Teknologi Proses Batik Kombinasi Sasirangan pada Kain Foalisima, Primisima dan Sutera

Eustasia Sri Murwati

Abstract


Batik kombinasi sasirangan merupakan produk tekstil kerajinan yang dibuat dengan mengkombinasikan proses batik dan proses sasirangan. Motif batik diambil dari motif – motif batik tradisional Jawa maupun dari daerah, sedangkan motif sasirangan diambil dari Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembuatan produk batik kombinasi sasirangan yang terbaik sehingga dapat diperoleh diverifikasi produk.

Bahan baku yang digunakan foalisima, primisima fan sutera super T 54, sistem pewarnaan dilakukan dengan coletan maupun celupan, dengan  menggunakan zat warna indigodol dan reaktif. Desain motif ditargetkan untuk bahan sandang (pakaian casual, resmi dan santai). Urutan proses melalui: pemilihan desain fashion dan desain motif , proses pendahuluan, pemolaan mode, pemolaan motif batik dan sasirangan, pelekatan lilin I, pewarnaan I (colet/celup), pelekatan lilin II/penutupan, penjahitan sasirangan, pewarnaan II, pelepasan benang, pelepasan lilin, penyempurnaan dan pengecekan tata letak pola.

Hasil ujicoba memperlihatkan bahwa proses batik kombinasi sasirangan dipengaruhi oleh jenis kain,tebal kain, proses jait – ikat, jenis benang pengikat dan cara pewarnaan. Kain yang cocok digunakan untuk pembuatan kain batik kombinasi sasirangan adalah foalisima dan sutera. Mori primisima agak tebal sehingga agak sulit dalam melakukan proses sasirangan dan perlu tarikan yang kuat. Bahan printang warna yang cocok adalah benang poliester yang tidak dapat diwarnai ketika proses pewarnaan pada suhu dingin. Zat warna yang dapat digunakan untuk batik sasirangan dengan sistem coletan dan celupan adalah zat warna indigosol dan zat warna reaktif. Sistem pewarnaan yang paling tepat dan efisien adalah sistem colet – celup dan celup – colet – celup. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian menunjukkan nilai 4 dan gosokan nilai 3-4.

 

Kata kunci: kombinasi sasirangan, foalisima, primisima, sutera

Keywords


batik;sasirangan;diversifikasi produk

Full Text:

PDF

References


BBKB. “Pengembangan Teknologi Proses Tritik, Jumputan dan Pencelupan pada Kain Poliester Georgette”, Laporan Penelitian dan Pengembangan Kerajinan dan Batik, Yogyakarta, 1987.

BBKB. “Pengembangan Desain Kain Sasirangan Kombinasi Batik”, Laporan Proyek Pengembangan Batik, Yogyakarta 1993.

Djufri Rasyid, Ir, MSc. dkk. “Teknologi Pengelantangan Pencelupan dan Pencapan”. Cetakan II. Bandung, 1976.

Djufri, Rasjid, Kimia Zat Warna, Institut Teknologi Tekstil, Bandung, 1976.

Nian S. Djumena. Batik dan Mitra Djambatan, Jakarta. Th 1990.

Purwani, Arifin Lubis, Budiarti, RGA Kasoenarno, Pencelupan dan Penyempurnaan, Institut Teknologi Tekstil, Bandung, 1978.

Sewan Susanto SK, S.Teks, “Seni Kerajinan dan Batik Indonesia”, Balai Penelitian dan Pengembangan; Lembaga Penelitan dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian RI., 1980.

Sewan Susanto SK, S.Teks “Lilin Batik”, Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Yogyakarta, 1975.

Supriyono, S.Teks dkk. “Serat-serat Tekstil”. Cetakan II, Institut Teknologi Tekstil, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v22i1.977

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2005 Eustasia Sri Murwati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah indexeed by :