Daya Saing Proses "Batik Radioan" dengan Zat Warna Reaktif dan Indanthreen

Sri Murwati, Djijono Djijono, Umar Setiadji

Abstract


Pada proses Batik Radioan digunakan tahapan proses pemutihan yang berdampak menurunnya kekuatan tarik kain. Untuk mengatasi hal ini perlu dikembangkan proses penyempurnaan Batik Radioan yang tidak mengurangi kekuatan tarik tetapi kemurnian warnanya sama, sehingga warna pertama bila ditumpangi warna kedua tidak akan timbul warna tumpangan; warna yang diperoleh tetap warna kedua.

Dari hasil penelitian proses Batik Radioan dengan zat warna reaktif dan indanthreen sesuai dengan sifat kimianya, diperoleh efektifitas proses tanpa diperlukan tahap pemutihan karena zat warna reaktif dan indanthreen mengandung gugus yang, bila tereduksi akan pecah dan mengikat ion H dan membentuk gugus amin yang tidak berwama. Selain itu biaya proses dapat ditekan dengan memperhitungkan harga zat warna dari yang termurah sampai yang termahal. Zat warna yang diperhitungkan antara lain zat warna reaktif, indanthreen, indigosol dan naphtol.

Efisiensi proses Batik Radioan dengan zat warna reaktif dan indanthreen mencapai 8,76% sampai dengan 41,33% dari perhitungan harga zat warna yang termurah sampai yang termahal untuk zat warna tersebut diatas.

Pada proses Batik Radioan digunakan tahapan proses pemutihan yang berdampak menurunnya kekuatan tarik kain. Untuk mengatasi hal ini perlu dikembangkan proses penyempurnaan Batik Radioan yang tidak mengurangi kekuatan tarik tetapi kemurnian warnanya sama, sehingga warna pertama bila ditumpangi warna kedua tidak akan timbul warna tumpangan; warna yang diperoleh tetap warna kedua.

Dari hasil penelitian proses Batik Radioan dengan zat warna reaktif dan indanthreen sesuai dengan sifat kimianya, diperoleh efektifitas proses tanpa diperlukan tahap pemutihan karena zat warna reaktif dan indanthreen mengandung gugus yang, bila tereduksi akan pecah dan mengikat ion H dan membentuk gugus amin yang tidak berwama. Selain itu biaya proses dapat ditekan dengan memperhitungkan harga zat warna dari yang termurah sampai yang termahal. Zat warna yang diperhitungkan antara lain zat warna reaktif, indanthreen, indigosol dan naphtol.

Efisiensi proses Batik Radioan dengan zat warna reaktif dan indanthreen mencapai 8,76% sampai dengan 41,33% dari perhitungan harga zat warna yang termurah sampai yang termahal untuk zat warna tersebut diatas.

Keywords


batik radioan;zat warna reaktif;indanthreen

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v0i16.1074

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1997 Sri Murwati, Djijono Djijono, Umar Setiadji

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah indexeed by :