia.

Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F. G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zakaria, F., A, K., Ispurwanto, & Rahman. (1998). Telaah sifat alergenisitas proteim udang putih (Penaeus merguensis) untuk produksi isolat alergen. Bulletin Teknologi Dan Industri Pangan, 2(IX), 54–59.




DOI: http://dx.doi.org/10.32765/warta%20ihp.v36i1.4386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Warta Industri Hasil Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Our journal indexed by:


Copyright © Balai Besar Industri Agro, 2018. Powered By OJS 

Theme design credited to MEV edited by Warta IHP

Creative Commons License   
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License