ESTIMASI HUBUNGAN SIFAT FISIKA KIMIA MINYAK KAYU PUTIH PADA INDUSTRI KECIL PENYULINGAN DI MALUKU

Syarifuddin Idrus, Husein Smith

Abstract


Tanaman kayu putih (Melalauca leucadendron Linn.) merupakan salah satu tanaman penghasil  minyak  atsiri  yang digunakan sebagai bahan baku  industri minyak atsiri di Indonesia. Tanaman kayu putih merupakan  produk hasil hutan bukan kayu yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan .Potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar.  Di Maluku potensi terbesar terdapat pada Kabupaten Buru, kemudian diikuti  Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat  dan Kabupaten Maluku Tengah. Minyak kayu putih dihasilkan dari proses penyulingan daun kayu putih yang merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat korelasi dan kontribusi/pengaruh antar sifat fisika kimia/parameter mutu minyak kayu putih yang berasal dari berbagai desa pada Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat sebagai penghasil minyak kayu putih di Maluku. Data Penelitian di analisis menggunakan  regresi korelasi terhadap karakteristik fisika kimianya meliputi kadar sineol, bobot jenis (BJ), putaran optik dan indeks bias. Hasil penelitian menunjukkan Model matematik garis regresi dan keeratan hubungan antar sifat fisik kimia minyak kayu putih berbeda pada Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku yaitu Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat. Kecenderungan arah garis regresi pada tiga Kabupaten penghasil minyak kayu putih di Maluku tersebut hampir sama walaupun konstanta regresi dan koefisien arah berbeda yaitu hubungan antara sineol vs putaran optik, bobot jenis vs putaran optik dan indeks bias vs putaran optik. Sedangkan Hubungan antara sineol vs indeks bias, trend garis yang berbeda hanya terdapat pada minyak kayu putih dari Kabupaten Maluku Barat Daya Begitupun hubungan antara sineol vs bobot jenis, perbedaan tren garis regresi hanya terdapat pada minyak kayu putih dari Kabupaten Buru yang menunjukkan hubungan positif antar kedua variabel tersebut. Hasil analisis data sifat fisika kimia minyak kayu putih pada  Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat sebagai penghasil minyak kayu putih di Maluku menunjukkan bahwa ada korelasi dan kontribusi antar setiap parameter mutu/sifat fisik kimia dengan derajat korelasi dan besarnya persentase kontribusi yang berbeda di setiap Kabupaten tersebut.


Keywords


Estimasi, Minyak kayu putih, fisika, kimia

Full Text:

PDF

References


Amrullah. 2017. Minyak Kayu Putih. https://amrullha.wordpress.com/minyak-kayu-putih/ Diakses tgl 23 Nopember 2017.

Badan Standardisasi Nasional. 2006. Minyak Kayu Putih. SNI 06-3954-2006. Jakarta.

BPS, 2015. Maluku Dalam Angka 2015. Badan pusat statistik.

BPS, 2016. Maluku Dalam Angka 2016. Badan Pust Statistik.

Dogra,K. Dan S.Dogra.1990. Kimia Fisik dan Soalsoal. Terjemahan dari Physical Chemistry Through Problems. Universitas Indonesia. P 80-93

Djumarman, S., Ketaren dan Hary Fransnicko. 2004. Pengaruh Berbagai Klas Mutu Dan Ukuran Rajangan Biji Pala (Myristica fragrans Houte) Kering Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Pala Yang Dihasilkan. Warta IHP, Volume 3 No.2. Balai Besar Industri Agro. Bogor.

Ferdiansyah A. 2010. Analisis Pengaruh Arah Aliran Steam dan Massa Bunga Kenanga untuk Mendapatkan Minyak Kenanga Yang Memiliki Kualitas dan Rendemen Optimum dengan Menggunakan Metode Distilasi Uap (Steam Distillation) [Skripsi]. Surabaya: Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Guenther, E. 1990. Minyak Atsiri Jilid IV B. Ketaren S, penerjemah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Terjemahan dari: Essential Oil.

Guenther E. 2011. Minyak Atsiri Jilid 1. Ketaren S, penerjemah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Terjemahan dari: Essential Oil.

Idrus, S., Torry,F.R., Radiena,M.S.Y., Rutumalesy, D.J., Palisoa,M.K., de Fretes, A. 2015. Finger Print Dan Perbaikan Proses Penyulingan Minyak Kayu Putih Khas Maluku. Baristan Industri Ambon. Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri.

Kim, J.H., Liu,K.H., and Yoon,Y. 2005. Essential Leaft Oils From Melaleuca cajeputi. Proc. WOCMAP III. Traditional Medicine and Nutraceutical 6 : 65 – 72.

