PENGARUH PENGGUNAAN PEREKAT SAGU DAN TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET DARI BIOMASSA LIMBAH PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH DI MALUKU

Husein Smith, Syarifuddin Idrus

Abstract


ABSTRAK

Biomassa adalah materi biologis yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar, baik secara langsung maupun melalui proses yang dikenal sebagai konversi biomassa. Biomassa di Maluku yang dapat dikonversi menjadi sumber energi  panas alternatif adalah limbah daun penyulingan minyak kayu putih untuk mengatasi kebutuhan bahan bakar dipedesaan.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum perlakuan yang dicobakan dan karakteristik biobriket dari limbah penyulingan minyak kayu putih yang dibuat dengan perekat sagu dan tapioka. Desain experimen yang digunakan pada penelitian ini adalah completelly randomized design dengan perlakuan persentase penggunaan perekat tapioka dan sagu masing-masing 80 – 130% terhadap serbuk limbah penyulingan minyak kayu putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jumlah perekat sagu dan tapioka berpengaruh sangat signifikan terhadap kadar air, kadar abu, density dan zat yang hilang pada pemanasan . Hubungan antara penggunaan jumlah perekat sagu maupun tapioka pada pembuatan biobriket dengan berbagai variabel respon tersebut mengikuti pola linier dengan trend garis yang berbeda antar setiap variabel. Penggunaan perekat tapioka 130% terhadap serbuk limbah penyulingan minyak kayu putih menghasilkan briket dengan kerapatan dan zat yang hilang pada pemanasan  tertinggi  sedangkan kadar air dan kadar abu  terendah masing-masing 0,52  8,95%,  5,88% dan 6,82%. Rata-rata nilai kalor limbah penyulingan minyak kayu putih 4567,19 kal/g. Briket yang dibuat dengan perlakuan tersebut kadar air, zat yang hilang dan nilai kalor limbah daun sisa penyulingan minyak kayu putih  memenuhi standar karakteristik briket untuk rumah tangga.


Keywords


Biobriket, limbah penyulingan minyak kayu putih, perekat sagu, tapioka

Full Text:

PDF

References


Abdullah, K. (2002). Biomass Energy Potential and Utilization in Indonesia. Bogor (ID): IPB Pr.

Aina, O.M., Adetogun, A.C., Iyiola, K.A. (2009). Heat Energy From Value-Added Sawdust Briquettes of Albizia Zygia, Ethiopian Journal of Environmental Studies and Managemen. 2(1). 42-49.

Anshori, A.M., dan Sumertajaya, I M. (2000). Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Edisi kesatu:IPB PRESS Bogor.

Alpian, Prayitno, T.A., Sutapa, G.J.P., & Budiadi. (2011). Kualitas arang kayu gelam (Melaleuca cajuputi). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis. 2(1). 141 – 152.

Bahri, S. (2008). Pemanfaatan Limbah Industri Kayu Untuk Pembuatan Briket Arang Dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan di Nangroe Aceh Darussalam. (Thesis). Program Pendidikan Pasca Sarjana, USU, Medan

BPS, 2014. No publikasi 81000.527. katalog BPS 1102001.81.

BPS, 2015. No publikasi 81000.527. katalog BPS 1102001.81.

Gomez, R., Gallego, E., Fuentesa, J.M., Montellano, G.C., dan Ayuga, F., (2014). Values for Particle-Scale Properties of Biomass Briquettes Made from Agroforestry Residues. Particuology, 12:100-106

Hambali, E., Mujalipah, dan Haloman, A. (2008). Teknologi Bioenergi. Agro Media. Jakarta.

Hendra, D. (2011). Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) untuk Bahan Baku Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(2), 189 – 210.

Hendra, D., dan Winarni, I. (2003). Sifat Fisis dan Kimia Briket Arang Campuran Limbah Kayu Gergajian dan Sabetan Kayu . Buletin Hasil Penelitian Hutan 21 (3) : 211-226.

Ismayana A., dan Afriyanto, M.R. (2011). Pengaruh Jenis dan Kadar Bahan Perekat Pada Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif, J. Tek. Ind. Pert. 21(3). 186-193

Idah, P.A., and Mopah, E.J. (2013). Comparative Assess ment of Energy Values of Briquettes from Some Agricultural By-Products with Different Binders. IOSR Journal of Engineering. 3(1). 36-42.

Jamilatun, S., (2010). Sifat-Sifat Penyalaan Dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara Dan Arang Kayu. Jurnal Rekayasa Proses. 2(2). 65-72.

Jianfeng, S., Shuguang, Z., Xinzhi, L., Houlei, Z., and Junjie, T., ( 2010). The Prediction of Elemental Composition of Biomass Based on Proximate Analysis. Energy Conversion and Management. 51. 983–987

Kong, G.T., (2010). Peran Biomassa bagi Energi Terbarukan. PT Elex Media Kompurindo. Jakarta.

Longjian, C., Xing, L., and Lujia, H., (2009). Renewable Energy from Agro-Residues in China: Solid Biofuels and Biomass Briquetting Technology Renewable and Sustainable Energy Reviews. Renewable and Sustainable Energy, 13:2689–2695

Librenti L, Ceotto E., Di Candilo M., (2010). Biomass Characteristics and Energy Contents of Dedicated Lignocellulosic Crops, Third International Symposium of Energy from Biomass and Waste.

