PENGARUH TEMPERATUR PADA ISOLASI MIRISTISIN DARI MINYAK PALA MENGGUNAKAN ROTARY EVAPORATOR - The Effect of Temperature on Myristicin Isolation from Nutmeg Oil Using Rotary Evaporator

Ida Hasmita, Eka Marya Mistar, Fauzi Redha

Abstract


One of the determination factors of nutmeg oil quality is myristicin content because it gives a distinctive aroma to nutmeg oil. The purification process of nutmeg oil requires a long distillation time thus refining techniques which more efficient with quality results that meet the standards are needed. This study aimed to determine temperature effect on isolation of myristicin from nutmeg oil using a rotary evaporator. The stages of this research were carried out in two stages, namely concentration and purification stage, each using a temperature variation of 140 0C, 145 0C and 150 0C at  300 mbar pressure for 1 hour. The concentration process at a pressure of 300 mbar with a temperature variation of 150 0C for 1 hour process obtained 22.26% myristicin. The next stage of purification of nutmeg oil carried out at a pressure of 300 mbar with a temperature of 150 0C for 1 hour was able to isolate myristicin up to 53.41%. The results of gas chromatography-mass spectrophotometry (GCMS) on nutmeg oil at a pressure of 300 mbar with a temperature of 150 0C for 1 hour process with 53.41% myristicin content had met Indonesian National Standard (SNI) 06-2388-2006 with a minimum value of 10%.

Keywords: myristicin, nutmeg oil, rotary evaporator


ABSTRAK

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas minyak pala adalah kandungan miristisin, karena memberikan aroma khas pada minyak pala. Proses pemurnian minyak pala membutuhkan waktu penyulingan yang cukup lama sehingga diperlukan teknik pemurnian yang lebih efisien dengan kualitas hasil yang memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pada isolasi miristisin dari minyak pala menggunakan rotary evaporator terhadap kadar miristisin. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pemekatan dan tahap pemurnian, masing-masing menggunakan variasi suhu 140 0C, 145 0C dan 150 0C pada tekanan 300 mbar selama 1 jam. Proses pemekatan pada tekanan 300 mbar dengan variasi suhu 150 0C selama 1 jam diperoleh miristisin sebesar 22,26%. Tahapan berikutnya yaitu pemurnian minyak pala yang dilakukan pada tekanan 300 mbar dengan temperatur 150 0C selama 1 jam mampu mengisolasi miristisin hingga 53,41%. Hasil uji gas chromatography-mass spectrophotometry (GCMS) minyak pala pada tekanan 300 mbar dengan temperatur 150 0C selama 1 jam proses dengan kadar miristisin 53,41% telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2388-2006 dengan nilai minimum 10%.

Kata kunci: minyak pala, miristisin, rotary evaporator


Keywords


myristicin; nutmeg oil; rotary evaporator

Full Text:

PDF

References


Al-Jumaily, Essam F. & Al-Amiry, Maytham, H.A.(2012). Extraction and purification of terpenes from nutmeg (myristica fragrans), Journal of Al-Nahrain University, 15(3), 151-160.

Badan Standar Nasional, (2006). Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2388-2006: Minyak Pala. Jakarta

Hidayati, N., Ilmawati, H., & Sara, E. (2015). Penyulingan minyak biji pala: pengaruh ukuran bahan,waktu dan tekanan penyulingan terhadap kualitas dan rendemen minyak, Prosiding Simposium Nasional RAPI XIV - 2015 FT UMS (K220-K226). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kusumaningrum, G. S., Suranto J,. Ratna S.,(2003). Aktivitas penghambatan minyak atsiri dan ekstrak kasar biji pala (myristica fragrans houtt dan myristica fattua houtt) terhadap pertumbuhan bakteri xanthomonas campestris oammel asal tanaman brokoli (brassica oleracea var. italica), Biofarmasi, 1(1), 20-24.

Marzuki, I.,Joefrie, B., Aziz, SA., Agusta, H.,Surahman, M. (2014). Physico-chemical characterization of Maluku nutmeg oil, International Journal of Science and Engineering, 7(1), 61-64.

Nurdjannah Nanan. (2007). Teknologi Pengolahan Pala. Jakarta: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian, BPPP, Departemen Pertanian.

Rangkuti, F.R., Agustina, R., Mustaqimah, & Mustafril. (2018). Pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri pada biji pala (myristica fragrans houtt), Rona Teknik Pertanian, 11(1), 47-59.

Rismunandar. (1990). Budidaya dan Tataniaga Pala. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.

Sudjadi.(1988). Metode Pemisahan. Jogjakarta: Penerbit Kanisius.

Suprihatin, Ketaren, S.,Ngudiwaluyo, S., Friyadi, A. (2005). Isolasi miristisin dari minyak pala (myristica fragrans) dengan metode penyulingan uap, Jurnal Teknik Industri Pertanian, 17(1), 23-28.

Sudrajat, S.E., Timotius, K.H., Mun’im, A. & Anwar, E. (2018). The isolation of myristicin from nutmeg oil by sequences distillation, Journal of Young Pharmacists, 10(1), 20-23.

Wallis T.E. (1960). Text Book of Pharmacognosy. London: J&Churchill Ltd.




DOI: http://dx.doi.org/10.36974/jbi.v10i1.4628

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

BIOPROPAL Industri

Published by :

Institute for Industrial Research and Standardization (Baristand Industri) in Pontianak

Agency for Industrial Research and Development, Ministry of Industry 

Jl. Budi Utomo No. 41 Pontianak, West Kalimantan, Indonesia

Tel / Fax : +62 561 881393, 881533

email      : biopropal.industri@gmail.com

 

BIOPROPAL Industri indexed in: 

Hasil gambar untuk gambar doajHasil gambar untuk gambar google scholar

RJI Main logo