Kopi dan Kakao dalam Kreasi Motif Batik Khas Jember

Irfa'ina Rohana Salma, Anugrah Ariesahad Wibowo, Yudi Satria

Abstract


ABSTRAK

Batik Jember selama ini identik dengan motif daun tembakau. Visualisasi daun tembakau dalam motif Batik Jember cukup lemah, yaitu kurang berkarakter karena motif yang muncul adalah seperti gambar daun pada umumnya. Oleh karena itu perlu diciptakan desain motif batik khas Jember yang sumber inspirasinya digali dari kekayaan alam lainnya dari Jember yang mempunyai bentuk spesifik dan karakteristik sehingga identitas motif bisa didapatkan dengan lebih kuat. Hasil alam khas Jember tersebut adalah kopi dan kakao. Tujuan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik  baru yang mempunyai ciri khas Jember. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, pengamatan mendalam terhadap objek penciptaan, pengkajian sumber inspirasi, pembuatan desain motif, dan perwujudan menjadi batik. Dari penciptaan seni ini berhasil dikreasikan 6 (enam) motif batik yaitu: (1) Motif Uwoh Kopi; (2) Motif Godong Kopi;  (3) Motif Ceplok Kakao; (4) Motif Kakao Raja; (5) Motif Kakao Biru; dan (6) Motif Wiji Mukti. Berdasarkan hasil penilaian “Selera Estetika” diketahui bahwa motif yang paling banyak disukai adalah Motif Uwoh Kopi dan Motif Kakao Raja.

 

Kata kunci: Motif Woh Kopi, Motif Godong Kopi, Motif Ceplok Kakao, Motif Kakao Raja, Motif Kakao Biru, Motif Wiji Mukti

 

ABSTRACT

Batik Jember is synonymous with tobacco leaf motif. Tobacco leaf shape is quite weak in the visual appearance characterized as that motif emerges like a picture of leaves in general. Therefore, it is necessary to create a distinctive design motif extracted from other natural resources of Jember that have specific shapes and characteristics that can be obtained as the stronger motif identity. The typical natural resources from Jember are coffee and cocoa. The purpose of the creation of this art is to produce the unique, creative and innovative batik and have specific characteristics of Jember. The method used are data collection, observation of the object, reviewing inspiration sources, design motifs creation and the embodiment of batik. From the creation of this art successfully created into 6 (six) motif, namely: (1) Motif Uwoh Kopi; (2) Motif Godhong Kopi; (3) Motif Ceplok Kakao; (4) Motif Kakao Raja; (5) Motif Kakao Biru; and (6) Motif Wiji Mukti. Based on the results of the “Aesthetics assessment taste" has been noticed that the most widely preferred motif is a Uwoh Kopi motif and Kakao Raja motif.

 

Keywords: Motif Uwoh Kopi, Motif Godong Kopi, Motif Ceplok Kakao, Motif Kakao Raja, Motif Kakao Biru, Motif Wiji Mukti

Keywords


Motif Woh Kopi; Motif Godong Kopi; Motif Ceplok Kakao; Motif Kakao Raja; Motif Kakao Biru; Motif Wiji Mukti

Full Text:

PDF

References


Haryadi, M. dan Supriyanto. 2001. Pengolahan Kakao Menjadi Bahan Pangan. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM.

Jual Batik Khas Jember. 2012. (http://jual batikkhasjember.blogspot.com, diakses 14 Mei 2014).

Jember Selayang Pandang. 2012. (http://jemberkab.go.id/perkebunan, diakses 14 Mei 2014).

Panggabean, E. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta: AgroMedia.

Perkebunan Kopi. 2010. (http://sikdBappeda.jemberkab.go.id/webroot/content/images/large_3846_perkebunan-kopi.png, diakses 17 Mei 2014.

Puslitkoka Jember. 1997. (http://www.litbang.pertanian.go.id/unker/one/2400, diakses 14 Mei 2014).

Soemardjo, J. 2000. Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB.

Soesanto, S. 1980. Seni Kerajinan Batik Indonesia, Yogyakarta: Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Susanto, F.X. 1994. Tanaman Kakao: Budi Daya dan Pengolahan Hasil. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v32i2.1362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Irfa'ina Rohana Salma, Anugrah Ariesahad Wibowo, Yudi Satria

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

DKB indexed by :