KANDUNGAN MINERAL CACING LAUT SIASIA (Sipunculus nudus) DARI PERAIRAN PANTAI NALAHIA PULAU NUSALAUT

Bernita B Silaban

Abstract


Cacing laut siasia (Sipunculus nudus) merupakan salah satu bahan pangan hasil laut yang sudah lama dijadikan sebagai bahan makanan dalam keadaan segar ataupun diolah oleh sebagian besar masyarakat di Pulau Nusalaut Maluku Tengah. Cacing laut siasia telah diketahui mengandung gizi namun belum dikenal luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mineral cacing laut siasia (Sipunculus nudus) segar dari perairan pantai Nalahia Pulau Nusalaut. Parameter yang diamati meliputi kadar abu dan mineral Kalium (K)  dan Sulfur (S), Besi (Fe), Zink ( Zn),  mangan (Mn), cobalt (Co), tembaga (Cu), chromium (Cr) dan selenium (Se).  Analisa kadar abu menggunakan metode  AOAC (2005) dan mineral menggunakan metode AAS (AOAC 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacing laut siasia dari perairan Pantai Nalahia Pulau Nusalaut mengandung kadar abu  2,41 %, mineral kalium (K) sebesar 224,35 ppm, besi (Fe) 196,57 ppm, mangan (Mn) 6,69 ppm dan zink (Zn) 17,01 ppm. Lima mineral lainnya tidak terdeteksi.   


Keywords


mineral, cacing laut siasia (Sipunculus nudus), Pulau Nusalaut

Full Text:

PDF

References


Aninda, GR 2016. Aktivitas ekstrak cacing laut siphonosoma austral sebagai antihiperglikemik pada tikus galur spraguedawley yang diinduksi streptozotocin. (Skripsi) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 1-49

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis. Association of official analytical chemists 18th ed. AOAC Press, Gaithersburg, USA.

Arifin Z. 2008. Beberapa unsur mineral esensial mikro dalam system biologi dan metode analisisnya. Jurnal Litbang Pertanian. 27(3): 99-105.

Chen XZ, Ru ZD. 2011. Immunomodulatory activities on macrophage of polysaccharide from Sipunculus nudus L. Food and Chemical Toxicology. 49: 2961-2967.

Cutler, E.B., 1994. The Sipuncula: Their systematic, biology and evolution. Cornell Univ. Press.,Ithaca, N.Y:453 pp.

Ersoy S, Ozeren A. 2009. The effect of cooking methods on mineral and vitamin contents of African catfish. Food Chemistry. 115:419-422.

Fakhrurrozi, Y. 2011. Studi etnobiologi, etnoteknologi dan pemanfaatan kekuak (Xenosiphon sp.) oleh masyarakat di Kepulauan Bangka-Belitung. Disertasi. PPs. Institut Pertanian Bogor : 1-2-6

Hermawan D, Saifullah, Herdiyana D. 2015. Pengaruh perbedaan jenis substrat pada pemeliharaan cacing laut (Nereis sp.). Jurnal Perikanan dan Kelautan. 5(1): 41-47.

Nurjanah, Abdullah A, Kustiariyah. 2011. Pengetahuan dan karakteristik bahan baku hasil perairan. Bogor: Penerbit IPB Press.

Pamungkas, J. 2010. Sipuncula: biota laut yang kontrovertif. Oseana 35 (1) : 7-13.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf. [ diaksesa pada 1 January 2017]

Silaban, B a. 2012. Profil Nutrisi Sipuncula (Cacing Kacang); Biota laut yang kontrovertif di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. Laporan hasil penelitian dosen pemula yang dibiayai dengan PNBP Lembaga Penelitian Universitas Pattimura.Ambon.

Silaban, B dan Tupan J. 2016. Analisis asam lemak, preferensi makanan dan habitat cacing kacang (Sipunculus, sp). Laporan hasil penelitian dosen pemula yang dibiayai KEMENRISTEK DIKTI melalui Lembaga Penelitian Universitas Pattimura Ambon.

Silaban B b. 2012. Komposisi kimia dan pemanfaatan cacing laut “sia sia’’ yang dikonsumsi masyarakat Pulau Nusalaut Maluku Tengah. Jurnal Triton No ( 2) 1-9

Silahooy, V.E. 2008. Analisis komposisi asam amino dan asam lemak dalam cacing laut jenis Sipunculus robustus. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Pattimura. Ambon: 1-79 (Tidak dipublikasi).




DOI: http://dx.doi.org/10.29360/mb.v14i1.3633

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Majalah BIAM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Jurnal Ilmiah Terakreditasi KEMENRISTEKDIKTI

Peringkat 3 (Vol. 13 No. 1  2017 sampai Vol. 17 No. 2  2021)

p-ISSN: 0215-1464 | e-ISSN: 2548-4842

Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Jl. Kebun Cengkeh Batu Merah Ambon 97128

e-mail: buletin.biam@gmail.com  



Majalah BIAM Indexed by:

  

Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)Google Scholar

Crossref

 

             

Copyright of Majalah BIAM  (p-ISSN 0215-1464| e-ISSN 2548-4842). Powered by OJS, Theme design credited to MEV edited by maj.biam