PENGARUH PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) DAN LAMA PENGOMPOSAN TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK DARI FESES KAMBING DAN DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia)

Muhammad Furqon Hija, Mochammad Junus, Siti Nurul Kamaliyah

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan EM4 dengan konsentrasi yang berbeda dan lama pengomposan untuk mencapai kualitas pupuk organik sesuai dengan SNI, meliputi kadar air, C-Organik, nitrogen, fosfor, kalium dan C/N rasio. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, faktor 1 adalah level konsentrasi EM4 sebanyak 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%,sedangkan faktor 2 adalah lama waktu pengomposan yaitu 7 Hari dan  14 Hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik yaitu pada konsentrasi EM4 0,3% dan lama pengomposan 7 hari. Untuk interaksi penggunaan EM4 dan lama pengomposan berbeda nyata secara signifikan dan pupuk organik sudah memenuhi standar kriteria SNI 7763:2018, meliputi kadar air, C-Organik, nitrogen, fosfor, kalium dan C/N rasio. Sehingga feses kambing dan daun paitan (Tithonia diversifolia) dapat digunakan sebagai pupuk organik.


Keywords


EM4, Feses Kambing, Tithonia diversifolia

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Dewilda, Y., R. Aziz and R. A, Handayani. 2019. The Effect of Additional Vegetables and Fruits Waste on The Quality of Compost of Cassava Chip Industry Solid Waste onTakakura Composter. Conference on Innovation in Technology and Engineering Science. 602 (1) : 1-13. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/602/1/012060/meta

Ekawandani, N dan A. A, Kusuma. (2018). Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan Kulit Pisang) dengan Menggunakan EM4. Jurnal TEDC. 12 (1) : 38-43. https://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/129

Farrasati, R, I. Pradiko, S. Rahutomo, E. S, Sutarta, H. Santoso dan F. Hidayat. (2019). C-organik Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Utara: Status dan Hubungan dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah. Jurnal Tanah dan Iklim. 43 (2) :157-165. https://www.researchgate.net/publication/342526887

Jama, B., C. A. Palm., R. J. Buresh., A. Niang., C. Gachengo., G. Nziguheba and B. Amadalo. (2000). Tithonia diversifolia as a Green Manure for Soil Fertility Improvement in Western Kenya: A review. Agroforestry Systems. 49: 201–221. https://www.researchgate.net/publication/226743342

Kaswinarni, F dan A. Arya. Surya, Nugraha. (2020). Kadar Fosfor, Kalium dan Sifat Fisik Pupuk Kompos Sampah Organik Pasar dengan Penambahan Starter EM4, Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam. Jurnal Ilmiah Multi Sciences. 12 (1) : 1-6. https://doi.org/10.30599/jti.v12i1.534

Kurniawan, D., S. Kumalaningsih dan N. M. S, Sabrina. (2013). Pengaruh Volume Penambahan Effective Microorganism 4 (EM4) 1% dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Pupuk Bokashi dari Kotoran Kelinci dan Limbah Nangka. 2 (1) : 57-66. https://industria.ub.ac.id/index.php/industri/article/view/129

Mirawati, A dan Winarsih. (2019). Kualitas Kompos Berbahan Dasar Sampah Rumah Tangga, Sampah Kulit Buah, dan Sampah Daun dalam Lubang Resapan Biopori. LenteraBio. 8 (3) : 225-230. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio

Nurrahma, A. H. I dan M. Melati. 2013. Pengaruh Jenis Pupuk dan Dekomposer terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Organik. Buletin Agrohorti. 1 (1) : 149-155. https://doi.org/10.29244/agrob.1.1.149-155

Pinandita, A, M.K., D. Biyantoro dan Margono. 2017. Pengaruh Penambahan EM-4 dan Molasses terhadap ProsesComposting Campuran Daun Angsana (Pterocarpus indicun) dan Akasia (Acasia auriculiformis). Jurnal Rekayasa Proses. 11 (1) :19-23. http://dx.doi.org/10.22146/jrekpros.19145

Rahmah, N. L., N. Ayu, Setyaningtyas dan N. Hidayat. (2015). Karakteristik Kompos Berbahan Dasar Limbah Baglog Jamur Tiram (Kajian Konsentrasi EM4 dan Kotoran Kambing). 4(1):1-9. https://industria.ub.ac.id/index.php/industri/article/view/180

