KUALITAS PEWARNAAN EKSTRAK KAYU TEGERAN (Cudrania javanensis) PADA BATIK

Vivin Atika, Irfa'ina Rohana Salma

Abstract


ABSTRAK

Ekstrak kayu Tegeran digunakan sebagai sumber warna kuning untuk soga batik. Penggunaanya sebagai pewarna tunggal batik sangat jarang karena menurut perajin batik mudah luntur dan warna kurang cerah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ekstrak kayu Tegeran sebagai zat warna tunggal pada batik. Kayu Tegeran diekstraksi pada suhu kamar, 50ºC, 75ºC dan 100ºC menggunakan pelarut air selama 1 jam. Pewarnaan batik dilakukan dengan ekstrak kayu Tegeran sebanyak 8 kali pada suhu kamar. Proses pelepasan malam (lilin batik) dilakukan dengan pelarut air pada suhu 100ºC selama 1 jam. Batik dianalisa dengan menggunakan parameter uji arah, ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap gosokan basah, pencucian dan sinar matahari. pH larutan ekstrak kayu Tegeran hasil ekstraksi pada suhu kamar, 50ºC, 75ºC dan 100ºC berturut-turut sebesar 5, 4, 4-5, 3-4. Arah warna batik hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran yaitu kuning hingga cokelat tua. Nilai ketuaan warna batik katun hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran antara 22,24 – 40,33 dan batik sutera bernilai antara 38,39 – 46,75. Nilai pengujian ketahanan luntur warna batik hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran terhadap gosokan basah rata-rata memberikan nilai (4 – 5), sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan sinar matahari langsung rata-rata memberikan nilai 4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu Tegeran dapat digunakan sebagai pewarna batik dengan warna cerah dan ketahanan luntur baik.

 

ABSTRACT

The Tegeran wood extract has been used as the yellow color source for batik soga. As a single color for batik, it is rarely used because tend to have poor color fastness and less bright color. This research aim is to analyze Tegeran wood extract as a single dye for batik. Tegeran wood extracted on various temperature (room temperature, 50ºC, 75ºC, 100ºC) using water as the solvent for an hour. Then it is used for batik dyeing with 8 times soaking at room temperature. The batik wax releasing process is conducted by base hot water for an hour. Batik is then analyzed using various testing parameters such as shade, color intensities and color fastness properties. The acidity of Tegeran extract from extraction process at room temperature, 50ºC, 75ºC dan 100ºC are in line 5, 4, 4-5, 3-4. Shades of color are yellow to dark brown. Color intensity score for cotton batik range is 22,2440,33 and for silk batik is 38,3946,75. The color fastness score to wet rubbing is (4 – 5), and to washing and direct sunlight is 4. From the result, it can be concluded that Tegeran wood extract can be used as batik dye with bright color and good color fastness properties. 

 


Keywords


Tegeran; batik; pH; ketuaan warna; tahan luntur

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2014). SNI 0239:2014, Batik - Pengertian dan istilah. Badan Standardisasi Nasional.

Atika, V., Farida, F., & Pujilestari, T. (2016). Kualitas Pewarnaan Ekstrak Gambir Pada Batik Sutera. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 33(1), 25–32.

Atika, V., & Haerudin, A. (2013). PENGARUH KOMPOSISI RESIN ALAMI TERHADAP SUHU PELORODAN LILIN UNTUK BATIK WARNA ALAM. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 30(1), 23–29.

Avinc, O., Celik, A., Gedik, G., & Yavas, A. (2013). Natural Dye Extraction from Waste Barks of Turkish Red Pine (Pinus brutia Ten.) Timber and Eco-Friendly Natural Dyeing of Various Textile Fibers. Fibers and Polymers, 14(5), 866–873. http://doi.org/10.1007/s12221-013-0866-0

Herawati, H., Yuliani, S., Rusli, M. S., & Purnamasari, R. (2012). Effect of Tween 80’s Emulsifier Concentration with Spontaneous Diffusion Method on Stability Solution Tegeran’s Nanoemulsion Natural Dyes. In Proceeding of International Conference on Chemical and Material Engineering (p. MSD.1 7-1-8).

Julkunen-Tiitto, R., & Haggman, H. (2009). Tannins and Tannin Agents. In T. Bechtold & R. Mussak (Eds.), Handbook of Natural Colorants (p. 210). UK: John Wiley & Sons Ltd.

