ISOLASI KITIN DAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG

Edward J. Dompeipen, Marni Kaimudin, Riardi P Dewa

Abstract


Udang di Indonesia di ekspor dalam bentuk beku yaitu udang yang telah mengalami cold storage setelah melalui pemisahan  kepala dan kulit. Akibat dari proses  tersebut  diperoleh limbah  atau  hasil  samping  berupa  kepala (carapace)  dan  kulit  (peeled) yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.  Kitin  dan  kitosan  adalah bahan industri yang multifungsi dan multi guna. Isolasi senyawa kitin melalui reaksi demineralisasi dengan larutan HCl 1 N,  perbandingan  15:1  (v/b)  direaksikan  dalam  ekstraktor  pada  suhu  60 0C  selama  30  menit.  Reaksi deproteinisasi  dengan  larutan  NaOH  3,5 %,  perbandingan  10:1  (v/b),  kemudian  direaksikan  dalam  ekstraktor selama  2  jam pada    temperatur  65 oC.  Reaksi  dekolorisasi  dengan  larutan  NaOCl  0,315%,  perbandingan  10:1 (v/b) dalam ekstraktor selama selama 1 jam pada suhu 40 oC. Reaksi deasetilasi kitin menjadi kitosan dilakukaan dengan NaOH 60%, perbandingan 20:1 (v/b) dan direaksikan dalam ekstraktor pada suhu 80 – 100 oC selama 1 jam. Kualitas kitin yang dihasilkan antara lain, kadar air  6,89%, kadar abu 7,8%, sedangkan kualitas kitosan yang dihasilkan, kadar air  9,28%, kadar abu 1,49%, kadar protein ≤ 0,5%,  larut sempurna  dengan asam asetat 2%, rendemen  63% dan derajat deastilasi : 83,25%. Kualitas kitosan yang dihasilkan sudah dapat memenuhi standar Protan Laboratory.

Keywords


Isolasi, kitin, kitosan,demineralisasi, deproteinisasi, deasetilasi

Full Text:

PDF

References


Adi Karya Kelana Putra Adam.Industri dan ekspor udang indonesia. Deskripsi Dokumen:

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id= 90672 (diakses 11/01/2016)

Agustina, S., Swantara, I.M.D., Suartha, I.N. 2015. Isolasi kitin, karakterisasi dan sintesis kitosan dari kulit udang. Jurnal Kimia 9 (2) : 271-278

Azhar, M., Efendi, J., Syofyeni, E., Lesi, R. M., dan Novalina, S. 2010. Pengaruh konsentrasi NaOH dan KOH terhadap derajat deasetilasi kitin dari limbah kulit udang. Eksakta 1 (11).

Bastaman. 1989. Studies on degradation and extraction of chitin and chitosan from prawn shells. England : The Queen University of Belfast.

Biro Pusat Statistik. 2002. Jurnal Ekspor Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Jakarta

Dunn ET, Grandmaison EW, Goosen MFA. 1997. Applications and properties ofchitosan. Di dalam: Goosen MFA (ed.). Applications of Chitin and Chitosan. Technomic Pub Basel p 3-30.

Fohcher, B., Naggi, A., Tarri, G., Cosami, A., Terbojevich, M. 1992. Structural differences between chitin polymorhs and their precipitates from solution evidences from CP-MAS 13 C-NMR, FTIR and FTRaman Spectroscopy. Carbohydrate polymer 17 (2) : 97-102.

Fessenden, R.J. and Fessenden, J.S. 1986. Kimia Organik. Edisi kedua. Jakarta: Erlangga.

Horton, R.H., Moran, L.A., Ochs, R.S., Rawn. J.D. dan Scrimgeour, K.G. 2002. Principles of biochemistry. Third edition. New York : Prentice-Hall,Inc.

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2016. MEA Centre.Sektor Lelautan dan Perikanan.Diakses : Oktober 2016.

Khan, T.A, Peh, K.K, dan Chang, H.S. 2002. Reporting Degree of Deacetylation Values of Chitosan : The Influences of Analytical Methods. J.Pharm.Sci. 5 (3) : 205-212

Knoor D. 2004. Functional properties of chitin and chitosan.J. Food. Sci.47 : 36 – 38.

Lee, D.W. 2004. Engineered chitosans for drug detoxification preparation, characterization and drug uptake studies. Dissertation: University of Florida.

Margonof. 2003. Potensi limbah udang sebagai penyerap logam berat (timbal,kadmium,dan tembaga) di perairan. Available from: tumoutu.net/70207134/margonof.pdf.

(diakses 20/01/2016)

Marcin H. Struszczyk. 2002. Chitin and Chitosan. Part II. Applications of chitosan Polimery, No 6, 396

Mima, S., Miya, M., Iwamoto, R. and Yoshikawa, S., 1983. J Appl Polym Sci. 28 (6 ): 1909-1917

Muzarelli R. 1997. Chitin Handbook. European Chitin Society.

Nugroho CS, A., Nurhayati, N. D., Utami. B. 2011. Sintesis dan karakterisasi membran kitosan untuk aplikasi sensor deteksi logam berat. Molekul 6 (2) : 123 -136

Prisiska. F. 2012. Pengaruh kitosan terhadap sifat elongasi dan kekuatan renggang biomembran penutup luka. FarmaSains. 1(5):252-258.

Rochima E. 2005. Aplikasi kitin deasetilase termostabil dari Bacillus papandayan K29-14 asal Kawah Kamojang Jawa Barat pada pembuatan kitosan. Tesis. Bogor:

Program Pascasarjana, IPB.

Rochima, E., Sugiyono, D.S, Suhartono, M.T. 2004. Derajat deasetilasi kitosan hasil reaksi enzimatiskitin deasetilasi isolat.J.Ilmiah.Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia, Bandung.

Salami L. 1998. Pemilihan Metode Isolasi Kitin dan Ekstraksi Kitosan dari Limbah Kulit Udang Windu (Peneaus monodon) dan Aplikasinya sebagai Bahan Koagulasi Limbah Cair Industri Tekstil. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA UI. Jakarta.

Shahidi F, Arachchi JKV, Jeon Y-J. 1999. Food Applications of Chitin and Chitosans. Trends in Food Sci and Technol 10.

Suhartono MT. 1989. Enzim dan bioteknologi. Bogor: Pusat Antar Universitas Bioteknologi. IPB.

Terbojevich, M. dan Muzzarelli, RAA. 2000. Chitosan. University of Ancona

Yanming, D., Congyi, X.U., Jianwei, W., Mian,W., Yusong, W.U., Yonghong, R. 2001. Determination of degree of

substitution for N-acylated chitosan using IR spectra. Science in Chine 44 (2) : 216-224.

Zuhairiah N.S.T. 2013. Pengaruh viskositas kitosan dari berbagai berat molekul terhadap pembuatan kitosan nanopartikel dengan menggunakan ultrasonic bath. Skripsi.Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Medan




DOI: http://dx.doi.org/10.29360/mb.v12i1.2326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Majalah BIAM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Jurnal Ilmiah Terakreditasi KEMENRISTEKDIKTI

Peringkat 3 (Vol. 13 No. 1  2017 sampai Vol. 17 No. 2  2021)

p-ISSN: 0215-1464 | e-ISSN: 2548-4842

Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Jl. Kebun Cengkeh Batu Merah Ambon 97128

e-mail: buletin.biam@gmail.com  



Majalah BIAM Indexed by:

  

Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)Google Scholar

Crossref

 

 

Copyright of Majalah BIAM  (p-ISSN 0215-1464| e-ISSN 2548-4842). Powered by OJS, Theme design credited to MEV edited by maj.biam