Analisis Boraks Dengan Cepat, Mudah Dan Murah

Fadjar Kurnia Hartati

Abstract


Boraks telah digunakan sebagai bahan tambahan pada beberapa produk makanan. Dan makanan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun swalayan-swalayan. Padahal konsumsi boraks dalam jangka panjang memiliki efek yang sangat berbahaya terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah  mencari alternatif analisis boraks secara kualitatif yang lebih mudah, murah dan cepat yaitu menggunakan kertas kunyit.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dan metode survey. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kertas kunyit dapat digunakan untuk analisis boraks secara kualitatif. Hal ini terbukti dengan hasil pengamatan yang dilakukan pada 12 sampel kerupuk non protein yang beredar di Pasar Tradisional Semolowaru Surabaya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua sampel, positif mengandung boraks. Begitu juga denga hasil analisis boraks secara kuantitatif menggunakan spektrometer UV-vis. Kandungan Boraks pada sampel berkisar antara 11,80 – 119,90 ppm dengan nilai terendah pada kerupuk “Uyel” yaitu 11,80 ppm dan kandungan boraks tertinggi pada kerupuk “Puli Galar” yaitu 119,90 ppm.


Keywords


kunyit, boraks, cepat, murah

Full Text:

PDF

References


Apriyantono, A. Dedi, F.,Ni Luh P., Sedarnawati dan Slamet B. 1989. Analisis Pangan. PAU Pangan dan gizi. IPB. Bogor.

Anonim. 2013. Bleng. http://id.wikipedia.org/wiki/Bleng. tanggal Akses 5 Juni 2015.

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan Jakarta. P605.

Dewan Standarisasi Nasional. 1995. Kerupuk. Standar Nasional Indonesia. SNI 0272-1990

Gandjar, Ibnu G.,dan Abdul R. 2012. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar.

Heindel and Jerrold. 1990. Developmental toxicity of boric acid in mice and rats. Annual Meeting of the society of Toxicology, Miami Beach, Florida.

Halim dan Azhar A. 2012. Boron Removal From Aquaous Solution Using Curcumin-Aided Electrocoagulation. Middle-East Journal of Scietific Research 11(5): 583-588

Muchtaridi dan Sandri J. 2006. Kimia. Yudhistira.p199

Padmaningrum, Regina T., dan Siti M. 2013. Jurnal Penelitian Saintek Vol 18 No.1, April

Saparinto, Cahyo dan Diana H. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Kanisius. Yogyakarat. P61.

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas). 2011. Pusat Informasi Obat dan Mkanana: Asam Borat. Badan POM RI. http://ik.pom.go.id. Diakses tanggal 14 Mei 2015

See, A.W. 2010. Risk and health Effect of Boric Acid. American Journal of Applied Sciencies 7 (5): 620-627

Surachmad. 1994. Rancangan Percobaan. Airlangga. Surabaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.36048/jtpii.v2i1.2827

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Fadjar Kurnia Hartati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

View My Stats-->

  =====================================================

Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri (JTPII)

Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Jl. Jagir Wonokromo No. 360. Surabaya. 60244

Telp. (031)8410054; Fax. (031)8410480

http://ejournal.kemenperin.go.id/jtpii

===================================================