Koensoemardiyah S. 2010. A to Z Minyak Atsiri untuk Industri Makanan, Kosmetik dan Aromaterapi.Yogyakarta: CV Andi Offset.

Khabibi, J. 2011. Pengaruh Penyimpanan Daun dan Volume Air Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minayak kayu Putih. Departemen Hasil Hutan. (skripsi) Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Muttaqin MZ. 1996. Model Pertumbuhan Hasil Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendron Linn.) di KPH Indramayu Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Mulyadi T. 2005. Studi pengelolaan kayu putih Melaleuca leucadendron Linn. Berbasis ekosistem di BDH Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Thesis Program Pascasarjana S2 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak diterbitkan.

Ma’mun. 2013. Karakteristik Minyak dan Isolasi Trimiristin Biji Pala Papua (Myristica argentea). Jurnal Littri.19(2): 72-77.

Nurdjannah N. 2006. Minyak Ylang-ylang dalam Aromaterapi dan Prospek Pengembangannnya di Indonesia. Di dalam: Prosiding Konferensi Nasional Minyak Atsiri 18-20 September 2006 . Solo.

Pribadi, A. 1987. Pengaruh Bentuk Daun dan Umur Pangkas Daun Kayu Putih Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Kayu Putih [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Rimbawanto, A., Susanto, M. 2004. Pemuliaan Melaleuca cajuputi subsp cajuputi untuk Pengembangan Industri Minyak Kayu Putih Indonesia. Prosiding Ekspose Hasil Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Hal.83-92. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan PemuliaanTanaman Hutan. Yogyakarta.

Sumadiwangsa S, Sutarna MS, Siti H. 1973. Pedoman Pengujian Kualitas Minyak kayu putih. Lembaga Penelitian Hasil Hutan Direktorat Jenderal Kehutanan Departemen Pertanian.

Sumadiwangsa, S. 1976. Teknik pengolahan dan kualitas minyak kayu putih.Laporan No. 67 Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Departemen Pertanian. Bogor.

Sumadiwangsa S, Silitonga T. 1977. Penyulingan Minyak Daun Kayu Putih Publikasi khusus No. 42 Lembaga Penelitian Hasil Hutan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Bogor.

Sudarti, Warasti S. 1979. Pengaruh penyimpanan daun kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) terhadap hasil dan kualitasminyakkayu putih. Yogyakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada.

Siregar, Nopelena. 2010. Isolasi dan Analisis Komponen Minyak Atsiri dari Daun Kayu Putih (Melaleucae Folium) Segar dan Kering Secara Gc-Ms. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20421/6/Abstract.pdf. Diakses tanggal 24 juli 2018

Sumangat, D., dan Ma’mun. 2003. Pengaruh Ukuran dan Susunan Bahan Baku serta Lama Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Kayumanis Srilangka (Cinnamomun Zeylanicum). Buletin TRO Volume XIV No. 1.

Sunanto H. 2003. Budi Daya dan Penyulingan Kayu Putih. Yogyakarta: Kanisius.

Sudarsono, 2010. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kayu Putih Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Jurnal Teknologi Lingkungan 11(1).

Setyaningsih D.,Sukmawati L., 2014, Influence of Material Density and Stepwise Increase of Pressure and Steam Distillation To The Yield And Quality of Cajuput Oil. Jurnal Industri Pertanian 24(2).

Supriatin, Ketaren S., Ngudiwaluyol, S., Friyadil A. 2004. Isolasi Miristisin dari Minyak Pala (Myristica fragrans) dengan Metode Penyulingan Uap. Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17(1). 23-28.

Siregar, N. H., dan Trifor, M. 2016. Penentuan Perbandingan Tingkat Kemurnian Minyak Kayu Putih Tradisional Dengan Produksi Pabrik Menggunakan Prinsip Spektroskopi VIS. Proceding Pertemuan Ilmiah XXX HFI Jateng dan DIY (pp. 149 – 152). Salatiga.

Yusliansyah. 2006. Rendemen dan mutu minyak kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) dari dua tempat yang berbeda serta prospek pengembangannya di Kalimantan Timur.




DOI: http://dx.doi.org/10.29360/mb.v15i1.5237

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Majalah BIAM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Jurnal Ilmiah Terakreditasi KEMENRISTEKDIKTI

Peringkat 3 (Vol. 13 No. 1  2017 sampai Vol. 17 No. 2  2021)

p-ISSN: 0215-1464 | e-ISSN: 2548-4842

Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Jl. Kebun Cengkeh Batu Merah Ambon 97128

e-mail: buletin.biam@gmail.com  



Majalah BIAM Indexed by:

  

Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)Google Scholar

Crossref

 

 

Copyright of Majalah BIAM  (p-ISSN 0215-1464| e-ISSN 2548-4842). Powered by OJS, Theme design credited to MEV edited by maj.biam