Pengaruh Frekuensi Pencelupan dengan Metode Simultan terhadap Nilai Uji Ketuaan Warna, Ruang Warna dan Ketahanan Luntur Warna yang Dihasilkan pada Batik Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Jalawe (Terminalia bellirica (gaertn) Roxb)

Agus Haerudin, Tin Kusuma Arta, Masiswo Masiswo, Aprilia Fitriani, Euis Laela

Abstract


Penelitian ini merupakan kegiatan lanjutan dari penelitian sebelumnya, dimana tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi pencelupan terhadap kualitas warna dari ekstrak kulit buah jalawe pada kain batik katun dengan metode simultan. Metode penelitian yang digunakan metode experimental dengan variasi frekuensi pencelupan 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27 dan 30 kali pengulangan serta variasi mordan akhir tawas dan kapur. Uji kualitas warna yakni uji ketuaan warna, uji beda warna CIE L*,a*,b* dan uji ketahanan luntur warna pada sinar terang hari. Hasil penelitian diperoleh pengaruh frekuensi pencelupan terhadap nilai ketuaan warna K/S cukup signifikan berpengaruh, nilai ketuaan warna yang optimal dari mordan akhir tawas sebanyak 21 kali pencelupan, sedangkan dari mordan akhir kapur sebanyak 18 kali. Pengaruh frekuensi pencelupan pada nilai uji beda warna L*,a*,b* cukup signifikan berpengaruh, nilai L* terbaik dari mordan akhir tawas pada 30 kali pencelupan, sedangkan dari mordan akhir kapur 27 kali, nilai a* (+) terbesar dari mordan akhir tawas sebanyak 12 kali pencelupan, sedangkan dari mordan akhir kapur sebanyak 27 kali pencelupan, nilai b* (+) tertinggi dari mordan akhir tawas sebanyak 12 kali pencelupan, sedangkan pada mordan akhir kapur 24 kali pencelupan. Pengaruh frekuensi pencelupan terhadap nilai ketahanan luntur warna pada sinar terang hari tidak begitu signifikan yakni pada 6 kali pencelupan nilai ketahanan luntur warna yang optimal 4-5 dengan kategori baik.


Full Text:

PDF

References


Abraham, A., Mathew, L., & Samuel, S. (2014). Pharmacognostic studies of the fruits of Terminalia bellirica (Gaertn.)Roxb. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 3(2), 45–52.

Amalia, R., & Akhtamimi, I. (2016). Studi Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Zat Fiksasi Terhadap Kualitas Warna Kain Batik dengan Pewarnaan Alami Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum). Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 33(2), 85. https://doi.org/10.22322/dkb.v33i2.1474

Anggraini, N., T., & Hidyati, L. (2014). Pengaruh Frekuensi Celupan Terhadap Hasil Jadi Pewarnaan Batik Dengan Daun lamtoro Pada Kain Katun. E-Jurnal, Edisi Yudisium, 03(02), 34–38.

Farida, Vivian, A., D., & Haerudin, A. (2015). Pengaruh variasi bahan pra mordan pada pewarnaan batik menggunakan akar mengkudu (. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 32(1), 1–8.

Haerudin, A., Arta, T., K., & Fitriani, A. (2019). Optimalisasi Frekuensi Pencelupan Batik Katun Menggunakan Zat Warna Alam Dari Kulit Buah Jalawe (Terminalia bellirica (Gaertn.) Roxb). Prosding Seminar Nasional Tekstil 2019, 2, 26–27.

Ismadi. (2012). Seni Kerajinan dan Batik (F.- UNY (ed.)). FBS- UNY.

Karyana, D., dkk. (2005). Bahan Ajar Kimia Zat Warna. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.

Kuntari, & Barkasih, S. (2005). Pengaruh Penggunaan Plexophor HBN Dalam Metode Grey Dyeing Terhadap Hasil Pencelupan Benang Selulosa Dengan Zat Warna Reaktif. In Simposium Nasional Polimer (Himpunan P). Himpunan Polimer Indonesia. Retrieved from digilib.batan.go.id/ppin/katalog/file/1410-8720-2005-1-282.pdf.

Masisiwo, Haerudin, A., Laela, E., Arta, T., K., & Fitriani, A. (2019). Optimalisasi Pencelupan Batik Zat Warna Alam Dari Ekstrak Kulit Buah Jalawe ( Terminalia bellirica ) Dengan Metode Iring Kapur. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik 2019, 2715–7814.

Pujilestari, T. (2017). Optimalisasi Pencelupan Kain Batik Katun Dengan Pewarna Alam Tingi (Ceriops tagal) Dan Indigofera Sp. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 34 No.1, 53–62.

Pujilestari, Titiek, Kerajinan, B. B., & Batik, D. (2015). Review : Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri. 93–106. https://media.neliti.com/media/publications/61575-ID-review-sumber-dan-pemanfaatan-zat-warna.pdf

Rosyida, A., & Subiyati. (2018). Pemanfaatan Limbah Serutan Kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus) Untuk Pewarnaan Kain Sutera. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 35(2), 111. https://doi.org/10.22322/dkb.v35i2.4301

Sahoo, T., Bhattacharya, G., & Dash, S. K. (2017). Effectiveness of Different Mordants and Concentrations on the Dyeing Properties of Jackfruit ( Artocarpus heterophyllus ) Bark on Silk. International Journal of Agriculture, Environment and Biotechnology, 10(5), 565. https://doi.org/10.5958/2230-732X.2017.00069.9

Sari, I., M. dan Russanti, I. (2014). Pengaruh Frekuensi Pencelupan Pewarna Kulit Pohon Mahoni Terhadap Hasil Jadi Batik Pada Bahan Rajut. E-Journal. Edisi Yudisium, 03 No. 02, 65–70.

Sunaryati, S., Hartini, S., & Ernaningsih. (2000). Pengaruh Tata Cara Pencelupan Zat Warna Alam Daun Sirih pada Hasil Pencelupan Kain Sutera. Prosiding Pertemuan Dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Nuklir P3Tm-Batan Yogyakarta, 0216–3128, 103–108.

Technical Services Department. (2008). Hunter L, a, b Color Scale. Hunter Associates Laboratory, Inc.

Yernisa, Sa’id, E., G., & Syamsu, K. (2013). Aplikasi Pewarnaan Bubuk Alami Dari Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) pada Pewarnaan Sabun Transparan. Steroids, 23(3), 190–198. https://doi.org/10.1016/0039-128X(65)90152-2.




DOI: http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v37i2.6229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Tin Kusuma Arta, Agus Haerudin, Masiswo Masiswo, Euis Laela, Aprilia Fitriani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah indexeed by :