Kongkiatpaiboon, S., Tungsukruthai, P., Sriyakool, K., Pansuksan, K., Tunsirikongkon, A., & Pandith, H. (2016). Determination of Morin in Maclura cochinchinensis Heartwood by HPLC. Journal of Chromatographic Science, 1(5). http://doi.org/https://doi.org/10.1093/chromsci/bmw191

Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D. A., Wiyatno, A., & Triyono, A. (2009). ZAT PEWARNA ALAMI TEKSTIL DARI KULIT BUAH MANGGIS. Ekuilibrum, 8(1), 41–47.

Maimunah, S. (2012). KARAKTERISTIK BATIK WARNA ALAM DI BATIK GIRI ASRI DESA KARANG REJEK KARANG TENGAH IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA. Universitas Negeri Yogyakarta. Retrieved from http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27634

Mukhlis, M. (2011). Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Kulit Batang Jamblang (Syzygium cumini) Sebagai Bahan Dasar Pewarna Tekstil. Jurnal Biologi Edukasi, 3(1). Retrieved from http://jurnal.unsyiah.ac.id/JBE/article/view/457

Riani Anastasia, S., Sarah Rum, H., & Murni, S. (2014). NATURAL COLOUR BATIK HANDICRAFT IN SRAGEN, CENTRAL JAVA (A STUDY TO IMPROVE HANDICRAFTER’S WELFARE). In International Conference On Vocational Education And Training (ICVET) May 14 th (pp. 113–121). Solo. Retrieved from http://eprints.uny.ac.id/24446/1/A-18.pdf

Rosyida, A., & Zulfiya, A. (2013). Pewarnaan Bahan Tekstil dengan Menggunakan Ekstrak Kayu Nangka dan Teknik Pewarnaannya untuk Mendapatkan Hasil yang Optimal. Jurnal Rekayasa Proses, 7(2), 52–58.

Sangat-Roemantyo, H. (1991). Maclura cochinchinensis (Lour.) Corner. In R. H. M. J. Lemmens & N. Wulijarni-Soetjipto (Eds.), Plant Resources of South - East Asia 3, Dye and Tannin Producing Plants (pp. 89–91). Bogor: PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation. Retrieved from http://www.proseanet.org

Septhum, C., Rattanaphani, S., Bremner, J. B., & Rattanaphani, V. (2009). An adsorption study of alum-morin dyeing onto silk yarn. Fibers and Polymers, 10(4), 481–487. http://doi.org/10.1007/s12221-009-0481-2

Septhum, C., Rattanaphani, V., & Rattanaphani, S. (2007). UV-VIS SPECTROSCOPIC STUDY OF NATURAL DYES WITH ALUM AS A MORDANT. Suranaree J. Sci. Technol., 14(1), 91–97. Retrieved from http://203.158.6.11:8080/sutir/bitstream/123456789/2193/1/1598_abst.pdf

Suheryanto, D. (2010). OPTIMALISASI CELUPAN EKSTRAK DAUN MANGGA PADA KAIN BATIK KATUN DENGAN IRING KAPUR. In SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES. Semarang: Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Sunaryati, S., Hartini, S., & Ernaningsih. (2000). Pengaruh Tatacara Pencelupan Zat Warna Alam Daun Sirih pada Hasil Pencelupan Kain Sutera. In Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir P3TM. Yogyakarta: BATAN.

Swargiary, A., & Ronghang, B. (2013). Screening of Phytochemical Constituents, Antioxidant and Antibacterial Properties of Methanolic Bark Extracts of Maclura cochinchinensis (Lour.) Corner. International Journal of Pharma and Bio Sciences, 4(4), 449–459.

Vankar, P. S. (2000). Chemistry of Natural Dyes. Resonance.

Weigl, M., Kandelbauer, A., Hansmann, C., Pockl, J., Muller, U., & Grabner, M. (2009). Application of Natural Dyes in the Coloration of Wood. In T. Bechtold & R. Mussak (Eds.), Handbook of Natural Colorants (p. 279). UK: John Wiley & Sons Ltd.




DOI: http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v34i1.2642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Vivin Atika, Irfa'ina Rohana Salma, Irfa'ina Rohana Salma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah indexeed by :