Lestari, L., Aripin, Yanti, Zainudin, Sukmawati, dan Marliani. (2010). Analisis Kualitas Briket Arang Tongkol Jagung yang Menggunakan Bahan Perekat Sagu dan Kanji. Jurnal Aplikasi Fisika. 6(2). 93-96.

Manik, F.S. (2010). Pemanfaatan Spent Bleaching Earth dari Proses Pemucatan CPO sebagai Bahan Baku Briket. Bogor : Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Maryono, Sudding dan Rahmawati. (2013). Pembuatan dan Analisis Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa Ditinjau dari Kadar Kanji. Jurnal Chemical, 14(1), 74-83.

Ndraha, N. (2009). Uji Komposisi Bahan Pembuat Briket Bioarang Tempurung Kelapa dan Serbuk Kayu terhadap Mutu yang Dihasilkan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Onchieku, J.M, B.N. Chikamai, M.S. Rao. (2012). Optimum Parameters For The Formulation of Charcoal Briquettes Using Bagasse and Clay as Binder. European Journal of Sustainable Development, 1(3). 477 – 492.

Pane, J.P., Junary, E., dan Herlina, N. (2015). Pengaruh Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Dan Penambahan Kapur Dalam Pembuatan Briket Arang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata). Jurnal Teknik Kimia USU. 4(2). 32-38.

Permatasari, I.Y., Utami, B. (2015). Pembuatan dan Karakteristik Briket Arang dari Limbah Tempurung Kemiri (Aleurites moluccana) dengan Menggunakan Varisasi Jenis Bahan Perekat dan Jumlah Bahan Perekat. Prosiding Seminar nasional Kimia. Jurdik-FMIPA-Kimia-UNY. 59-69

Purwanto, D. (2015). Pengaruh Ukuran Partikel Tempurung Sawit dan Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Biobriket. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 33(4). 303-313.

Putro, S., Musabbikhah, dan Hartati, S. (2013).Variasi Parameter Biomassa untuk Meminimasi Kadar Air Biobriket Guna Menciptakan Energi Alternatif yang Murah dan Ramah Lingkungan. Prosiding Simposium Nasional RAPI ke XII, 5 Desember 2013, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, hal 79-86

Sutiyono. (2002). Pembuatan Briket Arang dari Tempurung Kelapa dengan Bahan Pengikat Tetes Tebu dan Tapioka. Jurnal Kimia dan Teknologi. 10. 217-222.

Saptoadi, Untoro, B., Surono, Nugroho, A.,Pambudi, dan Sudarwanto., (2009). Utilization of Indigenous Biomass Wastes as Low Cost Alternative Fuels. International Conference on Alternative Energy Applications, Nopember 2-5, Kuwait.

Saputro, D. D., Widayat, W., Rusiyanto, Saptoadi, H., Fauzun. (2012). Karakterisasi Briket dari Limbah Pengolahan Kayu Sengon dengan Metode Cetak Panas. Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi, Periode III. Yogyakarta: IST AKPRIND.

Simone, P.P., Francesco, V., Adriano, M.L., dan Mentore, V. (2014). Design and Performance Assessment of a Rice Husk Fueled Stove for Household Cooking in A Typical Sub-Saharan Setting. Energy for Sustainable Development, 23. 15–24.

Stolarski, M. J., Szczukowski, S., Tworkowski, J., Krzyžaniak, M., Gulczyňski, P. and Mleczek, M. (2013). Comparison of quality and production cost of briquettes made from agricultural and forest origin biomass. Renewable energy, 57(1). 20–26.

Supatata, N., Buates ,J., Hariyanont, P. (2013) Characterization of Fuel Briquettes Made from Sewage Sludge Mixed with Water Hyacinth and Sewage Sludge Mixed with Sedge. International Journal of Environmental Science and Development. 4(2). 179-181.

Tim Pengembangan Biomassa Departemen Kehutanan. (2007). Pola pengembangan biomassa sebagai sumber energi. Bogor. Tidak diterbitkan.

Tampubolon, A.P., (2008). Kajian Kebijakan Energi Biomassa Kayu Bakar. Jurnal Analisis Kebijkan Kehutanan. 5(1). 29-37.

Zhang, J., dan Guo, Y., (2014). Physical Properties of Solid Fuel Briquettes Made from Caragana korshinskii Kom. Powder Technology. 256. 293-299

Zulfian, Farah D., Setyawati D., Nurhaida, Roslinda E. (2015). Kualitas Biopelet Dari Limbah Batang Kelapa Sawit Pada Berbagai Ukuran Serbuk Dan Jenis Perekat. Jurnal Hutan Lestari. 3(2). 208-216.




DOI: http://dx.doi.org/10.29360/mb.v13i2.3546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Majalah BIAM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Jurnal Ilmiah Terakreditasi KEMENRISTEKDIKTI

Peringkat 3 (Vol. 13 No. 1  2017 sampai Vol. 17 No. 2  2021)

p-ISSN: 0215-1464 | e-ISSN: 2548-4842

Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Jl. Kebun Cengkeh Batu Merah Ambon 97128

e-mail: buletin.biam@gmail.com  



Majalah BIAM Indexed by:

  

Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)Google Scholar

Crossref

 

             

Copyright of Majalah BIAM  (p-ISSN 0215-1464| e-ISSN 2548-4842). Powered by OJS, Theme design credited to MEV edited by maj.biam