Aplikasi Teknologi Radiasi Panas Pada Pengolahan Sawit Terpadu. (APPLICATION OF HEAT RADIATION TECHNOLOGY IN THE INTEGRATED PALM OIL PROCESSING)

Amos Lukas, Suharto Ngdiwaluyo, Ishenny Mohd Noor, Natsir La Teng

Abstract


 This article review application of heat radiation technology in the integtated palm oil processing, which has been developed by Ishenny and Noor (2015,Ishenny) . This technology named as Palm Oil Mill Heat Radiation Technology uses direct heat radiation (with palm fruit buch waste as the fuel), instead of heat from steam boilers, as in the conventional technology. Temperature and pressure of the cooking chamber are designed at 150° C and 1 atm. Compared to the conventional technology, this new technology is more profitable because it could process all parts of the palm fruits to produce red oil, fatty oil, kernel oil (three with higher qualities), biochar, liquid smoke, and cake, releases relatively no waste, and could operate even at a low capacity. In addition, this new technology could be implemented to modify the conventional technology used at present in the palm oil plants. Estimated investment required for processing 45 ton per hour of palm fruits is IDR 300 billions. Net profit a year is estimated IDR 230 billions with ROI of 1.94 year.

Keywords : Innovation of palm oil factory, palm oil, red oil, kernel oil, fatty oil, 7 MW electricity, liquid smoke, kernel cake and biochar

Abstrak.

Artikel ini mengulas aplikasi teknologi radiasi panas pada pengolahan sawit terpadu yang telah dikembangkan oleh Ishenny dan Noor  (2015, Ishenny)Teknologi ini yang dinamai Palm Oil Mill Heat Radiation Technology menggunakan panas radiasi langsung (dengan bahan bakar limbah tandan buah kosong), tidak seperti pada teknologi konvensional yang menggunakan panas dari ketel uap. Suhu dan tekanan pada panci masak dirancang sebesar 150° C dan 1 atm. Dibandingkan dengan teknologi minyak sawit konvensional, teknologi baru ini lebih menguntungkan, karena dapat memproduksi minyak merah, minyak lemak,  kernel oil (ketiganya dengan mutu yang lebih tinggi), biochar, asap cair, dan bungkil, relatif tanpa limbah, dan dapat beroperasi pada kapasitas yang kecil. Disamping itu, teknologi ini dapat diaplikasikan untuk memodifikasi teknologi konvensional yang saat ini digunakan oleh pabrik minyak sawit. Estimasi investasi yang diperlukan untuk mengolah 45 ton per jam buah sawit segar adalah Rp. 300 milyar, dengan estimasi keuntungan Rp. 230 milyar per tahun dan ROI 1,94 tahun.

Kata Kunci : Inovasi pabrik kelapa sawit, minyak sawit, minyak merah, minyak inti, minyak lemak, li strik 7 MW, asap cair,   kernel dan bokar


 



Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Departemen Perindustrian. 2007. Gambaran Sekilas Industri Minyak Kelapa Sawit. Sekertariat Jenderal Depperin, Jakarta.

Mashuri. 2010, Standard Operating Procedure Pabrik Kelapa Sawit, Medan.

Noor, Ishenny. M. 2015. Sudah Saatnya Memodernkan Pabrik Kelapa Sawit Indonesia Untuk Lebih Kuat dan Mandiri dengan FASTLURR TECHNOLOGY, PT. Noor Amalindo, Jakarta.

Noor, Ishenny. M., M. Hasan, K.B. Ramachandran. 2003. Effect of Operating Variables on Hydrolysis of Palm Oil by Lipase in a Stirred Bioreactor. Process Biochemidtry, 39:13-20.

Noor, Ishenny .M. 2013, Cara cerdas Masyarakat Indonesia menghemat BBM dengan biocatalyst fuel technology, Nulis buku.com

Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Bogor.

Peraturan Menteri ESDM Nomor :04 Tahun 2012 tentang Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT. PLN dari Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil dan Menengah atau Kelebihan Tenaga Liatrik.

Poku, K. 2002. Small Scale Palm Oil Processing in Africa. FAO Agricultural Services Bulletin 148. Rome

PT. PLN. 2015. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT. PLN (Persero) 2015 -2024.

Setyamidjaja, D. 2006. Kelapa Sawit (Teknik Budi Daya, Panen, dan Pengolahan). Kanisius. Yogyakarta.

USAID. 2009. Buku Panduan Pabrik Kelapa Sawit Skala Kecil Untuk Produksi Bahan Baku Bahan Bakar Nabati (BBN). Development Alternatives, Inc. for the United States Agency for International Development.

ITEX 2013 - University of Malaya_Dr Ishenny Mohd Noor – YouTube - Video untuk dr ishenny mohd noor journals - https://www.youtube.com/watch?v=0v-X5zBWUPM




DOI: http://dx.doi.org/10.33104/jihp.v12i2.3449

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Industri Hasil Perkebunan


Our journal indexed by:




Copyright © BALAI BESAR INDUSTRI HASIL PERKEBUNAN, 2019.(p-ISSN 1979-0023 | e-ISSN 2477-0051 ). Powered By OJS

Theme design credited to MEV edited by BBIHP