Ratrinia, P. W., Uju dan P. Suptijah. (2016). Efektivitas Penambahan Bioaktivator Laut dan Limbah Cair Surimi pada Karakteristik Pupuk Organik Cair dari Sargassum sp. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 19 (3) : 309-320. journal.ipb.ac.id/index.php/jphpi. DOI:10.17844/jphpi.2016.19.3.309

Safitri, A. D., R. Linda dan Rahmawati. (2017). Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Kotoran Kambing Difermentasikan dengan EM4 Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescents L.) Var. Bara. Protobiont. 6 (3) : 182-187. http://dx.doi.org/10.26418/protobiont.v6i3.22473

Saidy, A.R. 2018. Bahan Organik Tanah : Klasifikasi, Fungsi dan Metode Studi. Lambung Mangkurat University Press. Banjarmasin. http://eprints.ulm.ac.id/4505/

Sampaio, . L., R. E, Ebel and F. B. D, Costa. (2016). Effect of The Environment on The Secondary Metabolic Profile of Tithonia diversifolia: a Model for Environmental Metabolomics of Plants. Scientific Reports. 6:29265 : 1-11. https://www.nature.com/articles/srep29265

SNI 7763:2018. 2018. Pupuk Organik Padat. Badan Standardisasi. Jakarta. https://pdfcoffee.com/sni-7763-2018pupuk-organik padatdoc-pdf-free.html

Subandriyo, D. D, Anggoro dan Hadiyanto. (2012). Optimasi Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4 dan MOL Terhadap Rasio C/N. Jurnal Ilmu Lingkungan. 10 (2) : 70-75. https://media.neliti.com/media/publications/136969-ID-none.pdf

Sugirahayu, L dan O. Rusdiana. 2011. Perbandingan Simpanan Karbon pada Beberapa Penutupan Lahandi Kabupaten Paser, Kalimantan Timur BerdasarkanSifat Fisik dan Sifat Kimia Tanahnya. Jurnal Silvikultur Tropika. 02 (03) : 149 – 155.https://journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/5379

Sundari,I., W. F, Maruf dan E. N, Dewi. (2014). Pengaruh Penggunaan Bioaktivator EM4 dan Penambahan Tepung Ikan Terhadap Spesifikasi Pupuk Organik Cair Rumput Laut Gracilaria sp. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(3):88-94. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpbhp/article/view/5625

Suwardiyono, F. Maharani dan Harianingsih. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Rebusan Olahan Kedelai Menggunakan Effective Mikroorganisme. Inovasi Teknik Kimia. 4 (2) : 44-48. https://www.researchgate.net/publication/337363442

Trivana, L dan A. Y, Pradhana. 2017. Optimalisasi Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa dengan Bioaktivator PROMI dan Orgadec. 35 (1) : 136-144. https://doi.org/10.22146/jsv.29301

Trivana, L,. A. Y, Pradhana dan A. P,Manambangtua. (2017). Optimalisasi Waktu Pengomposan Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa dengan Bioaktivator EM4. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. 9(1) :16-24. https://www.researchgate.net/publication/316020768_Optimalisasi_Waktu_Pengomposan_Pupuk_Kandang_dari_Kotoran_Kambing_dan_Debu_Sabut_Kelapa_dengan_Bioaktivator_EM4

Widarti, B. N., W. K. Wardhini dan E. Sarwono. (2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku pada Pembuatan Kompos dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses. 5 (2) : 75-80. http://dx.doi.org/10.36055/jip.v5i2.200

Wijaksono, R. A., R. Subiantoro dan B. Utoyo. (2016). Pengaruh Lama Fermentasi pada Kualitas Pupuk Kandang Kambing. Jurnal Agro Industri Perkebunan. 4 (2) : 88-96.https://doi.org/10.25181/aip.v4i2.50

Yua, H, B. Xie, R. Khan and G. Shen. 2019. The Changes in Carbon, Nitrogen Components and Humic Substances During Organic-Inorganic Aerobic Co-Composting. Journal Bioresource Technology. 271 : 228–235. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2018.09.088




DOI: http://dx.doi.org/10.28959/jdpi.v32i1.6846

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Dinamika Penelitian Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.